Sabtu,2017-11-25,05:36:41

MISTERI POHON KAPAS

MISTERI POHON KAPAS

Didesa Klingi, ada sebuah pohon yang sangat di takuti warga, yaitu pohon kapas.Pohon itu berada di simpang jalan kuburan III. Setiap pulang sekolah, aku dan teman-temanku, Santy, Ika, Nazwah, dan Aci, lewat dari jalan itu, karena itu adalah satu satunya jalan pintas kerumahku. Pada suatu hari, aku dan teman-temanku bermain ke rumah Aci, rumah Aci sangat dekat dengan pohon kapas itu. “Assalamualaikum, Aci” ucap kami  serentak”, waalaikumsalam,eeeehh kalian, silakan masuk” ucap Aci,” “makasih Aci” ucap Santy.” ci, kita main yok, diluar” ucap Nazwah,” “ayo, tapi kita main apa ya,” ucap Aci kembali,” “kita main petak umpat aja” ucap Ika, semua teman-teman pun setuju.

Tidak lama kemudian, kami pun bermain petak umpat. Nazwah sebagai pencarinya. ”Oke,aku hitung sampai sepuluh ya” ucap Nazwah,” “oke” ucap mereka serentak.” satu, dua, tiga, empat lima, enam, tujuh, delapan sembilan, sepuluh, aku buka yaaa” ucap Nazwah sambil berhitung. Nazwah pun mulai mencari mereka, “kalian dimana?”ucap Nazwah sambil teriak dan Aci bersembunyi di belakang rumanya, Nazwah bersembunyi di belakang rumah bu Ani, sedangkan Santy bersembunyi di balik pohon kapas itu. Tidak lama kemudian, Nazwah pun berhasil mencari kami, kecuali Santy. Sudah lama kami mencari-cari Santy, tapi tidak berhasil juga. Kami semua pun cemas, kami pun berpencar untuk mencari Santy.

Hari sudah sore,tapi sampai sekarang kami belum menemukan Santy,hanya satu tempat yang belum mereka datangi,yaitu pohon kapas. “eeeh, tunggu deh, tadi kita udah cari Santy sampe keliling desa,tapi ada satu tempat yang belum kita datangi, yaitu pohon kapas, mungkin Santy bersembunyi di pohon kapas itu,” ucap Ika, ”tapi,pohon itu kan angker” ucap Nazwah, ”hmm..pokoknya kita harus berani, ayo kita pergi” ucapku, tapi Nazwah tidak mau ikut. “aaaah, kalian sajalah, aku gak mau ikut”ucap Nazwah. Mereka pun langsung mencari Santy. Tidak lama kemudian, kami pun sampai ke tempat pohon itu,’’Santy…”ucap kami dengan teriak, sudah berulang kali kami mau memanggilnya, tapi Santy tidak sama sekali menjawabnya. Ika telah menemukan Santy, ternyata Santy di balik pohon kapas dalam keadaan pingsan. ”Eeeh, teman-teman aku menemukan Santy”ucap Ika,semua langsung berlari ketempat Ika. Kami pun langsung membawa Santy ke rumah Aci, “Bawa Santy ke rumah aku saja,” Ucap Aci. Kami pun sudah sampai di rumah. “Aci, assalamualaikum, ibu….” ujar Aci “Waalaikumsalam” ujar ibu kembali sambil membuka pintu. Santy pun langsung dibawa keruang tamu dalam keadaan pingsan. ”Santy  kenapa? kok pingsan,” tanya ibu. Aci pun langsung menceritakan kejadian tadi.  

Satu jam kemudian,Santy pun sadar, tapi ada yang aneh dari Santy,” teman-teman, Santy sadar” ucapku. “Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar San,” ucap Ika sambil memeluk Santy, tapi Santy malah mendorong Ika sampai Ika terjatuh. Awas kamu,  dimana aku?” ucap Santy dengan suara keras. Entah kenapa Santy berteriak keras dan matanya merah, ia seperti orang kerasukan setan. Tidak lama  kemudian Santy normal kembali. Kami semua heran melihat sikap Santy seperti itu.

