Senin,2017-11-13,08:59:50

Zona Integritas Adalah Tujuan, WBK dan WBBM Adalah Proses

Zona Integritas Adalah Tujuan, WBK dan WBBM Adalah Proses ASN Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal Mengikuti Apel Pagi dan mendengarkan amanat pembina apel pagi

Panyabungan (Inuhum).  Zona Integritas adalah tujuan akhir, bukan WBK atau WBBM yang menjadi tujuan, tapi WBK atau WBBM adalah proses menuju Zona Integritas, suatu satuan kerja atau lembaga yang telah menjadi WBK/WBBM harus menjadi pilot project dan benchmark untuk satuan kerja atau lembaga lainnya yang WBK dan WBBM.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Drs. H. Muksin Batubara, M. Pd pada saat apel pagi Senin, 13 November 2017, menyampaikan bahwa seluruh unit kerja dan ASN harus berpartisipasi aktif dan punya peran dalam pemabngunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilakukan secara mandiri (self assessment) di satua kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal ini.

Berdasarkan keputusan Rapat Koordinasi  Tata Laksana Dan Penilaian Zona Integritas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon III dan Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten / Kota se Sumatera Utara yang diselenggarakan di Hotel Prime Plaza Kualanamu Deli Serdang, tanggal 9 s.d 10 November 2017, bahwa seluruh satuan kerja untuk melakukan penilaian mandiri pelaksanaan pembangunan zona integritas melalui instrumen penilaian yang terdapat pada aplikasi Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) selambat lambatnya pada tanggal 31 Desember 2017.

Muksin Batubara juga menambahkan bahwa akan dibentuk Tim yang akan bertugas melakukan penilaian mandiri ini, dan seluruh dokumen penilaian yang dibutuhkan agar dipersiapkan oleh seluruh unit kerja, agar kerja Tim PMPZI dapat bekerja dengan cepat mengingat limit waktu yang tersisa 47 hari lagi.

Ditegaskannya bahwa sesuai dengan hasil evaluasi Inspektorat Jendral dan Badan Pemerika Keuangan (BPK) terhadap penilaian kinerja Kementerian Agama, ada 3 satuan kerja yang rawan akan praktek korupsi, pengutan liar dan rendahnya pelayanan publik, pertama Kantor Urusan Agama (KUA), kedua lembaga pendidikan yang dikelola Kementerian Agama Madrasah, Sekolah Agama dan Perguruan Tinggi, serta yang ketiga adalah proses pelaksanaan haji, mulai dari pendaftaran, pembinaan dan pelaksanaan haji.

Diakhir arahannya Muksin Batubara meminta kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas dan disiplin kerja terutama masih adanya 30% lebih anggaran yang belum terserap dan terealisasikan, berprilaku dan menjunjung tinggi 5 nilai budaya kerja serta Kode Etik Pegawai Kementerian Agama, dan tak kalah pentingnya dalam menjalankan tugas selalu berpedoman dengan aturan dan regulasi yang ada dan berlaku, dan tidak mencoba coba atau berniat untuk berbuat sesuatu yang tidak dibenarkan atau yang melanggar hukum. (ARH)

50 DIBACA
Minggu,2017-11-12,21:35:11

MIN Aek Loba Pekan Tingkatkan Kemampuan dan Keterampilan Guru dengan KKG

Minggu,2017-11-12,19:58:04

Penyuluh Agama Islam Pembaca Doa HKN 2017

Minggu,2017-11-12,17:02:04

Mahasiswa STAI As-Sunnah Prodi PBA Observasi Pengembangan Kurikulum MAN Tanjung Morawa

Minggu,2017-11-12,10:58:52

Kakankemenag Tapsel Buka Kegiatan Pembinaan Guru Bidang Studi PAK

Sabtu,2017-11-11,23:52:19

Kepala KUA Kecamatan Kisaran Timur Hadiri Muktamar ke-7 DMI


0 Komentar :