Selasa,2017-10-03,08:16:48

Aku Kamu Hidupku

Aku Kamu Hidupku

Assalammu’alaikum warahmatullah hiwabarakatuh

Perkenalkan namaku Aisyah,gadis pendiam yang sulit bergaul.Ya akhirnya aku sering disebut temanku KUPER(KUrang PERgaulan).Aku juga termasuk orang yang “hmmm ..bisa dikategorikan egois ”Tetapi dibalik kediamanku dan keegoisanku ,Aku sangat taat dan memiliki aturan berteman dengan lawan jenis.Aku akan menceritakan sedikit kisah hidupku yang telah lama kupendam.

Selama aku mengenyam pendidikan selama 9 tahun ,Aku tidak pernah merasakan yang namanya mempunyai sahabat.Ya jangan ditanya lagi,karen sifatku dan sikapku yang pendiam ini yang membuat tidak memiliki sahabat.

Dan akhirnya,Aku pun masuk sekolah aku bertemu dengan teman-teman baru yang sejurusan dengan ku kebetulan Aku mengambil jurusan IA (Ilmu Agama) yang orangnya ramah sekali dan kelihatan baik akhlaknya.

Dengan sikap pendiam ku ,aku sangat canggung sekali ketika bertemu orang banyak yang belum aku kenal.Dan pertama kali aku masuk kelas ,Aku duduk dibagian ikhwan karena aku sedikit terlmabat masuk.Tiba-tiba ada seorang ikhwan yang menyapaku dia duduk di depanku “Assalammu’’alaikum ,maaf boleh kenalan?”sapanya.Aku menjawab “Wa’alaikumussalam boleh”,jawabku dengan penuh rasa ketakutan.“Kelihatan nya ikhwan itu baik tapi aku belum mengenalnya”,fikirku dalam hati .

Berjalannya  waktu ,kami pun mengenali satu sama lain.dan dengan sikap pendiamku ini aku belum mempunyai teman akhwat yang dekat denganku.Aku terus berusaha untuk memberanikan diri ini ,untuk saling sapa.Ya walaupun didasari dengan ketakutan

Akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan dengan salah satu teman akhwat ku yang kelihatan nya dia juga seseorang yang pendiam,Aku mendekatinya dan tersenyum dia pun membalas senyuman ku.Dengan keberanian tersendiri “Assalammu’alaikum ukhti ,boleh ana bekenalan dengan ukhti?”,ujarku.Dia pun menjawab “Wa’alaikumussalam ,boleh sangat ukhti”,jawab nya.Sebut saja namanya Salwa.

Dari perkenalan singkat kami, kami semakin dekat. Dia sama sepertiku pendiam dan dia juga mengenakan jilbab yang syar’i kelihatan nya juga dia tertutup dengan ikhwan .“Alhamdulillah ,akhirnya aku memiliki teman baik yang sama sepertiku”,ujarku dalam hati dengan rasa Syukur”.

Seiring berjalan nya waktu persahabatan kami semakin dekat tapi ntah kenapa beberapa hari ini hubungan kami semakin merenggang aku tidak tahu apa sebabnya“ketika aku memiliki teman yang sama sepertiku tapi kenapa malah pergi meninggalkan aku”,ucapku dalam hati dengan penuh kesedihan.Mungkin karena aku juga memiliki sifat egois yang kadang tidak terkendalikan ,mungkin itulah salah satu penyebab nya.

Aku terus bangkit dan terus harus memperbaiki diri ,karena aku yakin yang baik hanyalah untuk yang baik .Aku dan teman dekatku tidak lagi sering bersama.Kami semakin jauh.Dan aku pun mendekat dengan teman yang lain,dan bertemulah aku dengan akhwat yang pendiam juga,fikirku.sebut saja namanya Angel setelah lama berteman  pun akhirnya menjadi “SAHABAT” yah walaupun terkadang kami sering cekcok tapi kami memiliki rasa perduli sesama ,sifat kami itu sama-sama egois kalau ada yang salah diantara kami ,tidak ada yang mengalah.