Keesokan harinya, kami pulang sekolah bersama-sama, kami pulang melewati pohon itu. Di tengah perjalanan, Santy berhenti di pohon kapas itu, kami semua heran. “San, kenapa kamu berhenti, ayo cepat” ucap Aci, Santy hanya terdiam dan langsung berjalan, tiba-tiba santy berteriak keras dan matanya memerah. Aku dan teman-teman merasa takut, kami pun langsung berlari kencang. “Teman-teman kita berhenti di rumah aku dulu ya” ucap Aci sambil berlari. Kami pun sudah sampai di rumah Aci, Aci pun langsung memanggil ibunya. “ibu..” ucap Aci, “iya Aci” jawab ibu, “bu, Santy kerasukan lagi” ucap Aci” sekarang, Santy dimana?” Tanya ibu, “di pohon kapas bu,” jawab aci, “kalok gitu Aci dan Nazwah panggil pak ustad,” ucap ibu, “baik bu” ucap Aci. Mereka pun langsung pergi, aku dan Ika pergi ke rumah Santy untuk memberitahu ke ibu Santy, bahwa Santy kerasukan. Lima belas menit kemudian, mereka pun sampai di rumah Aci. Ibu Santy menangis mendengar keadaan anaknya itu. “Iya tunggu apalagi, ayo kita pergi,” ucap ibu Santy sambil menangis.

Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat pohon itu.Santy masih dalan keadaan kerasukan, “santy…”ucap ibu Santy, ibunya hendak memeluk Santy, tapi pak ustad mencegahnya, “Jangan mendekat buu, biar saya yang mengatasinya,” ucap pak ustad, “baik pak,” ucap ibu Santy. Pak ustad langsung mendekati Santy, “ustazd pun membacakan doa dan bacaan ayat kursi beberapa kali tetapi santi masih saja belum sadar, ucapan-ucapan yang diluar dugaan pun terus keluar dari mulut santi, “awas kau manusia, aku tidak akan keluar dari tubuh anak ini, aku ingin membunuh anak ini,” ucap Santi yang sedang dalam kerasukan. Ibu Santy jatuh pingsan karena mendengar kata-kata  santy. Tanpa berhenti Ustad pun terus membaca ayat-ayat alquran, sampai pada akhirnya santypun teriak, “ampun, ampun, panaaaas..,,ampuun” ucap santy. Tidak lama kemudian Santy pun langsung jatuh pingsan. Kami pun pulang mengantarkan Santy dan ibunya ke rumah mereka. Tidak lama kemudian, ibunya pun sadar dan pak ustad pun langsung menceritakan apa yang telah dialami Santy selama ini. Ternyata Santy dirasuki oleh makhlus halus yang tinggal di pohon kapas itu.

Keesokan harinya, kepala desa memanggil warga desa klingi agar berkumpul di kantor kepala desa.Dalam waktu 30 menit warga telah berkumpul di kantor kepala desa, “Assalamualaikum wr. wb,” ucap kepala desa, “Waalaikum salam wr.wb,” jawab warga, “jadi, alasan saya memanggil warga desa klingi berkumpul disini adalah untuk menebang pohon kapas yang ada di jalan kuburan III, karena sudah ada warga kita yang telah dirasuki jin jahat yang tinggal di  pohon kapas itu, agar tidak ada lagi terjadi hal yang tidak kita inginkan seperti  kejadian kemarin. Jadi, saya berharap kita semua setuju kalau kita akan menebang pohon kapas tersebut. ”Apakah kita setuju untuk menebang pohon kapas itu?” ucap kepala desa, “setujuuu…” ucap warga serentak. Warga pun langsung pergi ke tempat pohon itu. Sesampainya mereka ditempat itu, mereka langsung menebang pohon kapas itu.Sejak pohon itu ditebang warga hidup warga menjadi aman dan tentram.

 

Karya:Annisa Salsabilah Munthe

SISWI KELAS VII-A MTSN BARUS

                                                      

   

243 DIBACA
Sabtu,2017-11-25,04:50:42

Penyelesaian Laporan Keuangan Sampai dengan Bulan Oktober 2017

Sabtu,2017-11-25,04:46:43

Plt Kakanwil Kemenagsu Kunjungi Ponpes Dairi

Jumat,2017-11-24,14:05:20

Kemenag Karo Adakan Tes Wawancara PAK Non PNS

Jumat,2017-11-24,12:47:00

Peserta Ujian PAK NON PNS Kemenag Sibolga Jalani Tes Wawancara

Jumat,2017-11-24,12:09:54

MIN Kisaran Adakan Pembiasaan Kultum Setiap Jumat