Rabu, 15 Mei 2013, 23:38 – Pendis & Madrasah
Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sumut : Hanya 8 Persen Madrasah Negeri di Sumut

Medan (Infomas). Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut Drs. H. Yulizar, M.Ag menyatakan dari jumlah RA dan Madrasah yang ada di Sumut hanya 8 % yang Negeri dan selebihnya 92 % dikelola oleh Swasta. Bahkan untuk RA seluruhnya dikelola oleh Swasta, sementara MIN hanya ada 125 buah, MTsN ada 60 dan MAN 41 lembaga. Perbandingan ini tentunya sangat jauh dari sekitar 619 MIS, 831 MTsS, dan 391 MAS. Dengan demikian sebagian besar pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 tentunya sangat dipengaruhi oleh kondisi masyarakat, dalam hal ini Yayasan/Badan yang mengelola pendidikan. Demikian disampaikan Kabid Pendidikan Madrasah dalam pertemuan diskusi dan konsultasi rencana penyusunan Renja 2014 bersama Tim USAID PRIORITAS di ruang Sidang Bidang Pendidikan Madrasah selasa (14/5).

Lebih lanjut Yulizar menyatakan penyebaran Madrasah Negeri di Sumut tidak merata di 33 Kab/Kota. Seperti di beberapa daerah ada yang mempunyai MAN tapi tidak ada MTsN dan MIN, demikian juga sebaliknya seperti di Kep. Nias dan di Pakpak Bharat. Di Kab. Samosir sama sekali belum ada lembaga madrasah baik negeri maupun swasta. Dalam rangka pembinaan madrasah swasta maka Kementerian Agama membentuk KKM (Kelompok Kerja Madrasah) dan menugaskan madrasah negeri sebagai pembina madrasah swasta di daerahnya. Disisi lain madrasah negeri (MIN, MTsN, dan MAN) adalah satker yang mengelola anggaranya sendiri, sehingga tidak ada interpensi dari Bidang Pendidikan Madrasah dalam pengelolaan anggaran di madrasah. Bidang Pendidikan Madrasah hanya melakukan koordinasi dalam pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan. ” Inilah bedanya pengelolaan pendidikan antara Kemenag dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota”, kata Yulizar.

Program Prioritas

Menjawab pertanyaan Tim USAID PRIORITAS tentang Program Prioritas Bidang Pendidikan Madrasah, Yulizar menyatakan bahwa Program Prioritas Kementerian Agama RI Cq. Ditjen Pendis lah yang dilaksanakan di Sumut sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No. 13 tahun 2012 tentang Instansi Vertikal Kementerian Agama.

Sementara itu Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan menyatakan tujuan pertemuan ini adalah untuk menjajaki sejauh mana dapat dilakukan kerjasama antara USAID PRIORITAS dengan Kemenag Sumut, khususnya Bidang Pendidikan Madrasah dalam rangka menyusun renja pendidikan madrasah 2014-2018.

Penjelasan Agus Marwan ini kemudian dipertegas oleh Mark Heyward (GMA USAID PRIORITAS) yang menyatakan bahwa USAID PRIORITAS merupakan tindak lanjut dari DBE (Decentralized Basic Education) yang fokus utamanya adalah pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Menurut Mark, fokus ini terdiri dari 3 komponen yaitu, Meningkatkan mutu proses belajar mengajar dan mutu madrasah, tata layanan pemerintahan dan layanan pendidikan, baik di Pusat, Provinsi, maupun di Kab/Kota, serta ubungan dan koordinasi antar semua lembaga terkait tentang kebijakan yang dikeluarkan dalam masalah pendidikan.

Peningkatan Mutu Guru

Selanjutnya Mark mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus berorientasi kepada peningkatan mutu guru, meskipun dengan dana yang terbatas. Untuk itu diperlukan data yang akurat dalam membuat planing (perencanaan) bagaimana kerjasama yang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan yang meliputi mutu guru, kepala madrasah maupun pengawas. Bantuan yang diberikan oleh USAID PRIORITAS adalah bentuk yang bersifat teknis termasuk sistem perencanaan dan pengelolaan madrasah, dan hasil yang diharapkan adalah agar anak didik di madrasah menjadi lebih baik.

Menyambung Mark, GSM USAID PRIORITAS AOS Santoso H menanyakan apakah Sumut sudah mencapai target dalam Angka Partisipasi Kasar (APK) wajar Dikdas 9 tahun, karena tingkat ketercapaian provinsi akan berpengaruh kepada pencapaian target Kementerian Agama secara Nasional sesuai dengan renja 2010-2014.

Menjawab hal ini Yulizar mengatakan Sumut telah melewati target nasional baik untuk tingkat MI, MTs, dan MA. Sumut dalam pengelolaan MI, MTs, dan MA berada dalam peringkat ke-4 Nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kedepan, papar Yulizar, Kementerian Agama akan memprogramkan pengembangan Madrasah Aliyah sebanyak 500 unit, termasuk di Sumut berupa pendirian MAN Insan Cendikia (MAN IC) di Sipirok Kab. Tapanuli Selatan dan pembukaan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) di Sidikalang (Dairi), dan Tapsel.

Di akahir pertemuan direncanakan USAID PRIORITAS dan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sumut akan mengadakan workshop penyusunan renja Bidang Pendidikan Madrasah tahun 2014-2018 yang dihadiri oleh Ka MIN, Ka MTsN, Ka MAN, Pengawas, Kasi Pendidikan Madrasah Kab/Kota se Sumut yang jadwalnya akan ditentukan kemudian.

Kabid Pendidikan Madrasah dalam pertemuan ini didampingi oleh Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi Madrasah H. Syafaruddin Lubis, SH, M.Si, Kasi Sarana dan Prasarana Drs. H. Khoirul Amani, MA, dan Kasi Kurikulum dan Evaluasi H. Dahyar Husein, M.Pd. Sementara rombongan USAID PRIORITAS terdiri dari Agus Marwan (Provincial Coordinator), Mark Heyward, dan Aos Santosa H dari USAID PRIORITAS Jakarta, serta Rimbananto dari USAID PRIORITAS Sumut.(SL)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.057984 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 1276964
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.