Jumat,2017-11-10,08:32:51

Penyesalan Anak Durhaka

 Penyesalan Anak Durhaka

Dipagi hari yang sangat cerah, ibu membangunkan Dina untuk pergi ke sekolah, ’’Nak bangun nak, udah pagi, nanti kamu terlambat ke sekolah loh,’’ ucap ibu sambil membangunkan Dina. “aaaahh, ibu apaan sih, gak usah pegang-pegang aku, iya-iya aku bangun,’’ ucap Dina. Ibu pun terdiam dan langsung pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi. Waktu telah menunjukkan pukul 07.05 WIB, saat nya Dina berangkat ke sekolah dan ibu pun bergegas untuk jualan.

“Nak tunggu, kamu sarapan lah dulu nanti kamu sakit,’’ ucap ibu. “iya-iya aku makan.’’

Setelah Dina usai makan, Dina pun pergi berangkat kesekolah,

“Nak, salam nya?,’’ ’’Apaan sih ibu, aku dah terlambat,’’ Ucap anak itu. Ibu pun sabar menerima semua ucapan anaknya itu.

Sesampainya Dina disekolah, Dina langsung diejek temannya. “Eh, anak tukang kue dating,’’ ucap Rani, “hahahahahh,’’ Dini, Maya, Anggi ketawa.

Rani, Dini, Maya, dan Anggi, mereka adalah anak-anak orang kaya dan nakal, mereka selalu mengejek Dina dan Dina pun  terdiam dan merasa malu.

****

Dina pun pulang dari sekolah. Sesampainya di rumah dia marah-marah, dan merusak barang barang di rumah. Ibu pun kaget dan langsung berlari kerumah.

’’Nak, istighfar,’’ ucap ibu. “Apa ibu bilang, istighfar?, Untuk apa bu istighfar, tapi nasib kita gak berubah,’’ ucap Dina sambil menangis. “Ada apa nak?” Tanya ibu. “Aku malu bu, aku malu ibu jualan kue, aku selalu diejek teman-teman aku. Pokoknya ibu harus berhenti jualan kue,’’ ucap Dina. Ibu pun terdiam sambil menangis.

Pada suatu malam tiba-tiba Dina lapar, “buuuuuu!” teriak dina, “Iya, nak” ucap ibu. “Bu, aku lapar, aku mau makanan yang enak,’’ ucap Dina. “iya nak, tunggu ya ibu beli kan,’’ jawab sang ibu. Sesampainya di rumah, ibu memberikan makanan tersebut kepada Dina. Dengan merasa sangat senang Dina pun membuka makanannya, dan dia kaget melihat isi makanannya, saat itu juga Dina melempar makanan dihadapannya sambil berkata, ’’Makanan apaan ini?, makanan begini dibilang makanan enak, makanan kayak bebek ginii,’’ ucap Dina dengan lantang. “Maafkan ibu nak, uang ibu hanya cukup untuk membeli ini.” ucap ibu sambil menangis dan Dina pun pergi meninggalkan ibunya begitu saja.

Keesokan harinya, Dina pulang dengan teman-temannya Ica, Edo, Salma, dan Rika. Mereka mampir sebentar di rumah Dina. Tiba-tiba ibunya datang pakai baju compang-camping.

“Eeeh...Dina, sudah pulang nak,’’ucap ibu. Entah kenapa teman-teman semua heran.

“Itu ibu kamu Din?’’ tanya Salma. “hmmmmm..nggaklah itu pembantu.” ucap Dina dengan suara keras. “ooh” ucap Salma.

Tanpa sengaja ibu mendengar perkataan anaknya itu. Ibu pun tak sanggup menahan air mata dan menangis. Betapa sakitnya hati seorang ibu mendengar perkataan anaknya itu. Tak lama kemudian, teman-temannya pun pamit hendak pulang. “hmmmm..Din, kami pulang dulu ya,’’ ucap Edo. “Iyaaa, baaay,’’ ujar Dina  sambil melambaikan tangan.

****

Besok adalah hari ulang tahun Dina. Dina berpikir akan mengajak teman-temannya makan malam di restoran.

’’Buuuu’’ panggil Dina. “iya, nak’’ jawab ibu. “Bu, besok aku ulang tahun dan aku mau mengajak teman-teman makan malam di restoran, ibu setuju kan?” ucap Dina. “Tapi nak, uang ibu nanti tidak cukup untuk membayar itu,” ucap ibu. “’Pokoknya, ibu harus mau, terserah ibu mau minjam uang ke siapa, mau ke tetangga, mau ke bank, pokoknya aku gak mau tau, besok aku mau mengajak teman-teman makan malam ke restoran.” Dina pun pergi meninggalkan ibu begitu saja. Ibu tidak tahu apa yang akan dia lakukan, ibu pun langsung pergi ke rumah tetangga untuk meminjam uang. Akhirnya, ibu pun mendapat uang itu.

