Senin,2017-11-13,14:45:21

Siswa MTsN Besitang Menciptakan Alat Ukur Kemiringan Sudut Akurat dari Bahan Bekas

Siswa MTsN Besitang Menciptakan Alat Ukur Kemiringan Sudut Akurat dari Bahan Bekas Penemuan Alat Ukur dari Bahan Bekas

Besitang (Inhum). Saat ditemui di ruang kelas VII-3 hari ini senin 13 Nopember 2017,Aura salah satu ketua kelompok belajar matematika dikelas tersebut terdengar sangat antusias dalam menjelaskan kegunaan alat ciptaan mereka tersebut,ini dibuat  dari bahan –bahan bekas yang tidak terpakai dirumah kami masing-masing yang kami kumpulkan ,berupa pipa bekas,papan triplek bekas dan lain lain.

Alat ini walau terlihat sederhana namun secara akurat dapat mengukur sudut kemiringan suatu bangunan,mengukur kemiringan lereng bukit terhadap lereng bukit dan masih banyak lagi.dan pastinya dapat menggantikan alat water pass pada tukang bangunan yang menggunakan prinsip keseimbangan air.

Pada saat pembelajaran materi sudut dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mencari solusi agar kebutuhan kita terhadap pengukuran  sudut dapat dipenuhi dengan alat yang sederhana lagi murah.alat ukur kemiringan tersebut lebih akurat dari water pass.Karena dapat mengukur kemiringan persatuan derjat.Alat ini juga dapat membantu mengukur ketinggian suatu bangunan dan dapat pula membantu mengukur lebar sungai.

Kepada Inhum Kepala Madrasah Tsanawiyah negeri Besitang Idawati mengatakan bahwa sesuai dengan Visi dan Misi  madrasah serta program kerja madrasah yang menerapkan sekolah adiwiyata,guru-guru disini memang sepakat untuk menerapkan bahan tidak terpakai untuk dimanfaatkan dalam proses belajar siswa, keterampilan memanfaatkan kertas koran bekas,botol plastikdll.untuk membuat karya keterampilan siswa.

"Diharapkan dengan begitu siswa terbiasa memanfaatkan barang bekas menjadi barang dengan fungsi baru.menjadikan siswa berfikir kritis dan kreatif. Serta dapat memangkas biaya pendidikan dari orang tua,karena semuanya gratis," ungkapnya.

Idawati sangat mengapresiasi dukungan guru-guru yang memotivasi siswanya untuk lebih kreatif lagi.Minimal dengan pembelajaran ini siswa/i tersebut terbiasa untuk berpikir kritis dalam menciptakan hal-hal baru  yang lebih sederhana dan bermanfaat.Karena dimasa depan kita membutuhkan ilmuan muslim yang berkualitas dan berakhlak mulia.

18 DIBACA
Senin,2017-11-13,13:34:54

Manusia Sekarang Ini Harus Memahami Pentingnya Informasi Teknologi

Senin,2017-11-13,12:23:24

Kakankemenag Asahan Buka Kegiatan Pemberdayaan Zakat Zona III

Senin,2017-11-13,11:59:17

Paskibra MTsN 3 Medan Raih Prestasi pada Kreasi Paskibra Berkompeten 2017

Senin,2017-11-13,11:50:29

MTsN Stabat Tuan Rumah GASUKU dan UKT

Senin,2017-11-13,11:09:42

Siswa MIN Simpang Empat Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun


0 Komentar :