Kepala KUA Panyabungan Terus Berupaya Wujudkan CJH Mandiri

Kepala KUA Panyabungan Terus Berupaya Wujudkan CJH Mandiri Kasi Bimas Islam Kemenag Mandailing Natal H. Ahmad Zainul Khobir, S. Ag, MM sebagai guru pembimbing manasik haji bagi CJH Kecamatan Panyabungan di Masjid Agung Ala Nur Aek Godang Panyabungan

Panyabungan (Inhum). Kantor Urusan Agama Kecamatan Panyabungan kembali menggelar dan memfasilitasi bimbingan manasik haji bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Kecamatan Panyabungan, bertempat di Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang Panyabungan, Senin, 9 April 2018.

Menurut Kepala KUA Panyabungan H. Sutan Hasibuan, S.Ag, MH ini kepada perilis berita Kemenag Mandailing Natal Armen Rahmad Hasibuan, bahwa bimbingan manasik haji ini adalah pertemuan yang ke - 22 dari 25 pertemuan yang disepakati oleh seluruh Calon Jamaah Haji (CJH) Kecamatan Panyabungan, dengan jumlah CJH yang mengikuti bimbingan manasik sebanyak 123 orang yang hadir saat ini, dari 126 orang, 3 orang CJH telah meninggal dunia, mendahului memenuhi panggilan Allah SWT.

Sutan Hasibuan juga menambahkan bahwa KUA Kecamatan Panyabungan hanya memfasilitasi para CJH Kecamatan Panyabungan untuk mendapatkan bimbingan manasik haji, dengan menyiapkan tempat dan guru pembimbing manasik haji, dalam rangka mewujudkan CJH yang mandiri dan mampu, serta meraih haji/hajjah mabrur.

"Mengingat CJH Kecamatan Panyabungan dengan masa atau daftar tunggu selama 7 tahun, dan rata rata 50% adalah petani, dan juga sebagian besar berusia lanjut, serta berpendidikan rata rata hanya sampai SMP," katanya.

Dismping itu ketidak adaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Kabupaten Negeri Beradat Taat Beribadah ini, seperti di kota kota besar, hal inilah yang mendorong KUA Kecamatan Panyabungan dan Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal memfasilitasi CJH untuk mendapatkan bimbingan manasik haji.

Sementara itu Kasi Bimas Islam Kemenag Mandailing Natal H. Ahmad Zainul Khobir, S. Ag, MM sebagai guru pembimbing manasik haji saat itu menyampaikan tentang proses dan kegiatan yang akan diikuti oleh para CJH nantinya pada saat masuk Asrama Haji Embarkasi Medan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengarahan dari Garuda tentang penerbangan, menganai barang bawaan dari Bea Cukai, serta penerimaan living cost biaya hidup dan pasport jamaah haji sebagai persyaratan resmi dalam melakukan perjalanan ke luar negeri.

Khobir juga menekankan kepada para CJH baik yang gelombang I maupun yang gelombang II, untuk tetap mendisiplinkan diri, dan membudayakan sistem antrian pada saat pemeriksaan buku kesehatan dan paspor jamaah di bandara Amir Muhammad Madinah maupun di King Abdul Aziz Jeddah. (ARH)

79 DIBACA

Sekretaris Pokjaluh Kemenag Madina Narasumber Pelatihan Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN

Kakankemenag Pakpak Bharat Monitoring UNBK di MAS SIbande

Bijaklah Bermedia Sosial Demi Keutuhan NKRI

Server Jaringan, Komputer Klen Semua Berjalan Lancar

MAN Kabanjahe Ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer Untuk Tahun Kedua