Mengenal Pondok Pesantren & Kelembagaanya Di Sumatera Utara

Mengenal Pondok Pesantren & Kelembagaanya Di Sumatera Utara H. Abdul Azhim, S.Pd.I, MA Plt. Kepala Bidang Pakis Kanwil Kemenag Sumut.

Oleh: H. Abdul Azhim, S.Pd.I, MA (Plt. Kepala Bidang Pakis Kanwil Kemenag Sumut).

Seiring dengan umur dunia yang semakin tua, masyarakat kian sadar pesantren bukanlah lembaga alternatif alias pilihan terakhir. pesantren sudah menjadi lembaga pendidikan pilihan utama masyarakat.

Atas dasar itu semua keinginan orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke pesantren juga semakin besar. Tetapi masih ada masyarakat/orangtua yang bingung membedakan antara Pondok Pesantren Modern, Salafi, dan Muadallah. Agar tidak terdapat kesalahan dalam memilih pondok untuk anak-anak kita, berikut ini saya sampaikan pengertian Pondok Salafi, Pondok Modern, dan Pondok Muadallah:

Pondok Pesantren Modern

Istilah pondok pesantren modern pertama kali di perkenalkan oleh Pondok Modern Gontor. Istilah Modern dalam istilah Gontor berkonotasi pada nilai-nilai komodernan yang positif seperti disiplin, rapi, tepat waktu, kerja keras. Termasuk nilai modern yang bersifat fisikal yang tergambar dalam cara berpakaian santri Gontor dengan simbol dasi, jas, dan rambut pendek ala militer.

Namun demikian, beberapa unsur yang menjadi ciri khas pondok pesantren modern adalah sebagai berikut :

  1. Penekanan pada bahasa Arab percakapan.
  2. Memakai buku-buku literatur bahasa Arab kontemporer (bukan klasik/kitab    kuning).
  3. Memiliki sekolah formal dibawah kurikulum Diknas dan/atau Kemenag dari SD/MI/MTS/SMP MA/SMA maupun sekolah tinggi.
  4. Tidak lagi memakai sistem pengajian tradisional seperti sorogan, wetonan, dan bandongan.

Pesanten Salafi

Pesantren Salafi adalah bentuk asli dari lembaga pesantren. Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف. Dari akar kata yang sama ada beberapa makna dari kata ‘salaf’ yang berbeda-beda. Harap dibedakan antara pesantren salaf sebagai sebuah sistem beridentikan dengan aliran Salafi Wahabi.

Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf, antara lain:

  1. Santri lebih hormat dan santun kepada kyai, guru dan seniornya.
  2. Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada juniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non-fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dan lain sebagainya.
  3. Dalam keseharian memakai sarung.
  4. Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan kekhasan fikih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid bermadzhab Asy’ariyah atau Maturidiyah, dan mengajarkan ilmu tasawuf seperti karya Al Ghazali dan lainnya. Amaliyah khas seperti shalat tarawih 20 rakaat plus 3 rakaat witir pada bulan Ramadan, membaca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi atau melakukan pembacaan kitab-kitab maulid, peringatan Isra’ Mi’raj, dan semacamnya.
  5. Sistem penerimaan santri tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.

Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah

Pemerintah semakin mengakui keberadaan pendidikan Pesantren Salafiyah. Salah satunya dengan adanya Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) dibawah naungan Kementerian Agama.

PKPPS untuk di lingkungan Pesantren Salafiyah ijazahnya sudah disamakan dengan sekolah formal sesuai tingkatannya. Ada 40 Pondok Pesantren Penyelenggara PKPPS di Sumatera Utara, mulai dari Tingkat Ula (setara SD/MI), Wustha (setara SMP/MTS), dan Ulya (setara SMA/MA/SMK).

"Ijazah lulusan Pesantren Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan sama-sama bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau universitas di seluruh Indonesia atau kuliah di luar negeri lewat jalur PMDK sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. PMA ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada pesantren.

Pesantren Mu’adalah

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya tentang Pondok Pesantren Mu’adalah itu seperti apa. Apakah ijazahnya diakui atau tidak. Serta Bagaimana caranya melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus dari Mu’adalah. Maka dari itu, mari dengan seksama saya jelaskan apa itu Pesantren Mu’adalah.

