Selasa,2017-06-06,14:12:38

MEMILIH TEMAN HIDUP YANG BAIK

MEMILIH TEMAN HIDUP YANG BAIK

 1 Korintus 15:33  “...Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik...”

 

Kalau kita membaca surat kabar belakangan ini,dapatditemukanperistiwa‑peristiwa seperti istri yang mengatur pembunuhan atas suaminya sendiri atau sebaliknya. Tentu tak ada yang mengharapkan peristiwa seperti itu terjadi dalam rumah tangganya. Itu sebabnya dalam rencana mencari teman yang mau sehidup dan semati perlu berhati‑hati.

Dalam buku Adventist Home hal 46 & 47, E.G. White memberi nasihat seperti berikut: “Sebelum menerima lamaran perkawinan,hendaklah tiap‑tiap wanita menyelidikapakah pria  dengan siapa ia hendak menggabungkan nasibnya itu layak atau tidak, Bagaimanakah corak kehidupannya pada waktu yang silam? Apakah kehidupannya suci? Adakah cinta yang diucapkannya itu bersifat mulia dan tulus ataukah itu hanya rayuan emosionil saja? Apakah ia mempunyai sifat‑sifat/tabiat  yang akan membuat anda berbahagia?”

Selanjutnya dia menulis, “Biarlah wanita yang merindukan persekutuan yang tenang dan berbahagia, yang mau terhindar dari kemelaratan dan duka cita pada kemudian hari bertanya sebelum menyerahkan kasih sayangnya:Apakah dia mengenal kewajibannya terhadap saya sebagai ibu? Apakah yang menjadi ciri tabiatnya? Maukah dia memperhatikan segala kehendak hatiku dan kebahagiaanku? Kalau calon suami itu tidak menghargakan dan menghormati ibunya? Apakah dia mau menyatakan penghargaan dan cintanya, kemurahan dan perhatian kepada istrinya nanti?Setelah romantika perkawinan berlalumaukah dia tetap mengasihi saya seterusnya?Maukah dia bersabar terhadap kesalahanku kelak?ataukah ia akan mencela, mengkritikdan bersikap sebagai seorang diktator?Biarlah seorang wanita menerima seorang pria untuk menjadi teman hidupnya, seorang yang mempunyai ciri‑ciri tabiat yang suci dan perkasa, seorang yang rajin, bercita‑cita tinggi dan jujur, seorang yang cinta dan takut kepada Allah.”

Dalam buku yang sama hal. 45, 46, Ny. White menulis: “Biarlah seorang pemuda mencari seorang teman yang akan berdiri disampingnya, seorang yang cocok untuk memikul bersama beban dalam hidupnya.Seorang yang pengaruhnyaakan memuliakan dan menghaluskan diaserta yang akan menjadikan dia bahagia dalam kasihnya. Adakah orang yang hendak menikah dengan engkau ituakan membawa kebahagiaan kepada rumah‑tanggamu. Adakah dia wanita yang tau menghematatau nanti sesudah kawin, bukan hanya menghabiskan apa yang menjadi penghasilannya sendiri,melainkan juga penghasilanmu untuk memuaskan kesia‑siaankarena dia mencintai penampilan.”

Jadi berbicara soal mencari teman hidupselamanya kita harus meminta pertolongan dari Tuhan. Salah satu persoalan dalam mencari teman hidup ini ialah:seorang pemuda yang sedang dimabuk cinta biasanya ketegasannya dalam melakukan penilaian  terhadap calon teman hidup nya ‑ menjadai kabur.Artinya banyak yang karena lagi butuh, lagi perlusehingga mereka main seruduk saja.Tidak diperhitungkan lagiapakah orang yang dicintainya itu mempunyai segudang sifat negatif. Mereka sudah tidak perduli lagi.Padahal memilih pasangan hidupmerupakan satu taruhantaruhan atas segala‑galanyaterutama sekali bagi seorang gadis.

 

Selain itu,pilihlah orang yang akan menjadi temanhidup anda orang yang mempunyai berkepribadian yang baik. Raja Salomo katakan dalam Amsal 13:20

Siapa bergaul dengan orang bijak

menjadi bijak

tetapi siapa berteman dengan orang bebal

menjadi malang

 

Dalam Amsal; 22:24,25 Sekali lagi Raja Salomo menasihatkan:

Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar

jangan bergaul dengan seorang pemarah

supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya

dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

Dalam 1 Korintus 15:33 Rasul Paulus menasihatkan:

Pergaulan yang buruk,

merusak kebiasaan yang baik

 

Itu sebabnya bagi orang-orang muda secara khusus, sangat penting untuk memilih pasangan yang satu agama, yang  dikenal kepribadiannya dan kerohaniannya agar  bisa memperoleh seorang yang dapat menjadi teman hidup yang benar dan yang setia dalam hidup ini.

 

Jadi, janganlah terburu‑buru untuk jatuh cinta sebelum mengetahui secara jelas siapakah orang yang dicintai. Pribahasa mengatakan, dalammnya laut dapat diukur, dalamnya cinta susah diraba.”

oleh : Pauli Sarji Purba, S.Th

Penyusun Bahan Pembinaan

 

 

240 DIBACA
Selasa,2017-06-06,14:10:12

SALAT BERJAMAAH DALAM MEMBANGUN SIKAP BERKEPEMIMPINAN YANG BAIK

Selasa,2017-06-06,13:54:21

Siswa Kelas IX MTsN Bandar Mulai Mengambil SKHU

Selasa,2017-06-06,13:51:49

Safari Ramadan MAN Peanornor Bersama Masyarakat Tarutung

Selasa,2017-06-06,13:49:15

Tiket Menuju Jannatul Firdaus

Selasa,2017-06-06,13:46:27

Perbedaan Puasa Ular dan Ulat


0 Komentar :