Selasa,2017-07-11,15:26:14

Mendayung Sampan Demi Masa Depan

Mendayung Sampan Demi Masa Depan

Sei Dua Hulu (Inhum). Berbagai jalan penuh rintangan dilakukan Siswa MIN Sei Dua Hulu Kabupaten Asahan menggapai cita-cita. Begitu juga yang dialami oleh Dara setiap harinya harus menempuh mara bahaya demi bisa mengikuti pelajaran di kelas. Dara salah satu siswi  yang tinggal di kawasan pesisir di Desa Sei Dua Hulu ini harus naik Sampan (perahu kecil) untuk bisa mencapai Madrasah yang terletak di Jalan Anwar Idris. Sebenarnya lewat jalur darat juga bisa, namun butuh perjalanan panjang yang mencapai 2 jam. Sementara melalui jalur Sungai, hanya butuh waktu sekitar 45-60 menit untuk sampai ke madrasah.

Dengan semangat yang tinggi, Dia dan adiknya rela menempuh jarak yang cukup lumayan jauh, dengan menggunakan perahu yang dimiliki keluarganya demi menuntut ilmu. Setiap harinya, siswa kelas enam di MIN Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat ini harus bangun tidur lebih awal, mengingat jarak ke sekolah yang cukup jauh dan medan yang sulit ditempuh. Belum lagi saat turun hujan, anak kedua ibu Sayang ini harus menggunakan perahu selama satu jam untuk ke madrasah, berangkat jam 06.00 masuk Madrasah jam 07.00 WIB. “Setiap berangkat muat 6 siswa bareng-bareng," kata Dara saat di tanya oleh Kepala Madrasah Sartiji pada Rabu 10 Juli 2017.

Menurut Dara, derasnya air sungai menjadi "teman" yang mengiringinya pergi ke Madrasah. Meski perahu yang dinaikinya tidak menyediakan alat pengaman, seperti baju pelampung (life jacket) sebagai antisipasi terjadi hal tak diinginkan di Sungai.

Dara mengaku tidak pernah terbesit rasa takut dalam benaknya menyusuri sungai demi bisa menuntut ilmu, walaupun pernah terjadi 2 tahun yang lalu salah satu adik kelasnya meninggal dunia ketika perahunya terhempas ke sungai mengakibatkan 2 orang korban meninggal dunia.

Bagi warga sekitar, pemandangan ini bukanlah sesuatu yang aneh. Anak-anak Sei Dua Hulu sudah terbiasa bersahabat dengan sungai, apa lagi mendayung sampan. Meski sungai yang dilalui cukup dalam, anak-anak di daerah itu tidak pernah takut untuk mendayung sampan mereka untuk sampai di Madrasah. Dalam satu sampan kadang mereka bersama teman-teman lainnya, namun tak jarang ada juga yang mendayung sampan sendiri di usia yang masik anak-anak, menyusuri hutan bakau di sekitar sungai tersebut.

Kepala MIN Sei Dua Hulu Sartiji mengatakan sebanyak 51 orang (20 %) siswanya harus mempertaruhkan nyawa mengiringi sungai untuk sampai ke sekolah. Dia mengatakan disekitar tempat merke juga tedapat SD Negeri, namun merek lebih memilih untuk bersekolah di MIN Sei Dua Hulu.

Sartiji sangat mengharapkan perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Asahan terutama dalam menyediakan baju pelampung (life jacket) di setiap sampan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa.

Kepala MIN Sei Dual Hulu yang sudah mengabdi 2 tahun 8 bulan mengharapkan kepada siswanya yang mendayung sampan untuk meraih masa depan untuk tetap semangat, jangan pernah menyerah untuk meriah cita-cita karena kalian adalah calon pemimpin bangsa ini di  masa depan.

335 DIBACA
Selasa,2017-07-11,14:51:01

Disiplin dan Kebersihan Lingkungan Kantor Mendukung Kenyamanan Kerja

Selasa,2017-07-11,08:15:39

Kemenag Dairi Laksanakan Bimbingan Manasik Haji

Sabtu,2017-07-08,08:56:43

Gubsu Minta Pelayanan Haji Tahun Ini Lebih Baik

Jumat,2017-07-07,14:16:54

Medan Kloter Pertama

Jumat,2017-07-07,12:11:56

Gubsu Lantik PPIH Embarkasi Medan Tahun 1438 H


0 Komentar :