Minggu, 1 Juli 2012 – Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam

Medan (Hukmas & KUB).Guru besar Universitas Islama Madinah (UIM), Prof. Dr. Ibrahim Ali Al Obaid, Sabtu malam (30/06) sekitar pukul 20.00 WIB Berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Dalam kunjungannya yang relatif singkat, Pembantu rektor I di UIM itu mengaku senang bisa datang dan menyaksikan secara langsung Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia dengan label Pesantren wakaf yang terus survive menjaga konsistensi untuk menebar manfaat dan menjadi perekat ummat.
Tak hanya itu, kunjungan yang dilakukan oleh surveyor program “Ad-Daurah At-Tadribiyyah Li Mu’allimi Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Wa Ats-Tsaqafah Al-Islamiyyah”, berencana akan bekerjasama dengan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dan IAIN Sumatera dalam rangka menyelenggarakan workshop/training pendidikan bahasa arab dan budaya keislaman untuk guru dan dosen. Program ini direncanakan akan segera digelar tahun ini untuk pertama kalinya di Sumatera Utara.
Selain itu, saat berdialog dengan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Drs. H. Rasyidin Bina MA. Prof. Dr. Ibrahim Ali Al Obaid mengaku jika kehadirannya ke Ar-Raudlatul Hasanah merupakan kunjungan kali kedua setelah kunjungan pertama yang dilakukannya pada acara peletakan batu pertama masjid jami’ Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah tahun 1991. “Hal tazdkuruni? Tanyak Syekh dari Madinah itu kepada Bapak Direktur mengingatkannya jika pihaknya pernah berkunjung ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, sambil melihat gambar masjid Jami’ di Media Informasi Tahunan Ar-Raudlatul Hasanah (MITRA).
Sementara itu, Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengatakan bahwa pihaknya sangat apresiatif jika program “Ad-Daurah At-Tadribiyyah Li Mu’allimi Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Wa Ats-Tsaqafah Al-Islamiyyah”, dilaksanakan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. “Kami akan sangat senang jika kegiatan Dauroh dan Mukobalah ini di laksanakan di Raudhoh. InsyaAllah akan sangat membantu para santri dan guru-guru di pesantren untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan bahasa arab dan ilmu keislamannya. Semoga kerjasama Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah dengan Universitas Islam Madinah segera dibangun sehingga para santri nantinya semakin banyak lagi yang melanjutkan studinya ke timur tengah ”. Ujarnya.(www.raudhah.ac.id)