Senin,2017-09-04,17:10:04

Ayah, Yuk Kita Berkurban !

Ayah, Yuk Kita Berkurban !

Hari ini adalah Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut Hari Raya Qurban. Warga Desa Pramestha, terutama para bapak – bapak tengah sibuk membagikan daging qurban kepada setiap warga. Tak luput pula kepada keluarga Adiyaksa, yang turut mendapatkan sebagian kecil daging qurban. Namun, yang membuat warga heran, mengapa keluarga tersebut tidak pernah berqurban, padahal keluarga tersebut merupakan keluarga yang termasuk kategori kaya.

    Di sebuah ruang keluarga, Keluarga Adiyaksa tengah asyik menyantap makan malam. Suara dentingan antara garpu dan sendok yang beradu pun terdengar. Sampai keheningan tersebut terbuyarkan dengan suara Fatimah.

  Fatimah : “ Ayah, Fatimah ingin bertanya. Kenapa selama ini tidak ada dari keluarga kita  yang berkurban Yah ? Mengapa slalu kita yang menerima daging qurban ? “

  Ayah : “  Buat apa kita berkurban, buang – buang duit. Kita yang berkurban saja cuma dapat sebgian daging. Lebih baik ga usah berkurban, tetap saja toh dapat daging juga. Lebih untung malah. “

  Fatimah : “ Astaghfirullah Ayah, tidak baik seperti itu Ayah. Dengan berkurban kita akan merasakan kebahagiaan dan indahnya berbagi. Apa salahnya jika kita memberi saudara kita dengan seonggok daging qurban ?”

 

                                                                       ***

   Di Masjid Baiturrahman sedang berlangsung pengajian. Fatimah hadir dalam pengajian tersebut yang membicarakan tentang Ber-Qurban. Dalam pengajian tersebut Ustadz Imam menyampaikan tentang hikmah berkurban.

   “ Akhi wa Ukhti slama ini kita berqurban, slama ini kita merayakan Hari Raya Idul Adha. Namun, apakah antum wa antunna sudah tau hikmah dibalik kita berqurban ? Jadi, ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah Swt. Dari Aisyah r.a, Rasulullah bersabda ; ” Tidak  ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Qurban   yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah ( menyembelih hewan qurban ) sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan – hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah dimanapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ketanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya”. ( HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi )

Selain itu, Allah swt juga memerintahkan hamba-Nya untuk berkurban, yang termaktub dalam Q.S Al – Kautsar ayat 2 yang artinya “ Maka dirikanlah shalat,karena Tuhanmu dan berkurbanlah “. Akhi wa Ukhti, berkurban merupakan wujud rasa syukur kita atas nikmat yang tlah Allah berikan. Berkurban tidak membuat kita miskin, justru memperlancar rezeki kita. Ibarat kita meminjam alat tulis teman kita, pasti kita bilang ‘ makasih ‘. Nah rasa terimaksih itu merupakan wujud syukur kita, karna kebaikan hati teman kita untuk meminjamkan barangnya. Seandainya kita tidak berterimakasih, pasti ia menganggap kita tak tau diri, dan mungkin tidak akan meminjamkan barangnya kembali. Sama halnya dengan berkurban. Jika kita mampu  berkurban, mengapa tidak ? Bukankah rezeki yang kita terima itu berasal dari-Nya ? “

                                                                       ***

‘Tok’ ‘Tok’ ‘Tok’

“ BUKAAAAAA. BUKA PINTUNYAAAAA. FATIMAAHH “ ucap Ayah seraya menggedor – gedor pintu

“ Astaghfirullah, Ayah.  Ayah kenapa ? “ ucap Fatimah seraya membantu Ayahnya berjalan.

Namun, Ayahnya menhempas tangan Fatimah dengan kasar, lalu berjalan sempoyongan kedalam kamar.

“ Bunda, Ayah kenapa Bun ?? Apakah Ayah mabuk Bun ??”

“ Bunda tidak tau sayang, mungkin Ayahmu lagi ada masalah. Nanti, Bunda coba tanyakan sama Ayah “

“ Tapi Bun, hikss..kenapa Ayah hikss..mesti mabuk ? Tanya Fatimah yang terisak tangis karna Ayahnya.

“ Sudah – sudah jangan menangis. Fatimah ke kamar saja ya. Berdoa sama Allah, semoga Ayah baik-baik saja, dan bisa berubah lebih lembut dan semakin dekat dengan-Nya. “

***

“ Assalammu’alaikum, Ayah… “  ucap Bunda seraya menghampiri Ayah di tempat tidur, namun Ayah sudah terlelap dengan mimpinya.

“ Ada apa yah, dengan Ayah ? Apa lagi ada masalah ? Bunda kangen Ayah yang dulu. Lebih baik kita hidup sederhana, tetapi dekat dengan-Nya, daripada hidup bergelimpangan harta, membuat Ayah semakin lupa dengan-Nya. Ya Allah berilah hidayah pada Ayah, gerakkan hatinya menjadi lembut, seperti dulu “. Bunda berkata serayaa menatapi Ayah ynag terlelap.

  ‘ Ting ‘ terdengar dering iphone Ayah yang menandakan e-mail masuk. Langsung saja Bunda membuka iphone Ayah. E-mail tersebut  ternyata dari sekretaris kantor Ayah. Perusahaan Adiyaksa Company ternyata mengalami kebangkrutan. Omset penjualan selama 3 bulan ini menurun drastic Tidak hanya itu, ternyata Manager perusahaan mengkorupsi uang perusahaan sebesar 300jt. Sehingga membuat para klien membatalkan janjnya untuk kerjasama dengan Adiyaksa Company.

