Senin,2017-11-06,08:15:38

Maafkan Aisyah Nek

Maafkan Aisyah Nek

Ku buka mataku pelan menatap langit-langit rumah. Dua detik kemudian Aku sadar ternyata hari sudah pagi. Hawa dingin yang menusuk dikakiku membuatku terasa malas untuk bangkit, tapi Aku harus sekolah. Kupaksakan diriku untuk bangun, lalu aku sholat subuh, cuci piring dan bersiap-siap untuk sekolah. Saat berpamitan dengan Ibu, ia berpesan padaku,

“Aisyah nanti pulang sekolah jangan lupa jagain nenek ya, kasihan nenek lagi sakit.”

“Memangnya kenapa Bu?”

“Ibu nanti mau keluar kota sama Ayah, Mifta juga ikut. Nanti malam udah sampai kok ke rumah.”

“Tapi ada kak Amel disana”

“Kak Amel kan pulangnya lama”

“Mamanya Kak Amel?”

“Kamu slalu saja membantah kalau soal nenek”

“Iya Bu, maaf.” Dengan perasaan bersalah Aku menjawab, “Aku berangkat dulu, Assalamualaikum.”

****

Tak lama setelah pulang sekolah nenek datang ke rumah. Dengan suaranya yang kecil ia berkata,

“Aisyah.....Aisyah...kamu ada di rumah?”

“Iya ada apa Nek?”

“Nenek pikir kamu gak ada di rumah”

“Nenek duduk aja dulu.” Tanpa memerhatikannya Aku pun bertanya sekedar basa basi. “ Nenek udah makan?”

“Udah.” Jawabnya sambil bangkit dan berkata. “Nenek pulang dulu”.

“Nenekkan baru kesini, nenek duduk aja dulu, Ibu bilang nenek lagi sakit!”

“Iya nenek kurang sehat. Di rumah gak ada orang. Pintu terbuka, kalau ada orang yang datang bagaimana?”ujarnya tergesah gesah.

“Biar nek, biar Aisyah anterin,”

Dengan pelan Aku gandeng tangannya yang keriput. Membawanya keluar. Berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalan yang berbatu.

Hampir lima kali nenek pulang balik. Itu membuatku kesal dan marah. Hingga amarahku tak tertahankan. Bahkan Aku sampai membentaknya.

“Nenek jangan pulang balik terus, nenekkan  lagi sakit. Nanti kalau ada apa-apa, kan Aku juga yang repot. Nenek istirahat aja di rumah bikin capek aja,” ucapku dengan nada tinggi. Aku harus mengantarnya pulang, menyuruhnya istirahat dan jangan pulang balik lagi.”

****

Hari berikutnya seperti biasa kegiatan sehari-hari kulakukan. Saat Aku pulang sekolah, Aku heran mengapa nenek ada disini, tidak seperti biasanya. Nenekkan selalu ingin pulang ke rumahnya, walau jarak rumah kami dengan rumahnya hanya beberapa langkah. Sambil menyalam Ibu dan nenek, Aku bertanya, “Nenek kok ada disini?”

“Kalau pagi nenek tinggal sendirian disana, jadi Ibu ajak nenek kesini. Alhamdulillah nenek mau.”

Rumah ini terasa ramai ada Ibu yang menyuapi nenek makan bubur, Mama dan sepupuku. Aku dan kak Amel bercerita panjang lebar, hingga topik pembicaraan kami habis. Membuat suasana rumah hening. Entah mengapa mataku terasa berat. Pelan Aku berjalan meunju kamar hingga Aku terlelap di atas tempat tidur.

****

Suara isak tangis membangunkan ku dari tidur. Dengan wajah yang bingung aku bertanya pada adikku, “Mifta, kenapa?”.  Namun ia hanya berdiri diam di depan pintu kamar. Aku pun langsung melompat keluar melihat keadaan. Aku melihat nenek yang berwajah pucat tertidur lelap. Namun orang-orang disekitarnya menangis pilu. Ternyata nenek telah pergi dan takkan kembali. Kaki ku bergetar, tak dapat digerakkan. Dadaku terasa sesak. Tak terasa air mataku jatuh membasahi pipiku. Ada rasa penyesalan yang tak terhingga dalam dadaku. Penyesalan demi penyesalan keluar dari bibirku. Aku punya banyak salah padanya. Dan aku tak sempat minta maaf padanya. Aku selalu marah saat nenek datang ke rumah, saat ia menyuruhku untuk membangkit kain jemuran, menutup jendela walau saat itu baru jam empat sore. Yang paling aku sesalkan adalah mengapa aku tidur saat detik detik terakhir kepergian nenek. Mengapa nenek harus pergi, walaupun aku berdoa ribuan kali nenek tak akan kembali.

“Maafkan Aisyah Nek.” Terucap berulang kali dibibirku.

 

Karya : Nurlatifa

Siswi Kelas IX A MTsN Barus Kabupaten Tapanuli tengah

42 DIBACA
Minggu,2017-11-05,20:56:35

Kakankemenag Asahan Buka Kegiatan Pembinaan Keluarga Bahagia Katolik

Minggu,2017-11-05,20:15:32

Zulfa Sujja Sampaikan Materi Kearsipan Hasil Diklat

Minggu,2017-11-05,19:08:01

Peserta Diklat Kearsipan MTsN Meranti Paparkan Hasil Diklatnya

Minggu,2017-11-05,04:56:51

KKD MAN 2 Model Medan Salurkan Bantuan ke Yayasan Yatim Piatu Al-Kahfi Medan

Sabtu,2017-11-04,23:35:47

Penyelenggara Syariah Pantau Langsung Pengukuran Tanah Wakaf


0 Komentar :