Bahaya Sampah Dalam Kehidupan Manusia

Bahaya Sampah Dalam Kehidupan Manusia Guru Prakarya dan Mulok MAN Sibolga Affan Bagus Handoko

Sibolga (Inhum). Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai atau pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang paling cocok bagi beberapa organisme yang dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia, tempat yang kurang baik itu juga sangat menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan binatang lain yang dapat menimbulkan penyakit, sehingga lokasi dan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian semua pihak, tanpa terkecuali.

Demikian penyampaian Guru Prakarya dan Mulok Affan Bagus Handoko dalam kegiatan rutin apel pagi Sabtu, 10 Maret 2018 di halaman utama MAN Sibolga. Affan Bagus mengatakan, potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan sampah sangat banyak, variatif dengan tingkat penanganan yang juga beragam, sehingga sampah tidak boleh dipandang sebelah mata, tidak boleh dibiarkan begitu saja.

“Akibat dari penanganan sampah yang salah termasuk diantaranya adalah penyakit diare, kolera, tifus dan lainnya yang dapat menyebar dengan cepat. Virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum, udara dan media lainnya sehingga menimbulkan gangguan bagi manusia,” demikian kata Affan Bagus Handoko.

Lebih lanjut Affan mengatakan, penyakit demam berdarah atau yang dalam bahasa ilmiah disebut haemorhagic fever dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai, kemudian penyakit jamur dapat juga menyebar, misalnya jamur kulit. Begitu pula dengan penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita atau taenia.

“Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/ sampah, baru kemudian masuk kedalam tubuh manusia jika mengkonsumsi daging yang kurang matang. Belum lagi soal sampah beracun, dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa atau Hg,” jelas Affan Bagus.

Raksa ini lanjut Affan Bagus berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator. Sebagai daerah pantai, warga Kota Sibolga juga harus benar benar memperhatikan kondisi laut yang pada kenyataan hari ini sudah terlampau banyak dikontaminasi oleh sampah, semuanya harus mencoba memperhatikan itu dengan baik, membangun upaya untuk lebih baik, jangan tunggu ada korban baru melakukan tindakan, harap Affan Bagus Handoko. (SDP)

87 DIBACA

Jangan Abaikan Kekuatan Doa

Lima Budaya Kerja Modal Kita Dalam Setiap Pelaksaan Tugas

Karommah Kota Pematangsiantar Berakhir

MAN 2 Model Medan Juara I LKTI Agriment Himahagri FP UISU

Kemenag Siantar Gelar Workshop Pemantapan Kurikulum 2013