“ Ternyata ini yang membuat Ayah stress, sehingga mabuk begini “ ucap Bunda dalam hati

***

   Tampak di sebuah layar besar, seorang lelaki yang berkecukupan tengah berkurban dengan bahagianya. Bisa saling berbagi. Tiap tahunnya lelaki tersebut berkurban. Dan disatu sisi layar tersebut, tampak seorang lelaki kaya yang sibuk bekerja, menghambur-hamburkan uangnya untuk berjudi, ke club dan minum minuman keras. Walaupun kaya, lelaki itu enggan sekali saja untuk berkurban.

  Kemudian dilayar tersebut di tampilkan video selanjutnya. Tampak dua sisi layar yang menampilkan video berbeda. Di sisi kiri, tampak seorang lelaki yang susah payahnya melewati jembatan sambil merangkak – rangkak, dan terjatuh kebawah. Namun disisi kanan, tampak seorang lelaki yang tengah mengendarai  seekor sapi melewati jembatan tersebut dengan secepat kilat dan akhirnya sampai kesebrang.

    Ayah menggeliat-liat tak nyenyak dalam tidurnya. Ternyata Ayah bermimpi. Mimpi tentang kedua lelaki tersebut slalu saja menghantu Ayah dalam tidurnya selama 3 hari berturut-turut.

   Mendengar cerita mimpi sang Ayah dari Bundanya, Ftaimah teringat akan tausyiah yang disampaikan Ustadz Imam pada saat pengajian waktu itu. Bahwasannya dengan berkurban dapat memperlancar rezeki dan merupakan ibadah yang paling disukai Allah Swt.

“ Bun, gimana kalau kita berkurban tahun depan Bun ? Mungkin mimpi itu menyuruh Ayah untuk berkurban Bun “. Usul Fatimah

   Hari demi hari semakin banyak masalah yang dihadapi oleh Ayah. Hingga suatu ketika Ayah sudah putus asa, Ayah di kejar – kejar polisi karna tuduhan menggelapkan gaji para pegawainya. Saat letih berjalan disiang hari yang panas, terdengar suara adzan. Ayah menoleh ke kanan, tampak sebuah Masjid Baiturrahman. Ayah berjalan mengampiri masjid tersebut, mengambil wudhu dan ikut melaksanakan shalat ashar berjamaah.

    Selesai shalat, Ayah menghampiri Ustadz Imam. Ayah menceritakan mimpinya yang selalu menghantui. Tanggapan positif yang Ayah terima, Ustadz Imam menyarankan kepada Ayah untuk berkurban tahun depan.Ternyata, dalam mimpi Ayah tersebut sapi yang di tunggangi lelaki berkecukupan adalah hewan kurban lelaki tersebut semasa dunia. Ketika di akhirat, saat melewati Sidratul Muntaha, hewan kurban menjadi kendaraannya menuju ke surga. Sedangkan lelaki yang kaya raya nan angkuh tersebut merangkak-rangkak melewati Sidratul Muntaha, dan akhirnya jatuh ke bawah, yang merupakan api neraka.

    Hidup Ayah kini lebih rajin beribadah dan bekerja. Karena perusahaannya bangkrut, Ayah kembali memulainya dari nol, dibantu Fatimah yang merupakan lulusan Sarjana. Perusahaan Ayah kembali terbentuk. Demi tekadnya yang bulat untuk berkurban tahun depan.

    Beberapa bulan kemudian…. Hari ini tepat Hari Raya Idul Adha 1439 H, Ayah dan Keluarga Adiyaksa pertama kalinya ikut berpartisipasi dalam berkurban. Tak tanggung-tanggung – tanggung Keluarga Adiyaksa meng-kurbankan 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Setelah shalat ‘Ied, Ayah sendiri yang menyembelih 1 ekor kambing, hewan kurban atas nama putrinya, Fatimah.

***

   “ Alhamdulillah ya Bun, kini Ayah berubah seperti dulu lagi. Menjadi lembut. Dan Alhamdulillah, tahun ini kita sekeluarga bisa berkurban”. Ucap senang Fatimah pada sang Bunda

“ Iya Alhamdulillah ya sayang. Semoga Allah swt. Ga bosen-bosen ya memudahkan kita mencari rezeki “

“ Aamiin.. Syukur juga, mesti bebarengan Bun. Hehe “

“ Ada apa ini ? Sepertinya lagi asyik ngobrolnya. Ngobrolin apa sih ? “ Tanya Ayah pada Bunda dan Fatimah

“ Ga ada Yah “. Jawab Fatimah

“ Semoga kita tetap seperti ini ya. Maafin kelakuan Ayah selama ini yang udah nyusahin kalian. Benar kata kamu Fatimah, semenjak berkurban rezeki Ayah jadi nambah “

Mereka pun berpelukan bahagia…

 

Karya : Try Nastia

Siswa Kelas XI MAN 2 Model Medan

565 DIBACA
Senin,2017-09-04,17:06:35

Kantor Kemenag Labura Mendapat Kunjungan dari Kanwil Sumut

Senin,2017-09-04,16:57:48

Kasi dan Penyelenggara Apresiasi Rancangan Proyek Perubahan Kasubbag TU

Senin,2017-09-04,16:56:57

BUMIKU

Senin,2017-09-04,16:50:03

MAN Lubuk Pakam Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

Senin,2017-09-04,16:41:02

Kemenag Labura Gelar Rapat Pembentukan Panitia Natal Tahun 2017


0 Komentar :