Jemaah Haji Mandailing Natal Umroh Bermiqot di Tan’im

Jemaah Haji Mandailing Natal Umroh Bermiqot di Tan’im

Panyabungan (Inhum). Tan'im sekitar 7 km dari Masjidil Haram Makkatul Mukarromah, dan merupakan perbatasan antara tanah haram dan tanah halalyang letaknya di sisi utara kota Mekah Al Mukaramah dari arah Madinah.

TPIHI Kloter 3/MES Ahmad Zainul Khobirmengatakan, di tempat ini berdiri masjid yang dikenal dengan nama Masjid Aisyah. Tempat yang ditetapkan sebagai miqat umroh, dan Tan’im ini tempat miqot umroh yang paling dekat dengan Masjidil Haram, dan paling ramai dikunjungi para jemaah haji dan umroh untuk memulai pelaksanaan umroh atau berihram. Nama Masjid Aisyah ini diambil dari  nama isteri Nabi Muhammad SAW, Aisyah RA. Masjid ini dijadikan tempat miqot jemaah dari Mekkah.

"Masjid Aisyah ini di lengkapi dengan fasilitas yang lengkap, tempat mengambil air wuduk dan toliet yang cukup luas dan banyak, serta lapangan parkir yang mampu menampung ratusan bus besar dan kecil. Masjid Aisyah ini juga memilikii dua menara setinggi 50 meter, pada malam hari nampak lampu menara seperti mata kelinci dari kejauhan," katanya.

Kamis malam, 9 Agustus 2018 bakda shalat magrib, jemaah haji Kabupaten Mandailing Natal Kloter 3/MES dengan mempergunakan 9 bus, berangkat ke Tan’im untuk mengambil miqot berihrom yaitu berniat memulai melaksanakan ibadah umroh.

Khobir Batubara mengatakan bahwa berihrom ke Tan’im merupakan pelaksanaan ibadah umroh yang kedua, setelah melaksanakan umroh yang pertama dengan miqot di Bir Ali, dan para jemaah haji sangat bersemangat dan senang untuk menunaikan ibadah umroh yang kedua ini.

"Setelah melaksanakan shalat sunat ihram di Masjid Aisyah ini, para jemaah kembali menaiki busnya masing masing dan berniat umroh di dalamnya, maka bergeraklah ke  bus ini menuju Masjidil Haram yang ditempuh sekitar 15 menit, untuk melanjutkan rukun umroh berikut thawaf, sai dan tahallul," ungkapnya.

Khobir Batubara yang didampingi Ketua Kloter H. Ikhwan Siddiqi, S. Ag, MA juga mengatakan bahwa setiap bus jemaah didampingi oleh 2 orang muthawwif / pemandu dari pelajar pelajar atau mukimin Mandailing Natal yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU), yang membimbing jemaah asal Kabupaten Mandailing Natal dalam pelaksanaan umroh, dengan sukarela dan ikhlas hati tanpa mengharapkan jasa dari bimbingannya.

"Sehingga layanan ibadah yang diterima oleh jemaah haji Mandailing Natal layaknya layanan dan fasilitas yang diterima oleh jemaah haji plus," kata TPIHI yang diiyakan oleh Ketua Kloter.

107 DIBACA

MAN 2 Model Medan Gelar Acara Silaturrahmi dengan Orangtua Siswa

MAN 2 Model Medan Laksanakan Pembagian Raport

Kepala MAN 2 Model Medan Tinjau Pelaksanaan Ujian Masuk PPDB

MAN 2 Model Medan Gelar Ujian Masuk Calon Peserta Didik Baru

Asesmen Kompetensi Untuk Mengukur Potensi ASN Secara Akurat