Derai Air Mata Jemaah Haji Madina Basahi Masjidil Haram

Derai Air Mata Jemaah Haji Madina Basahi Masjidil Haram Derai air mata dan tangisan 383 orang jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal yang tergabung dalam Kloter 3/MES membasahi pelataran tempat perthawafan di Masjid Haram

Mekkah (Inhum). Derai air mata dan tangisan 383 orang jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Kloter 3/MES membasahi pelataran tempat perthawafan di Masjid Haram, Senin pagi bakda shalat subuh, 3 Septemebr 2018.

Tetesan air mata tampak membasahi pipi para jemaah haji. Tak terasa air mata mereka juga membasahi lantai Masjidil Haram. Tangis mereka pun menjadi bagian kekhusukan dan keharuan yang amat mendalam usai melakukan thawaf wada, tahwaf perpisahan dengan baitullah.

Suara senggukan dan isak tangis para jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal semakin terdengar, Ya Allah kini tibalah bagi kami untuk meninggalkan Baitullah, Masjidil Haram dan kota Mekkah yang begitu mendamaikan, menyamankan dan menenangkan hati dan jiwa raga kami untuk beribadah kepadaMu, ucapan yang terdengar dari salah seorang jemaah haji, kata TPIHI H. Ahmad Zainul Khobir, S. Ag, MM.

Pertemuan dan perpisahan adalah sunnatullah yang pasti akan terjadi, betapapun berat untuk berpisah darinya, ujarnya.

Tak henti-hentinya para jemaah haji Mandailing Natal terus memandangi Ka’bah dan air mata para jemaah terus menetes membasahi pipi mereka. Ya Allah, inilah perpisahan yang paling menyedihkan yang pernah kurasakan, nampak sebagian jemaah mencium dan memeluk Ka’bah sepuas mungkin. Entah kapan aku akan kembali lagi ke tempat suci ini.

Sebuah harapan, permohonan, pinta dan doa terucap dari bibir para jamaah haji yang melakukan thawaf wada, berharap selalu dan memohon agar Allah memanggil kami setiap saat untuk bisa berkunjung dan beribadah di Baitullah dan dua kota suci Makkah dan Madinah, bersama orang orang yang disayangi dan dicintai.

Hari ini adalah hari yang paling bermakna bagi jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal dengan penuh berharap kepada Allah SWT moga ibadah yang dilakukan selama berada di Tanah Suci ini diterima Allah SWT, dosa kami diampuniNya, doa dan pinta kami diijabahNya, dan kami meraih predikat haji/hajjah mabrur, pinta TPIHI ini.

Jemaah haji Mandailing Natal pun meninggalkan Baitullah dan Masjidil Haram pulang dengan linangan air mata. Semoga saja tiap derai air mata ini menjadi bukti kerinduanku padaMu, pada Rasulullah KekasihMu dan pada Baitullah-Mu ini ya Allah, ucap Khobir Batubara.

460 DIBACA

Gubsu Minta Pelayanan Haji Tahun Ini Lebih Baik

Medan Kloter Pertama

Gubsu Lantik PPIH Embarkasi Medan Tahun 1438 H

MAN 2 Model Medan Gelar Acara Silaturrahmi dengan Orangtua Siswa

MAN 2 Model Medan Laksanakan Pembagian Raport