Sabtu,2017-10-21,09:29:21

Persoalan Hati, Penentu dan Penyelesai Masalah

Persoalan Hati, Penentu dan Penyelesai Masalah WKM IV Sarpras MAN Sibolga Putra Indra dihadapan para siswa

Sibolga (Inhum). WKM IV Sarpras MAN Sibolga Putra Indra dihadapan para siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Apel Pagi Sabtu, 21 Oktober 2017 mengatakan agar seluruh siswa dapat lebih mampu melihat semua persoalan yang dihadapi dengan mengedepankan kata hati. Hal tersebut menurut Putra Indra akan mampu lebih mengarahkan siswa menuju capaian terbaik dalam semua tujuan hidup yang ada.

Banyak hal yang pada dasarnya biasa biasa saja, dapat berubah menjadi hal yang sangat istimewa jika dihadapi dengan menggunakan perasaan sebagai sandaran, bahkan kata Putra Indra tindakan yang sedemikian itu akan membawa banyak hal, tidak hanya sebatas keberhasilan akan tetapi juga kebahagiaan yang besar.

“Banyak orang yang berhasil, sukses besar dalam setiap kegiatan, akan tetapi kata bahagia tidak kemudian menjadi penguasa dirinya, kenapa ?, karena banyak dari pekerjaan itu ia lakukan dengan dengan ragam perasaan yang kurang berkenan, melihat pekerjaan sebagai tuntutan kewajiban, keterpaksaan atau sikap lain sebentuk dengan itu,” demikian kata Putra Indra.

Hal yang sama kata Putra Indra juga berlaku pada kegiatan kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah maupun diluar madrasah, mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga kegiatan kegiatan ekstra lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran. Banyak orang yang menjalankan semuanya sesuai ketentuan, akan tetapi disaat yang sama mengalami keresahan yang tiada tara, benar beliau berhasil sampai hingga akhir waktu, tapi ia berada dalam keletihan yang luar biasa.

Keadaan seperti itu terjadi kata Putra Indra karena yang bersangkutan menjalankan kegiatan pembelajaran karena tidak mau ketinggalan kewajiban, tidak lebih dari itu. Padahal jika beliau menjalankannya dengan mengedepankan perasaan yang dikuasai hati tentunya, maka semua keadaan itu tidak hanya berjalan karena kewajiban, akan tetapi merupakan gambaran kebutuhan akan besarnya keinginan menjadi orang berhasil.

“Semuanya memang harus kembali ke hati, bagaimana kita bisa menjawab semua keadaan dengan mengedepankan perasaan dari hati sanubari yang paling dalam. Menggantikan posisi kewajiban menjadi kebutuhan, memberi anggapan bahwa kita diwajibkan untuk sesuatu karena memang kita membutuhkan itu,” harap Putra Indra.

Lebih lanjut Putra Indra mengatakan, itu semuanya hanya akan bisa dilakukan jika kita dapat mengatur hati dengan sebaik baiknya, jangan terlalu banyak merasa, mencurigai dan menganggap rugi, semuanya kembalikan kepada hati, anggap semua yang sedang di jalankan adalah kebutuhan yang membantu diri sendiri, harap Putra Indra. (SDP)

41 DIBACA
Sabtu,2017-10-21,09:22:21

Kakankemenag Ikuti Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1438 H

Sabtu,2017-10-21,09:10:45

Ada Keberanian yang Terlibat Jika Anda Ingin Menjadi Benar

Sabtu,2017-10-21,09:01:30

Kasubbag Umum Kanwil Kemenagsu Sampaikan Kebijaksanaan Teknis Kearsipan

Sabtu,2017-10-21,08:41:29

Bersiap Siap Untuk Pembibitan Sawi

Sabtu,2017-10-21,08:38:28

Persiapan Rapat Umum Komite, MAN Sibolga Adakah Rapat Tertutup


0 Komentar :