Jumat,2017-08-11,22:54:15

Tidak Ada Pemilahan Waktu, Berbenah Diri Tidak Membutuhkan Kata Tunggu

Tidak Ada Pemilahan Waktu, Berbenah Diri Tidak Membutuhkan Kata Tunggu WKM III Humas Khairuman Lubis

Sibolga (Inhum). Menjadi lebih baik, membaik dan terus dalam upaya perbaikan diri adalah kegiatan rutin yang harus dikerjakan siapa saja, setinggi dan sehebat apapun posisi hari ini, pembenahan diri harus dilakukan setiap waktu, selalu dan tidak mengenal kata tunggu dulu, nanti saja, besok juga bisa, atau kalimat lainnya yang bernada menunda.

Hal ini disampaikan WKM III Humas MAN Sibolga Khairuman Lubis yang bertindak sebagai pembina dalam rutinitas apel pagi Jumat, 11 Agustus 2017. Khairuman Lubis mengatakan setiap orang, apalagi siswa, harus terus bercermin pada hal hal yang positif, menginstruksikan diri untuk terus melakukan tindakan tindakan yang sportif, yang mendukung keberadaan sebagai seorang yang berbakti pada keluarga, negara dan bangsa.

“Perubahan harus tetap ada, hari ini harus lebih baik dari yang kemarin dan harus ada komitmen pasti jika besok akan lebih baik lagi. Membenahi sesuatu harus diawali dengan membenahi diri pribadi, jika mengurus diri sendiri saja belum mampu, maka amat sangat mustahil dapat mengurusi kepentingan orang lain, dan itu harus dimulai dan dilakukan kapan saja, disetiap waktu dan kesempatan yang masih dimiliki,” demikian kata  Khairuman Lubis.

Lebih lanjut Khairuman Lubis meminta kepada seluruh siswa agar tidak memilah milah waktu untuk berbenah, tidak memilah milah waktu untuk berubah, tidak ada kata menunggu, menanti dan juga menunda. Semuanya harus dilakukan sepanjang waktu karena perubahan saat ini datangnya begitu cepat, bahkan sering dalam hitungan menit, sehingga menunda beberapa menit saja, kita sudah kehilangan banyak kesempatan yang seharusnya ada.

Kenyataan hari ini kata Khairuman Lubis masih sangat memprihatinkan, masih banyak kalangan yang belum mampu memberikan prioritas pada perubahan yang seharusnya terlaksana dengan baik. Masih banyak siswa yang memilih duduk duduk untuk hal yang tidak jelas, bahkan saat yang bersangkutan ditanya untuk apa ada disana, juga tidak memiliki jawaban yang pasti, tidak ada penjelasan untuk beberapa tindakan dan pekerjaan.

Konsep yang semacam itu lanjut Khairuman Lubis adaylah konsep yang harus dihindari, bekerja dan bersikap harus memang memiliki tujuan dan terget yang harus pasti, jika duduk duduk dipinggir jalan rasanya tidak mendatangkan makna misalnya, kenapa tidak beranjak saja ke pustaka untuk mambaca, beranjak saja ketaman untuk melakukan sedikit tindakan kebersihan misalnya, dan banyak pekerjaan lain yang dapat lebih berguna.

“Sudah tidak jamannya lagi mengatakan besok saja juga bisa, nanti dulu kan masih ada waktu dan kalimat kalimat lainnya yang masih sering digunakan untuk menunda nunda pekerjaan, itu semuanya sudah tidak laku, sudah tidak punya tempat dalam kehidupan yang super cepat saat ini. Jadi, mari berbenah mulai saat ini, tidak ada kegiatan menunda didalamnya,” imbau Khairuman Lubis mengakhiri pembicaraan. (SDP)

51 DIBACA
Jumat,2017-08-11,22:31:54

PIK-R MAN Kencana Binjai Persiapkan Konselor Remaja Yang Produktif

Jumat,2017-08-11,22:30:22

Operator Targetkan SIMPATIKA Selesai Pada Bulan Agustus

Jumat,2017-08-11,22:23:58

Kuasai dan Berbagi Informasi, Kapanpun dan Dimanapun

Jumat,2017-08-11,18:17:40

MTsN Lubuk Pakam Taat Pajak

Jumat,2017-08-11,17:40:47

MTsN Sibolga Menerima Kunjungan Puskesmas Parombunan


0 Komentar :