Kamis, 4 April 2013, 00:28 – Lain Lain
Ribuan Santri MDTA Ikuti Manasik Haji Akbar IGDT Deliserdang

Lubuk Pakam (Hukmas & KUB) Ribuan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Minggu (30/3) mengikuti praktek manasik haji akbar perdana yang digelar Ikatan Guru Diniyah Takmiliyah (IGDT) Kabupaten Deliserdang di Asrama Haji Pangkalan Masyhur, Medan. Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Deliserang Drs H Dur Brutu MA.

Ketua IGDT Deliserdang Khairul Anwar MA menegaskan, manasik haji akbar perdana tersebut merupakan salah satu momentum kebangkitan bagi dunia MDTA yang dicanangkan IGDT menjadikan tahun 2013 sebagai kebangkitannya.

Hal ini katanya sejalan dengan pencanangan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Pusat yang menjadikan tahun 2013 sebagai kebangkitan nasional bagi dunia madrasah termasuk MDTA. Di Deliserdang sejarah baru sudah terwujud lewat upaya IGDT mendorong pemerintah mengalokasikan insentif kesejahteraan bagi guru MDTA.

“Di Deliserdang kita sudah membuka sejarah baru. Pemkab Deliserdang sudah menganggarkan melalui APBD untuk 1.290 guru MDTA insentif kesejahteraan sebesar Rp150 ribu per bulan” tandasnya.

Upaya menjadikan 2013 sebagai tahun kebangkitan dunia MDTA di Deliserdang akan terus dilakukan IGDT sebagai tempat berhimpun guru-guru MDTA dengan mendorong Pemkab dan legislatif untuk melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Wajib MDTA sehingga anak-anak muslim harus mendapatkan pendidikan agama.

Menurut Khairul, perjuangan IGDT untuk mendorong lahirnya Perda Wajib MDTA merupakan tantangan berat namun harus dilakukan dalam upaya mengangkat harkat derajat MDTA dari marjinalisasi yang selama ini belum terangkat.

“Tahun 2013 ini, IGDT bertekad akan menjadikannya sebagai momentuk kebangkitan MDTA di Deliserdang” tegasnya. Penegasan senada juga dikatakan Penasehat IGDT Deliserdang Drs Syarifuddin Rosha yang menilai, organisasi tersebut telah mampu meletakkan fondasi keimanan sejak dini kepada anak-anak muslim di Deliserdang.

MDTA merupakan awal memberikan bekal pendidikan agama sehingga cita-cita untuk melahirkan Perda MDTA memang harus dilakukan. Pasalnya, dengan lahirnya Perda ajib MDTA, maka setiap anak muslim di Deliserdang harus masuk ke MDTA dan tidak dibolehkan masuk ke jenjang pendidikan formal lainnya bila tidak memiliki sejenis ijazah MDTA.

Apresiasi

Kepala Kemenag Deliserdang Dur Brutu sebelum membuka secara resmi manasik haji akbar perdana IGDT mengatakan, manasik haji merupakan bagian upaya untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai ajaran Islam sejak dini kepada anak-anak yang orientasinya ke depan agar mereka menjadi generasi beriman dan bertakwa kepada Allah swt.

Diyakinkannya, praktek manasik haji yang dilaksanakan akan menjadi kenangan indah terpatri dalam lubuk hati santri MDTA di Deliserdang sehingga mendorong keinginan mereka setelah dewasa untuk menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut.

Kepada IGDT Deliserdang yang telah memprakarsai manasik haji akbar untuk tingkat MDTA tersebut, Dur menyampaikan apresiasinya dan berharap IGDT terus memberikan kontribusi positif bagi masa depan dunia MDTA di masa mendatang. Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Abdul Latif S Pdi memaparkan, manasik haji akbar perdana IGDT diikuti 3.500 lebih santri dari 346 MDTA se-Deliserdang sekaligus meminta maaf atas ketidaknyamanan pelaksanaannya yang akan dievaluasi agar lebih baik masa mendatang. (anl)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.076291 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1377845
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.