Kamis,2017-10-12,10:45:24

Cinta Butuh Bukti, Bukan Sekedar Untai Kalimat Itu Ini

Cinta Butuh Bukti, Bukan Sekedar Untai Kalimat Itu Ini WKM III Humas MAN Sibolga Khairuman Lubis

Sibolga (Inhum). WKM III Humas MAN Sibolga Khairuman Lubis dalam amanat yang disampaikan didepan seluruh warga madrasah dalam kegiatan rutin apel pagi Kamis, 12 Oktober 2017 mengatakan, menyambung apa yang disampaikan pemberi tausyiah sebelumnya, dimana dalam kata cinta ada upaya bukti yang melekat didalamnya.

“Cinta bukan hanya diungkap begitu saja, cinta bukan sekedar untai kalimat itu, kalimat itu yang diluncurkan begitu saja, akan tetapi cinta jauh dari itu semua, dibutuhkan bukti nyata dengan perbuatan dan tindakan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, cinta tanpa adanya pembuktian bukan sesuatu yang pantas dibanggakan,” demikian kata Khairuman Lubis.

Lebih lanjut Khairuman mengatakan, jika kita menyatakan cinta kepada Allah dan Rasulnya, maka kita harus bertindak, berbuat, bertingkah dan bersikap sesuai dengan apa yang diarahkan oleh agama, menjalankan seluruh perintah dan menghindarkan diri dari semua yang dilarang agama, tanpa terkecuali.

“Jangan berani berani mengatakan aku cinta Allah, aku cinta rasul, tetapi saat adzan berkumandang masih berani menghindarkan diri dari langkah menuju masjid, jangankan untuk sampai dan melaksanakan shalat, jalan menuju kesana saja tidak ada. Yang demikian itu adalah cinta abal abal, cinta yang tak benar sama sekali,” jelas Khairuman Lubis.

Untuk itu kata Khairuman Lubis, yang paling dibutuhkan adalah pembuktian, tindakan nyata, perbuatan benar, bukan hanya sebatas omongan semata. Sama halnya dengan pengakuan cinta pada orangtua, tidak benar kalau hanya dibibir saja, cinta tidak diujung lidah, akan tetapi dalam tindakan kehidupan sehari hari, menjalankan ajaran dan tuntunan dengan benar, mencintai orang tua berarti mengikuti apa yang menjadi nasehat baiknya, dan memberikan mereka rasa bangga dan rasa bahagia, mungkin dengan cara menunjukkan prestasi disekolah dan dirumah.

“Jangan juga mengaku cinta pada sesama jika dalam hati masih ada rasa iri hati, dendam, dengki dan tidak bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Pada inti dasarnya adalah bagaimana seseorang mampu menjalankan semua ketentuan yang ditetapkan oleh agama, sepanjang semua ketentuan itu dapat dijalankan dengan baik, maka kita dapat mengakui dan memproklamirkan bahwa benar kalau kita punya cinta,” jelas Khairuman Lubis. (SDP)

84 DIBACA
Kamis,2017-10-12,10:37:16

Pelantikan PASMANSA MAN 1 Tanjung Pura Sukses

Kamis,2017-10-12,10:12:47

OSIM MAN 1 Tanjung Pura Laksanakan Up-grading Program Kerja 2017-2018

Kamis,2017-10-12,09:24:00

Cinta Segi Empat

Kamis,2017-10-12,09:21:44

Kemenag Deli Serdang Teken MoU dengan KPPN Tebing Tinggi

Kamis,2017-10-12,09:15:24

Dandim 0206 Dairi Terima Kunjungan MIN Sidikalang


0 Komentar :