Rabu,2017-06-07,20:04:52

SISI ZIHAN

SISI ZIHAN

Mobil ayah melaju pelan-pelan di gang kecil yang sempit ini. Aku mengerutkan dahi dan menatap gamang sekeliling. Ayah kelihatan seperti mencari seseorang, tapi entah siapa itu. Aku menarik napas panjang dan bersandar pada jok mobil. Sekarang aku mulai bosan,dari jam dua tadi ayah belum juga menemukan yang dicari. Kulirik arlojiku, sekarang hampir pukul enam sore. Aku menepuk jidatku sambil sesekali menggaruk kepala yang tidak gatal.

            “Ayah sebenarnya mencari siapa? Sebentar lagi adzan maghrib, ayah” Kataku tanpa menatap ayah dan melihat-lihat sekeliling dari kaca mobil.

            “Iya, sebentar ya Sisi. Ayah sedang mencari gadis pengamen yang adadi lampu merah seminggu lalu. Namanya Zihan, ayah ingat itu. Dia seumuran denganmu.”

            Aku menatap ayah heran. Zihan? Pengamen? Lalu apa hubungannya?Refleks, ayah terlihat sumringah dan menunjuk kearah seorang gadis yang sedang makan di warung pinggir jalan itu. Aku rasa itu adalah Zihan yang ayah maksud. Ayah turun  dari mobil dan langsung berlari menghampirinya. Mereka berbincang-bincang. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, sepertinya itu adalah pembicaraan penting. Aku mengamati saja dari dalam mobil. 

            Tiba-tiba ayah memegang pundak gadis itu, dan mengajaknya kedalam mobil. Aku menatapnya sekilas, dia tersenyum. Aku agak risih dengan pakaian yang ia kenakan. Semuanya nampak berantakan, kotor dan memang menunjukkan jika dia adalah seorang pengamen jalanan. ku mengusap -usap dadaku dan mengucap istighfar. Kurasa itu adalah akibat pergaulannya yang serba bebasdiluar sana.

            Ayah memutar mobil dan pulang menuju rumah. Sesampainya di rumah, aku langsung berlari ke kamar dan meletakkan tasku diatas tempat tidur lalu mengambil wudhu. Selesai itu aku langsung ke musholla kecil yang dulu dibangun untuk tempat sholat berjama’ah keluarga kami. Selesai sholat, aku menyalam ibu dan ayah. Kami melanjutkan dengan membaca al-Qur’an untuk menunggu waktu isya. Disela-sela membaca al-Qur’an, aku teringat gadis itu.

“Ayah, dimana gadis itu?”Tanyaku heran. Ayah mengusap-usap kepalaku dan tersenyum. Aku memang berbeda dengan anak remaja lainnya. Walau aku sudah SMA, tapi ayah dan ibu masih suka memanjakanku. Aku tidak keberatan dengan itu, menurutku itu adalah hal yang wajar karena aku adalah putri tunggal ayah dan ibu.

“Dia sedang beres-beres di kamarnya, nak.”Jantungku berdegup kencang. Aku mengulangi kata-kata ayah berkali-kali dalam hati. Apa maksud ayah ia akan tinggal disini? Tanganku dingin, seketika aku mematung diposisiku. Bibirku pucat mendengar ucapan ayah.

“Ayah dan ibu sudah sepakat untuk mengadopsi dia sebagai anak asuh. Dia akan menjadi saudaramu Sisi, sayang. Maaf,jika ayah sebelumnya tidak bilang dulu sama Sisi. Karena ayah yakin Sisi pastisetuju. Selama ini Sisi bilang selalu kesepian tinggal sendirian dirumah. Lagipula ayah kasihan melihat dia mengamen tak jelas diluar sana. Tentu lebih baik kalau dia tinggal bersama kita disini, kan bunda? Iya kan Sisi?”

Aku menitikkan air mata.Kutatap ibu, ibu hanya menunduk kebawah. Aku berlari menuju kamarku. Aku tidak menjawab pertanyaan dari ayah lagi. Aku menangis pelan dengan suara tersedu-sedu. Kutarik sprei kasurku kuat dan kugigit telekung sembahyang yang masih aku gunakan. Ya Allah, Apa aku harus berbagi orangtua dengan yang lain? Apakah ini yang namanya berbagi? Tangisku yang lama, membuatku terlelap. Dalam mimpi,aku melihat Zihan ada dalam photo keluarga besarku. Ya Allah kuatkan hati ini untuk berbagi kasih sayang dengan saudara baruku, Zihan.

 

Karya : Winda Hari Siregar

Siswa MAN 2 Model Kota Padangsidimpuan

 

564 DIBACA
Rabu,2017-06-07,19:50:16

Camat Perbaungan Libatkan KUA Adakan Safari Ramadan

Rabu,2017-06-07,15:47:26

SMAK Santo Rasul Samosir Buka Pendaftaran Siswa Baru

Rabu,2017-06-07,15:43:41

Pantau Keadaan Lingkungan, Kepala Madrasah Patroli Sendirian

Rabu,2017-06-07,15:42:17

Berdoa Sejenak Sebelum Ujian Merasuki Benak

Rabu,2017-06-07,15:40:33

Persiapan Kegiatan Siswa Setelah Ujian Selesai Dilaksanakan


0 Komentar :