Menag : Jangan Terpecah Belah karena Beda Pilihan Politik

Menag : Jangan Terpecah Belah karena Beda Pilihan Politik

Medan (Inhum). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat agar tidak terpecah belah karena beda pilihan politik.

“Kita jangan terpecah belah hanya karena persoalan pileg dan pilpres,” ungkapnya saat memberi sambutan pada acara Halaqah dengan Pimpinan Pondok Pesantren se Sumatera Utara di Asrama Haji Medan, Selasa 8 Januari 2019.

Menurut Menag, pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) adalah agenda rutin negara. Setiap lima tahun agenda tersebut digelar. Karenanya, tidak semestinya menjadi faktor pemecah persatuan.

"Mari sama-sama berusaha menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan berita yang tidak berdasar," tuturnya.

Terrkait pondok pesantren, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Kementerian Agama memberikan perhatian serius karena peran pondok pesantren ini sangat besar bagi kehidupan umat beragama di Indonesia khususnya peradaban perkembangan umat Islam.

Dengan keseriusan pemerintah tersebut, pemerintah telah menetapkan hari santri nasional. Sebab, katanya lagi, peran santri sangat besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. "Ini sepertinya biasa saja, tapi secara esensial memiliki visi yang sangat strategis. Bahwa santri, sebuah komunitas warga indonesia secara khusus mendalami ilmu-ilmu agama Islam, itulah sesungguhnya punya peran besar didalam memperebutkan kemerdekaan ini," ujarnya.

Karenanya, Menteri Agama akan mengusulkan RUU tentang pondok pesantren yang ingin memberikan pengakuan terhadap ulama dan dan pondok pesantren.

"Yang pertama adalah pengakuan, bahwa santri dan pondok pesantren harus diakui konstribusinya. Yang kedua, dengan RUU yang telah disiapkan, kita akan memfasilitasi memberikan pelayanan bagaimana di lembaga-lembaga pondok pesantren. Pesantren harus dijaga harkat martabatnya," ujar Menag.

Dalam kesempatan itu, Menag menyerahkan SK Akreditasi Pondok Pesantren Salafiyah dan SK Penghulu. Ada 16 pesantren yang mendapat SK Akdeditasi, tiga yang mewakili adalah Pesantren Babul Hasanah Kab Padang Lawas, Pesantren Raudlatul Ulum Kab Labuhan Batu, Pesantren Uswatun Hasanah Kab Labuhan Batu Selatan. Semuanya mendapat akreditas A.

Turut hadir pada acara tersebut Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof.DR.Kamaruddin Amin, Wakapolda Sumut Mardiaz Kusin Dwihananto, Kakanwil Kemenag Sumut H.Iwan Zulhami, SH, MAP, Ketua Badan Silaturrahmi Ponpes Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, Kakankemenag se Sumut, Pimpinan pondok pesantren dan Penghulu se Sumut.

 

205 DIBACA

Pengawas Pendidikan Agama Diimbau Bekerja Lebih Baik

MAN Sibolga, Upaya Bersama Untuk Terus Membaik

Fakultas Psikologi UGM Lakukan Tes IQ Siswa MAN Lima Puluh

Camat Besitang Menjadi Pembina Upacara di MTsN Besitang

Kasi Bimas Islam Kemenag Simalungun Lakukan Pemeriksaan Ke KUA Tanah Jawa