Senin,2017-11-13,21:46:22

KUA Panyabungan Fasilitasi Bimbingan Manasik Haji

KUA Panyabungan Fasilitasi Bimbingan Manasik Haji Ketua MUI Mandailing Natal H. Mahmuddin Pasaribu menyampaikan bimbingan manasik bagi CJH Kecamatan Panyabungan di Masjid Agung Nur Ala Nur Aek godang Panyabungan

Panyabungan (Inhum). Kantor Urusan Agama Kecamatan Panyabungan gelar bimbingan manasik haji bagi 154 Calon Jamaah Haji (CJH) Kecamatan Panyabungan yang digelar di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan, Senin 13 November 2017.

Kepala KUA Panyabungan H. Sutan Hasibuan, S. Ag, MH menyampaikan kepada Humas Kemenag Mandailing Natal bahwa bimbingan manasik yang digelar hari ini adalah yang pertama, setelah Senin, 6 November 2017 kemarin telah dilangsungkaan pembukaannya yang dibuka langsung ole hKepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Drs. H. Muksin Batubara, M. Pd, dan pada hari ini menghadirkan Ketua MUI Kabupaten Mandailing Natal H. Mahmuddin Pasaribu sebagai guru pembimbing manasik dengan materi ibadah umroh.

Mahmuddin Pasaribu menyampaikan bahwa umrah adalah berkunjung ke Ka’bah yang ada di Makkatul Mukarromah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah diatur/ditetapkan dalam Al-Qura’an dan Sunnah Rasulullah SAW, ada beberapa syarat dari pelaksanaan ibadah umroh itu, yaitu beragama islam, aqil baligh, merdeka dan mampu.

Dia juga menambahkan bahwa pelaksanaan ibadah umroh itu hanya memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam, mulai dari rukun pertama hingga rukun terakhir, yang dimulai dari berniat ihram di miqot, apakah itu di Tanim, Zihrona atau Hudaibiyah yang merupakan tempat untuk berniat dan mulai umroh, kedua thawaf yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kaali putaran yang dimulai dan di akhiri di sudut hajar aswad.

Sai rukun yang ketiga, yaitu berjalan kaki bolak balik sebanyak 7 kali yang dimulai dari bukit Shafa diakhiri di bukit Marwah dan dipilar hijau atau lampu berhijau disunatkan berlari lari kecil bagi jamaah laki laki, yang terakhir atau yang keempat tahallul yaitu larangan yang dihalakan yang disimbolkan dengan menggunting atau mencukur rambut yang menandakan bahwa pelaksanaan rangkaian ibadah umroh telah selesai.

Mahmuddin Pasaribu menegaskan bahwa pelaksanaan rangkaian rukun ibadah umroh itu harus tertib, artinya semua rukun ibadah itu harus dikerjakan secara berurutan mulai dari rukun pertama, kedua dan seterusnya dan harus dilakukan secara tertib dan sesuai tuntunan yang disyariatkan.

Kepala KUA Panyabungan Sutan Hasibuan yang memfasilitasi pelaksanaan bimbingan manasik ini mengapresiasi kehadiran para CJH yang demikian semangat dan antusis menghadiri serta  mengikuti bimbingan manasik haji ini, dan berharap para jamaah mengetahui, memahami dan mampu melaksanakan rangkaian rangkaian ibadah haji di tanah suci secara mandiri nantinya tanpa ketergantungan kepada orang lain. (ARH)

46 DIBACA
Senin,2017-11-13,21:41:51

Saat Kita Bersyukur Semua Terasa Mudah Dan Indah

Senin,2017-11-13,21:27:21

Bangga Menjadi Satpam Walau Banyak Orang Menganggap Sebelah Mata

Senin,2017-11-13,20:50:32

Kakankemenag Asahan Beri Bimbingan Manasik Haji KBIH Al Haramain

Senin,2017-11-13,19:35:18

MAN Kabanjahe Laksanakan Simulasi UNBK Hari Pertama

Senin,2017-11-13,18:35:23

Pangkostrad Apresiasi Siswa yang Berprestasi di MAN 1 Medan


0 Komentar :