Rabu,2017-09-13,06:02:42

Krisis Multidimensional Membawa Dampak Multidimensional Pula

Krisis Multidimensional Membawa Dampak Multidimensional Pula Dari kikri ke kanan Kakankemenag Madina Muksin Batiubara, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny, S.IK,MH, Wakil Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution, Dinas Infokum Madina Zulkifli, S.Kom, M.Kom

Panyabungan (Inhum). Sangat disadari oleh kita bahwa krisiss multidimensional yang terjadi saat ini telah membawa dampak kehidupan yang bersifat multidimensional pula ditengah tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Muksin Batubara pada saat membuka acara Diskusi Lintas Umat Beragama Mencegah Isu SARA Melalui Media Sosial /Informasi Transaksi Elektronik Dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, Selasa 12 September 2017 di Hotel Rindang Panyabungan.

Muksin Batubara juga menyampaikan bahwa krisis ekonomi, politik dan moral yang terjadi saat ini, berdampak kepada terjadinya ketegangan sosial, stress sosial, goncangnya stabilitas sosial, dekadensi moral, yang secara psikologis berpengaruh besar terhadap sikap dan prilaku sosial kemasyarakatan dikalangan umat beragama.

"Media sosial atau informasi transaksi elektronik seperti facebook, twiter, whatsApp, instagram, sms dan sebagainya yang sedang digandrungi oleh masyarakat saat ini yang tak memandang usia dan jenis kelamin pada kenyataannya efek negative dari media sosial itu jauh lebih besar dibanding dengan efek positifnya, yang menjadi tantangan bagi keluarga, masyarakat maupun pemerintah," ungkap Muksin Batubara.

Dia mengatakan, ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat kita, ditambah dengan pola pikir fanatisme sekelompok orang yang tidak selektif dalam menerima informasi dan berita yang beredar di berbagai media sosial.

Muksin Batubara juga menegaskan isu SARA maupun berita HOAX yang merebak dan membuming dimedia sosial saat ini harus kita cermati dan bendung dengan meningkatkan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah menerima dan mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya dan kebenarannya, kita perlu melakukan tabayyun penjelasan dan mencari kebenaran dari berita dan informasi yang sedang merebak di media sosial.

Dia juga menekankan kepada para peserta Diskusi Lintas Umat Beragama untuk tidak menjadikan dirinya, keluarganya dan jamaahnya sebagai penyebar HOAX dan ujaran kebencian di media sosial, tapi kita harus mengambil peran dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat sejak dini, agar tidak terjadi gejolak sosial yang merusak dan mengganggu kerukunan, keamanan, kedamaian dan kenyamanan serta silaturrahmi yang hidup secara harmonis dan rukun dalam perbedaan dan keaneka ragaman.

Sementtara itu Wakil Bupati Mandailing Natal Muhammad Jafar Sukhairi Nasution memberikan apresiasi dan menyambut baik terselenggaranya kegiatan Diskusi Lintas Umat Beragama, dan berharap kegiatan ini semakin meningkatkan toleransi umat beragama di Kabupaten Mandailing Natal.

Lebih lanjut Wakil Bupati menyampaikan hendaknya dalam kehidupan ini kita kembangkan sikap saling menghormati dan menghargai, umat yang mayoritas menghargai  umat yang minoritas, demikian juga halnya umat yang minoritas menghargai dan menghormati umat yang mayoritas, katanya.

"Kita tidak berharap kejadian tahun yang lalu kejadian di daerah perbatasan Mandailing Natal dengan Tapanuli Selatan karna berita di media sosial, hampir mengganggu kerukunan kehidupan umat beragama yang selama ini hidup berdampingan secara rukun, damai dan harmonis, serta dalam satu adat budaya “Dalihan Na Tolu," tambahnya.

Diakhir sambutannya Wakil Bupati bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sangat konsen dan serius terhadap pembangunan kehdupan umat beragama sesuai dengan slogan Kabupaten kita “Negeri Beradat Taat Beribadah”, dan berharapkepada para pengurus FKUB, tokoh agama dan pemimpin ormas keagamaan untuk terus memberikan pencerahan terhadap penyebaran berita HOAX, menebar ujaran fitnah dan kebencian, karna ini perbuatan yang tidak baik dan sangat dimurkai oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan agama apapun sangat melarang hal ini, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Panitia Irfansyah Nasution dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Diskusi Lintas Umat Beragama Mencegah Isu SARA Melalui Media Sosial /Informasi Transaksi Elektronik Dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2017 ini bertujuan Sebagai wahana komunikasi, interaksi antara satu dengan yang lainnya diantara tokoh agama, ormas keagamaan dengan pemerintah dalam memberikan informasi terhadap kehidupan beragama masing-masing, sehingga tercipta suasana saling memahami dan saling menghormati, dan terwujudnya kehidupan umat beragama yang hidup berdampingan, rukun, damai dan harmonis di Kabupaten Mandailing Natal.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama Islam dan Kristen, ormas keagamaan dan pengurus FKUB Kabupaten Mandailing Natal, dengan Narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, Kapolres Mandailing Natal dan Kadis Infokom Mandailing Natal.

Output dari kegiatan ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah dan badan legislatif DPRD Kabupaten Mandailing Natal tentang uapaya, langkah dan kebijakan yang harus ditempuh dalam rangka menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta mencegah dan menangani isu SARA, radikalisme, terorisme, aliran sempalan dan ajaran ajaran sesat di wilayah Negeri Beradat Taat Beribadah Bumi Gordang Sambilan. (ARH)

100 DIBACA
Rabu,2017-09-13,00:03:41

Barisan Pengibar Bendera MTsN Barus Dilatih Formasi Paskibraka

Selasa,2017-09-12,23:45:41

Memikirkan Strategi untuk Mampu Bersaing di Antara Sekolah Lainnya

Selasa,2017-09-12,23:22:04

Rapat Koperasi Tahunan, Total Aset Mencapai Tiga Ratus Juta

Selasa,2017-09-12,22:00:47

Kakankemenag Asahan Hadiri Peringatan HAORNAS ke 34

Selasa,2017-09-12,21:13:49

Kemenag Asahan Adakan Rencana Kegiatan Satu Muharam


0 Komentar :