PENGEMBANGAN BATIN (BHAVANA)

PENGEMBANGAN BATIN (BHAVANA)

Pada Paritta Buddhanussati disebutkan sifat luhur seorang Buddha adalah Samma Sambuddho yang artinya Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna diantaranya adalah sempurna pengetahuan serta tindak tanduknya, sempurna menempuh jalan ke Nibbana, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya serta guru bagi para dewa dan manusia. Kesempurnaan tersebut merupakan hasil dari pelaksaaan Jalan Mulia Berunsur Delapan (Hasta Ariya Magga) yang salah satunya adalah konsentrasi benar (Samma Samadhi) untuk pengembangan batin yang lebih baik.

Dalam Angutara I:14  dijelaskan bahwa Samadhi (pemusatan pikiran) terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu:

  1. Samatha Bhavana adalah pengembangan batin yang dicapai melalui latihan konsentrasi pikiran untuk mencapai ketenangan batin, dengan memfokuskan pikiran pada satu objek. Ketidaktenangan batin terjadi karena pikiran kita mudah goyah dan tidak terfokus pada satu hal, namun selalu memikirkan hal yang terjadi di masa lalu ataupun di masa yang akan datang sehingga menimbulkan kegelisahan atau kekhawatiran. Terdapat 40 (empat puluh) objek meditasi dalam samatha bhavana yang terdiri dari sepuluh wujud benda (tanah, air, api, udara, biru, kuning, merah, putih, cahaya, ruang), sepuluh wujud kekotoran jenasah (membengkak, menghitam, bernanah, terpotong-potong, tercabik-cabik, digerogoti ulat, rusak, berdarah, kerangka), sepuluh perenungan (sifat luhur Buddha, Dhamma, Sangha, kebajikan, murah hati, para dewa, kedamaian, kematian, jasmani, pernafasan), empat keadaan luhur (cinta kasih, belas kasih, turut bergembira, keseimbangan batin), satu persepsi terhadap makanan yang membusuk, satu analisis terhadap empat unsur pembentuk jasmani, empat perenungan alam tanpa batas.
  2. Vipassana Bhavana adalah melihat segala sesuatu secara mendalam sehingga menghasilkan suatu pandangan terang dengan cara mengamati segala fenomena yang terjadi dalam diri, melihat dengan jernih berbagai kondisi batin yang ada pada diri kita, ada yang baik untuk terus ditingkatkan dan yang buruk untuk dapat diarahkan menjadi baik. Hal tersebut dilakukan menuju tercapainya keadaan batin yang lebih baik. Adapun objek meditasi vipassana bhavana adalah batin dan jasmani atau kelompok kehidupan (panca khanda) yang terdiri dari perenungan terhadap jasmani, perenungan terhadap perasaan, perenungan terhadap pikiran, perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran.

Pemilihan objek dilakukan berdasarkan karakter masing-masing seperti: watak penuh nafsu, watak kebencian, watak kebodohan, watak kebimbangan, watak cerdas, watak mudah percaya. Kecocokan objek dengan watak seseorang akan mempermudah pengembangan batin yang lebih baik, contohnya adalah watak penuh nafsu sebaiknya menggunakan objek makanan yang membusuk sehingga memunculkan kejijikan dan kemuakan terhadap suatu hal dan akhirnya keserakahan/penuh nafsu perlahan-lahan akan lenyap, sedangkan untuk watak cerdas dapat menggunakan objek perenungan sifat luhur sehingga memperkuat niat kita untuk mempraktekkan.

Banyak rintangan yang akan dihadapi dalam melaksanakan meditasi pengembangan batin, dalam Sutta Nipata, Padhana sutta disebutkan yaitu keinginan indera, kehilangan semangat, lapar dan haus, nafsu keinginan, kemalasan dan kelambanan, penghinaan dan keras kepalaan, keuntungan, pujian, penghormatan dan nama buruk dan memuji diri sendiri dan memandang rendah pihak lain. Untuk mengatasi hal tersebut Buddha menyarankan agar melawan pikiran buruk dengan pikiran yang baik, mengetahui akibat perbuatan yang buruk, melepaskan segala kemelekatan, memahami sebab munculnya pikiran buruk dan menggunakan kemampuan jasmani untuk dapat bertahan dalam konsentrasi yang mendalam dan terpusat sehingga bermanfaat memberi kebahagiaan dalam masa kehidupan sekarang dan kehidupan berikutnya serta kebebasan dari kekotoran batin yang menghambat perkembangan kemajuan batin untuk mencapai kesucian. 

Oleh: Upc. Made Adhiguna Samvara, S.Ag, S.Sos, M.Si

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

55 DIBACA

Menunggu Kedatangan Yesus Kedua Kali

Makna Dasar Idul Fitri

Ayo Berangkat!

Siswa MAN 2 Tanjung Pura Ikuti Upacara Harlah Pancasila

Kepala MAN 2 Berangkatkan Tim Safari Ramadan