Pondok Pesantren Mu’adalah adalah Pondok yang disetarakan dengan SMA/MA yang wajib sekolah 6 tahun walaupun pondok tersebut tidak mengikuti Kurikulum Kemendiknas (SD, SMP,SMA) atau kurikulum Madrasah (MI, MTS, MA) akan tetapi alumni Pondok Mu’adalah dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi luar negeri seperti Al Azhar, Ummul Quro’ dsb.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menerbitkan PMA No. 18 tahun 2014 Tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. Dengan terbitnya PMA tersebut maka termasuklah Pesantren Mu’adalah sebagai salah satu pilihan belajar di pondok pesantren.

Pendididikan Mu’adalah terdiri atas dua jenis; Salafiyah yang berbasis kitab kuning dan Mu’allimin yang berbasis Dirasah Islamiyah. PMA tentang satuan muadalah ini pada akhirnya berhasil menyatukan dan memperkuat peran pesantren salaf dengan pesantren modern, yang selama ini antara keduanya terdapat tembok pemisah.

Muatan pelajaran di Mu’adalah yaitu pelajaran dalam kategori kepondokan sama dengan Pondok modern Darussalam (Gontor), yang mana berbasis pelajaran bahasa Arab. Diantaranya : Nahwu Wadih, Shoroft, Bahasa Arab, Hadits, Mahfudzot, dll.

Pesantren Mu’adalah tidak hanya belajar berbasis arab saja. Di Mu’adalah ada juga pelajaran yg berbasis pelajaran umumnya bahkan tidak tertinggal dengan sekolah umum lainya seperti SMP dan SMA, dan menggunakan kurikulum 2013 (K13) yang sudah direvisi.

Bagaimana dengan kegiatan Mu’adalah?

Di pondok Mu’adalah banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat mengisi keseharian para santri yaitu kegiatan yang dapat mendidik anak santri, yang mana kegiatan tersebut terbagi waktunya yaitu ada kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

  1. Harian contohnya: Salat 5 waktu, piket pondok, masuk kelas, membaca Al-qur’an setelah salat, penambahan kosa kata Bahasa Arab dan Inggris, Olahraga, dll.
  2. Mingguan contohnya: Muhadoroh 2 bahasa, Muhadasah, penyetoran hafalan Al-qur’an, dll.
  3. Bulanan mengadakan contohnya: perlombaan pidato 2 bahasa tingkat rayon kamar dll.
  4. Tahunan contohnya: Ujian Akhir Semester (UAS) dan pekan perkenalan pesantren, dll.
  5. Hikmahnya melalui pemyusunan PMA ini, antara pesantren salafiyah dengan pesantren modern menjadi sangat solid.

Sebagai informasi, Pondok pesantren Mu’adallah di Sumatera Utara saat ini hanya satu yaitu Pondok Pesantren Mustaffawiyah Purba di Kab. Mandailing Natal.

Nah, Jika Sudah Mengetahui jenis dan perbedaan Pesantren Modern, Salafi dan Mu’adalah jangan sampai salah dalam memilih Pondok Pesantren lagi. Apalagi jika ingin memilih pondok pesantren Salafiyah atau Mu’adalah. Insya Allah ijazahnya diakui oleh negara.

Insya Allah anak-anak ibu/bapak akan menjadi anak yang sholeh, pintar , dan bisa berbahasa asing serta banyak ilmunya.

Sekian informasi tentang jenis Pondok Pesantren yang ada Di Indonesia dan Sumatera Utara khususnya. Semoga bermanfaat. Jika ada kekurangan dalam penjelasan di atas, sebagai hamba Allah saya mohon maaf.

Wassalamu ‘Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

286 DIBACA

Plt. Kakankemenag Tapsel Pimpin Doa Upacara HUT RI ke 72 Tapsel

MTsN Bandar Gelar Lomba Kebersihan Dalam Rangka HUT RI ke 72

MTsN Besitang Laksanakan Pemilu Ketua dan Sekretaris OSIM

Kunjungan Kasi PTK Kanwil Kemenagsu di MTsN Siantar

Upacara HUT RI ke 72 Kemenag Medan Berjalan Khidmat