Selasa,2017-10-10,09:59:07

Pribadi Tangguh Cintai Produk Halal

Pribadi Tangguh Cintai Produk Halal

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai wujud perkembangan zaman, telah meyusup ke dalam sendi-sendi kehidupan, hingga merubah gaya hidup kekinian yang menjadi kebarat-baratan, tak peduli dari berbagai kegiatan, makanan misalnya yang selalu ingin instan.

Bagi seorang muslim, makanan bukanlah sekedar pengganjal perut saat kelaparan, akan tetapi ia bisa menyebabkan ibadah yang dilakukan dan doa yang dipanjatkan tidak diperkenankan. Sebagian ulama berpendapat bahwa makanan yang dikonsumsi berpengaruh besar terhadap pembentukan sifat dan perwatakan, maka bukan tidak mungkin jika seseorang sering melakukan kenakalan, ketidakpatuhan serta ketidakdisiplinan akibat dari mengonsumsi makanan yang bukan halalan thoyyiban.

Namun, sungguh sangat ironis bahwa masih banyak pribadi yang hampir tidak peduli dan cenderung meremehkan kandungan makanan yang dikonsumsi. Pada dasarnya apa yang diwujudkan dalam kehidupan adalah cerminan dari apa yang dikonsumsi. Karena itu disini kami mengajak agar seluruh pribadi tergerak  hatinya untuk lebih peduli terhadap makanan   halal. Mengapa harus yang halal? Karena jelas bahwa makanan yang halal sudah pasti baik kandungannya dan banyak manfaatnya. Tidak hanya sekedar mengatasi rasa lapar dan menambah energi, melainkan juga sebagai sumber kekuatan mental spritual yang sangat berpengaruh terhadap kualitas pribadi.

Mungkin sedikit sulit untuk mengetahui apakah yang dikonsumsi atau aksesoris yang dipakai benar–benar halal atau tidak, karena realitanya banyak label halal siluman (self claim) alias pernyataan sepihak tanpa adanya pengujian dari badan yang berwenang. Dengan kondisi dilematis dan sulit membedakan yang halal dan nonhalal ini membuat pribadi terutama kaum muslim mengeluh bahkan dengan gampang mengatakan “jika ingin 100% halal, hiduplah di hutan sana” atau dengan gampang mengatakan “untuk keadaan darurat mengonsumsi makanan nonhalal boleh-boleh saja”. Ironisnya kondisi darurat yang dimaksud tidak dipahami dengan benar. Padahal dalam suatu hadis diriwayatkan “Sesungguhnya Allah SWT senang melihat hamba-Nya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal” (H.R Ad-Dailami).

Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan,  pemahaman dan kesadaran   seluruh elemen masyarakat terhadap  produk halal. Disinilah peran Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) untuk memberikan penyuluhan sekaligus edukasi kepada masyarakat luas terkait makanan halal dan nonhalal.  Bagaimana logo halal yang benar–benar orisinal, dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif. Seperti pengadaan  Olimpiade Halal yang diikuti para siswa SMA sederajat. Kompetisi akbar ini diharapkan dapat membangkitkan keingintahuan dan kepedulian generasi emas kita untuk loyal pada produk halal. Sehingga tercipta prinsip ”Halal is My Life” yang dipahami dan diaplikasikan dalam praktik kehidupan bermasyarakat.

Tidak hanya di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim terbesar di dunia,   bahkan di negara- negara minoritas muslim sekalipun makanan halal sangat diincar dan menjadi primadona. Kondisi ini seharusnya menjadi cermin bagi kita, masyarakat muslim Indonesia. Mereka memiliki  kesadaran bahwa makanan halal sangat besar manfaatnya untuk kesehatan dan berbagai aspek  kehidupan lainnya.

Seperti yang dilansir dari The National, tahun 2016 sudah ada sekitar 500 restoran dan 100 hotel yang menyediakan menu halal di Jepang. Sementara itu menurut laporan Bloomberg,  jumlah restoran halal di Amerika terus meningkat setiap tahunnya. Jika mereka yang minoratias saja mampu, lalu mengapa kita tidak? Mari bergenggaman tangan, satukan kekuatan dan bulatkan tekad untuk meraih kejayaan dunia dan akhirat.

 

Karya :  Dinda Pratiwi

Siswi MAN 2 Model Kota Padangsidimpuan

167 DIBACA
Selasa,2017-10-10,09:56:39

Bersama Wujudkan Produk Halal

Selasa,2017-10-10,08:57:21

Pemanggilan Peserta Bimtek Falakiyah Kemenag RI Tahun 2017

Selasa,2017-10-10,08:29:12

MAN Lima Puluh Terima Piagam Kemanusiaan Dari ACT

Selasa,2017-10-10,07:38:18

Berbagi Ilmu Kaligrafi, Mengharap Ridho Ilahi

Selasa,2017-10-10,07:19:04

Rektor UINSU Canangkan Program 5S kepada Siswa MAN 1 Medan


0 Komentar :