Suatu ketika itu kami duduk berdua ,Aku sedang mengerjakan PR dan waktu itu juga lagi membaca Asmaul Husna ,”aisyah kamu sedang apa ,kamu tidak tahu kalau kita ini sedang membaca Asma’Allah seharusnya kamu itu khusyuk tertib bukan nya malah ngerjain PR”,tegurnya kepadaku.

Dengan rasa kesal Aku menjawab,“ah,biarkan saja lah daripada aku tidak selesai lebih baik saya kerjakan sekarang”,jawabku dengan penuh rasa keegoisan. yah walaupun aku tau sih niat dia baik denganku.

Beberapa hari kami tidak bercakapan,”sudah seperti musuh saja”,fikirku.Tapi aku tak menghiraukan sikap dia ke aku dan aku pun begitu dengan nya ,tanpa aku sadari semakin lama kami tidak ada memulai percakapan sedikitpun baik aku maupun dia.”apa semua harus berakhir disini  setelah kami sama-sama menjalani semuanya?”,batinku.

Tapi aku yakin sekali kami pasti bisa kembali seperti dulu,Aku sangat berat memutuskan hal ini sendiri ,tapi aku yakin aku masih ada Allah yang membantuku.

“Masalah ini semakin rumit”,rasaku.Pada akhirnya dia dekat dengan teman kami juga sebut saja Farah ,aku cemburu sekali dia semakin dekat dengan nya“ini semua salahku”,ujarku dalam hati .

Semenjak permasalahan ini berlangsung ,Aku sering sekali melamun aku kembali berfikir lagi “Apa ini semua salahku lagi”,ucapku dalam hati.

Aku rindu sekali dengan nya ,aku ingin kami kembali seperti dahulu lagi walaupun kali sering berantam yang tidak jelas tapi dia sudah bagian dalam hidupku“dia selalu saja mengurus hidupku dia selalu menasehati ku denga kata-kata baik yang buat aku selalu tenang dekat nya”,senduhku.

Dia juga sering kerumahku untuk membantuku membersihkan rumahku ,karena kebetulan hanya Akulah wanita yang ada dirumah .Dan orang tuaku juga sudah mengenali nya dan aku pun begitu.Dia sangat mengertiku ketika aku sedang sedih,bahkan dia juga tau ketika aku sedang senang “Itulah yang dinamakan sahabat sejati ”,fikirku kepadanya.

“Kita harus menjadi sahabat dunia akhirat ya ,karena sahabat yang baik itu selalu mengajak kita kepada kebaikan”,kata-kata seperti itu yang selalu aku katakan kepadanya.

“Aku berharap setelah kejadian-kejadian yang kami alami ,kami semakin banyak bermuhasabah agar kami menjadi Sahabat yang Till Jannah,Insya Allah”,inginku padanya.Dari dirinya juga aku belajar tentang arti penting sahabat yang baik itu.

Wassalammu’alaikum warahmatullah hiwabarakatuh

 Karya : Widtya Kusvie Ayuningtyas

Siswa Kelas XI 1A I MAN 2 Model Medan

391 DIBACA
Selasa,2017-10-03,05:38:10

Kakankemenag Tobasa Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Senin,2017-10-02,23:34:09

MTsN Stabat Laksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Senin,2017-10-02,22:32:47

KEBERSAMAAN MTSN STABAT MEMASAK BUBUR ASYURA DALAM PERINGATAN 10 MUHARRAM 1439 H

Senin,2017-10-02,22:13:11

Tadarus dan Zikir Akbar Warnai Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H di Tobasa

Senin,2017-10-02,22:02:03

Jangan Pernah Berhenti dan Ragu Bercermin Pada Masa Lalu


0 Komentar :