Kakankemenag Labuhanbatu Teken MoU dengan Dandim 0209/LB

Kakankemenag Labuhanbatu Teken MoU dengan Dandim 0209/LB Kakankemenag Labuhanbatu Safiruddin dan Dandim 0209/LB Letkol Denden Sumarlin Pada Acara Penandatanganan MoU Rabu 20 September 2017 di Aula Mapenda Asrama Haji Rantauprapat

Rantauprapat (Inhum). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Safiruddin menandatangani Memorandum of Undertanding (MoU) tentang Nasionalisme Kebangsaan NKRI dengan Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin, Rabu 20 September 2017 di Aula Mapenda Asrama Haji Rantauprapat.

Acara Penandatanganan MoU yang dihadiri Para Pejabat Struktural Kemenag Labuhanbatu, Para Kepala KUA, Kepala Madrasah dan Pengawas ini dimaksudkan untuk mewujudkan kesepahaman antara Kemenag Labuhanbatu dengan Dandim 0209/LB untuk bersepakat dan bekerjasama dalam meningkatkan rasa nasionalisme Negara Kesatuan Republik Indonesia pada masyarakat Labuhanbatu.

Dalam sambutannya Kakankemenag Safiruddin menyampaikan bahwa Penandatanganan Mou ini adalah wujud kesadaran dari jajaran Kemenag Labuhanbatu tentang pentingnya menjaga rasa nasionalisme baik sebagai ASN maupun masyarakat di tengah-tengah gelombang perubahan zaman yang cepat dan dinamis. Kakankemenag menyampaikan bahwa potensi Kemenag Labuhanbatu cukup besar. Stakeholder kita meliputi para pegawai di Kantor Kemenag Labuhanbatu baik para pejabat dan Staf, Para Kepala KUA dan pegawai KUA di 9 Kecamatan, Kepala Madrasah, Para Pengawas, Para Penyuluh, Para Penghulu, Guru-guru RA, MI, MTs dan MA beserta seluruh siswa madrasah se-Labuhanbatu.

“Sejauh ini menurut pantauan kami memang belum ada yang terindikasi terlibat kegiatan makar atau aliran-aliran menyimpang lainnya,” ungkapnya.

Kakankemenag selanjutnya mengharapkan Dandim 0209/LB dapat memberikan arahan kepada jajaran Kemenag Labuhanbatu tentang Nasionalisme dan Kebangsaan NKRI terkait MoU ini maupun tanggungjawab sebagai warga negara.

Sementara Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rasa Kebangsaan dan Nasionalisme masyarakat kita belakangan ini memang bisa dikatakan menurun. Rasa kebangsaan kita yang dahulunya kuat itu didasari rasa sepenanggungan dan tujuan yang sama. Sepenanggungan tersebut adalah sama-sama merasakan penjajahan dan tujuan yang sama adalah kemerdekaan. Namun sekarang rasa sepenanggungan dan tujuan yang sama itu sudah hilang dengan tercapainya kemerdekaan. “Inilah yang mengawali menurunnya rasa kebangsaan kita,” ungkapnya.

Denden Sumarlin mengatakan bahwa perubahan kehidupan sosial masyarakat juga turut mempengaruhi menurunnya rasa kebangsaan dan nasionalisme. Begitu pula kemajuan teknologi dan informasi, globalisasi, krisis ekonomi, konflik sosial barangkali juga menjadi penyebabnya.

“Disinilah kita mencari solusi dan format yang tepat untuk menumbuhkan kembali rasa kebangsaan dan nasionalisme pada masyarakat Indonesia khususnya ASN Kemenag dan masyarakat Labuhanbatu,” ungkapnya. (mh)

218 DIBACA

Jemaah Haji Kloter 14/MES Tiba di Tanah Air

MTsN Kabanjahe Memeriahkan Gebyar Madrasah di Berastagi

MTsN Lubuk Pakam Ikut Memeriahkan Pawai Seribu Obor Tahun Baru 1439 H

Kemenag Sergai Bantu Korban Banjir di Dua Kecamatan

Satu Muharram