Hari yang ditunggu Dina pun tiba. umur Dina sekarang adalah 17 tahun. Disekolah, Dina mendapat kejutan dari teman-temannya, Dina sangat bahagia. Sesampainya Dina ke rumah, Dina mendapat kejutan dari ibu. ”Selamat ulang tahun anakku,’’ ucap ibu dengan senang. Dina kaget dan marah, ’’apa-apaan ini ibuuuu!, kalok ibu mau merayakan ulang tahun aku, kuenya jangan kayak gini, masa kuenya cuma bakwan, tempe goreng, sama tahu goreng.’’ ucap Dina sambil marah. Dina melempar semua makanan itu. Ibu pun menangis dan tidak bisa berkata apa-apa. “oh. ya, uang buat makan malam nanti sudah dapat nggak?’’ ucap Dina. “Sudah nak,’’ ucap ibu sambil menangis. “oh, baguslah, mana uang nya?’’, ’’ini,nak” ucap ibu. Dina pun pergi begitu saja.    

****

Malam pun telah tiba. Dina pergi makan malam bersama teman-temannya. Sudah pukul 01.05 WIB, Dina belum juga pulang ke rumah. Entah kenapa ibu merasa khawatir, ibu pun langsung mengambil wudhu dan sholat tahajud. Setelah selesai sholat tahajud, ibu menerima telepon dari rumah sakit bahwa anaknya luka parah karena kecelakkan. Ibu pun langsung pergi ke rumah sakit. Tetesan air mata terus keluar dari mata ibunya. Sesampainya di rumah sakit, ibu langsung melihat keadaan anaknya yang tidak sadar. Ibupun menanyakan keadaan anaknya kepada dokter.

“Dokter, bagaimana keadaan anak saya?’’ tanya ibu. “’Anak ibu mengalami kelumpuhan dibagian kakinya,’’ jawab dokter.

Tidak lama kemudian Dina pun sadar. ’’Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar,” ucap ibu sambil tersenyum. “buuuuuu, kenapa aku ada disini?, buu....kaki aku kok tidak bisa digerakkan? kenapa ini buuu?” ucap Dina sambil menangis. Ibu hanya terdiam sambil menangis.

****

Sudah 2 minggu Dina dirawat di rumah sakit. Akhirnya Dina sudah bisa pulang ke rumah. Dari rumah sakit sampai ke rumah ibu mendorong Dina naik kursi roda. Di sepanjang jalan Dina hanya terdiam. “Alhamdulillah, akhirnya kita sampai juga dirumah,’’ ucap ibu. Sudah 2 minggu lebih Dina libur sekolah. Teman-temannya pun pergi menjenguk Dina kerumahnya. Edo, Salma, Ica, dan Rika menangis melihat keadaan Dina. “Dina, besok kamu sekolah kan?’’ tanya Rika. “hmmm…iya, aku sudah kangen sekolah,’’ ucap Dina. Semua teman-temannya tersenyum bahagia.

Keesokan harinya, Dina dibangunkan ibu untuk sekolah. “Nak, bangun...sekolahkan?’’ tanya ibu. “iya, bu’’ jawab Dina.

Ibu pun memasak sarapan pagi untuk Dina. Setelah selesai Dina pun makan. Ibu menyuapkan Dina makan, memasangkan sepatu Dina, mengantarkan Dina ke sekolah. Dina merasa menyesal karena telah durhaka kepada ibu. Dina pun telah pulang sekolah. Sesampainya di rumah ibu langsung membuka sepatu Dina dan menyuapkan Dina makan. Dina sadar bahwa ibu nya  sangat sayang kepadanya. Dina menangis dan minta maaf kepada ibunya. “Bu, Dina minta maaf, Dina merasa bersalah, Dina menyesal telah durhaka kepada  ibu, Dina minta maaf’’ ucap Dina sambil menangis. “Ibu sudah memaafkan kamu nak sebelum kamu meminta maaf kepada ibu,” ucap ibu sambil menangis. Mereka pun saling berpelukan.      

 

Karya : Annisa Salsabilah Munthe

Siswi MTsN Barus Kabupaten Tapanuli Tengah

20 DIBACA
Jumat,2017-11-10,07:05:10

Penataan Tatalaksana Faktor Sukses Reformasi Birokrasi

Kamis,2017-11-09,21:26:13

Generasi Muda Perlu Meningkatkan Interaksi yang Lebih Baik Dengan Sesama

Kamis,2017-11-09,18:56:41

Kepala MIN Sei Dua Hulu Hadiri Tabligh Akbar dan Deklarasi Narkoba

Kamis,2017-11-09,18:16:12

MAN Tanjung Morawa Gelar Rapat Persiapan UNBK

Kamis,2017-11-09,18:13:33

DWP Kemenag Madina Buat Sabun Cair Pencuci Piring


0 Komentar :