Senin,2017-09-11,21:38:56

Kemenag, MUI dan IPHI Madina Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Bimbingan Manasik Haji

Kemenag, MUI dan IPHI Madina Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Bimbingan Manasik Haji Dari kiri ke kanan, Kasi Bimas Islam Ahmad Zainul Khobir, Kasubbag TU Irfansyah Nasution, Ketua IPHI Syafii Siregar,Kakankemenag Madina Muksin Batubara dan Ketua MUI Mahmuddin Pasaribu

Panyabungan (Inhum). Kepala Kantor Kementerian Agama Muksin Batubara, Ketua MUI Mahmuddin Pasaribu, dan Ketua IPHI Mandailing Natal Syafii Siregar bersepakat dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan bimbingan manasik haji kepada para calon jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal pada masa masa yang akan datang.

Komitmen ketiga lembaga / institusi ini pada saat setelah selesai acara penyambutan jamaah Haji Kabupaten Mandailing Natal yang tergabung dalam Kloter 03/MES Tahun 2017, Minggu 10 September 2017 di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Muksin Batubara mengatakan bahwa lebih dari 50% dari jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal tergolong beresiko tinggi (RISTI) dan berusia lanjut yang rata rata diatas 55 tahun sampai 80 Tahun.

Belum lagi jika ditinjau dari latar belakang pendidikan yang ditempuhnya, sekitar 55% jamaah haji hanya berpendidikan SD dan SMP bahkan ada beberapa yang ridak pernah mengecap belajar dilembaga pendidikan formal, ujar Muksin Batubara yang didampingi Kasubbag TU Irfansyah Nasution dan Kasi Bimas Islam Ahmad Zainul Khobir

"Dengan pelaksanaan bimbingan manasik haji diharapkan kualitas ibadah jamaah semakin membaik, yang memiliki perjalanan dan kegiatan selama berhaji, dan jamaah haji mampu dan memahami manasik haji, serta dapat mengimplementasikannya," ungkap Muksin Batubara.

Dia mengatakan, eningkatan lualitas bimbingan bertujuan mewujudkan jamaah haji yang mandiri yaitu jamaah yang dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah hajinya secara mandiri tanpa harus selalu dibimbing dan dipandu dan tergantung kepada pembimbing maupun khalayak jamaah lainnya, apalagi di Kabupaten Mandailing Natal belum ada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Mandailing Natal akan terus meningkatkan kualitas guru manasik haji dan memberikan rekomendasi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal terhadap guru guru yang memiliki kavabilitis menguasai ilmu manasik haji, serta memiliki akhlak dan prilaku yang menggambarkan ketaaqwaan kepad sang pemilik ASA kehidupan ini, kata Mahmuddin Pasaribu.

"Dengan guru bimbingan manasik haji yang memiliki kompetensi dan menguasai bimbingan manasik haji, diharapkan para jamaah dapat dengan mudah menerima materi pembelajaran manasik haji," tambahnya.

Syafii Siregar selaku Ketua IPHI Mandailing Natal akan terus berupaya untuk melestarikan Haji mabrur sepanjang hayat, sebagaimana semboyan atau slogan dari Dewan Pengurus Wilayah IPHI Sumatera Utara. Tegas Syafii Siregar.

Ketua IPHI Mandailing Natal juga menenkankan bahwa yang paling penting lagi adalah kesehatan jasmani dan rohani, kesiapan dan para calon jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji itu sendiri, sehingga para calon jamaah haji sudah siap, baik secara fisik dalam bentuk kesehatan maupun secara mentalitas berupa ilmu pengetahuan dan keterampilan. (ARH)

166 DIBACA
Senin,2017-09-11,21:15:18

Kemenag Deli serdang Laksanakan Manasik Haji Tingkat RA

Senin,2017-09-11,20:16:29

BKAG Siap Bermitra Dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar

Senin,2017-09-11,20:16:03

Tim Pembimbing Ibadah Haji Harus Orang yang Kompeten

Senin,2017-09-11,18:00:23

Sinergitas Kepala KUA dan Penyuluh Sangat Krusial dalam Peningkatan Agama Islam

Senin,2017-09-11,17:19:11

Sabar dan Tangguh Hasilkan Prestasi Gemilang


0 Komentar :