Sabtu,2017-06-10,21:25:14

KHOTBAH BUDDHA PERTAMA KALINYA (DHAMMACAKKAPPAVATTANA SUTTA)

KHOTBAH BUDDHA PERTAMA KALINYA (DHAMMACAKKAPPAVATTANA SUTTA)

Setelah mencapai penerangan sempurna pada tahun 588 SM, petapa Sidharta Gotama menjadi seorang Buddha atau dikenal dengan sebutan Buddha Gotama, Buddha yang dalam Bahasa Pali berasal dari kata ‘’Budh’’ yang artinya sadar. Sadar dalam setiap ucapan, perbuatan dan pikiran. Setelah menyadari semua fenomen pikiran dan hakikat kehidupan, Buddha merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, merasakah kedamaian dan ketenangan batin serta pikiran yang murni bebas dari segala bentuk belenggu dan kekotoran batin.

Selama tujuh minggu pertama, Buddha Gotama merenungi kebahagiaan yang telah dicapainya dengan melakukan meditasi. Pencerahan yang dicapai oleh Buddha Gotama tersiar sampai ke alam Brahma, sehingga tergerak salah satu Brahma yang bernama Brahma Sahampati menjumpai Buddha dan memohon kepada Buddha untuk dapat mengajarkan Dhamma kepada semua makhluk agar bisa terbebas dari penderitaan, dengan berkata:

 

’Brahma Ca Lokadhipati Sahampati

Katanjali Andhivaram Ayacatha

Santidha Sattapparajakkhajatika

Desetu Dhammam Anukampimam Pajam

 

Brahma Sahampati, penguasa dunia ini

Beranjali dan memohon

Ada makhluk-makhluk yang debu dimatanya sedikit

Ajarkanlah Dhamma demi kasih sayang kepada mereka’’. (Aradhana Dhammadesana).

 

Buddha Gotama merenungi hal ini, dengan welas asih yang dimiliki Buddha melihat makhluk yang memiliki batin yang luhur dan mampu menembus dhamma karena dhamma sangat halus dan dalam untuk dapat dipahami oleh umat manusia dan berkata: “Pintu menuju tiada kematian, Nibbāna telah dibuka. Akan Saya sebarkan Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahan dan indah pada akhirnya ini kepada semua makhluk hidup. Bagi mereka yang memiliki keyakinan dan mendengarkan Dhamma dengan baik, akan bersama-sama memetik hasilnya”.

Perhatiannya pertama ditujukan kepada gurunya yaitu Alara Kalama dan Uddakaramaputta dan ternyata sudah meninggal dunia, kemudian perhatiannya tertuju kepada lima orang petapa yang bersama-sama dalam menjalani pertapaan. Akhirnya kelima petapa tersebut menjumpai Buddha di Taman Rusa Isipatana untuk mendengarkan ajaran Buddha, tepatnya pada bulan purnama di bulan Juli – Agustus, yang hingga saat ini diperingati sebagai hari Asadha dimana pada saat itu terjadi 2 (dua) peristiwa, pertama, Buddha Gotama membabarkan Kotbah Dhamma yang pertama, kotbah ini dikenal dengan nama Dhammacakkappavattana Sutta menguraikan mengenai Empat Kesunyatan Mulia (Cattari Ariya Saccani) kepada lima orang petapa (Pancavagghiya Bhikkhu) yaitu Kondana, Vappa, Bhadiya, Mahanama dan Asaji. Peristiwa kedua adalah kelima Bhikkhu ini memohon untuk dapat diterima sebagai murid Buddha dengan mengucapkan ‘’Ehi Bhikkhu’’ yang ditahbiskan langsung oleh Buddha menjadi Bhikkhu dan terbentuklah persaudaraan ariya Sangha sehingga Triratna (tiga mustika) menjadi lengkap  yaitu Buddha, Dhamma dan Sangha sebagai perlindungan umat Buddha.

Bagi para Bhikkhu hari Asadha berarti pertanda akan dimulainya masa vassa pada keeseokan harinya. Kata Vassa artinya hujan, jadi masa vassa bagi para bhikkhu adalah menetap di suatu tempat (vihara, cetiya ) atau tempat tertentu, selama 3 (tiga) bulan musim hujan. Pada masa ini para bhikkhu belajar, mendalami, menghayati dan mengamalkan dhamma, disamping itu mereka mengajarkan dan membina umat yang datang ke Vihara (tempat bervasa) atau membina umat dengan cara mengunjungi para umat yang ada di daerah sekitar tempat bervasa. (Ensiklopedia Buddha Dhamma).

 

Oleh: Upc. Made Adhiguna Samvara, S.Ag, S.Sos, M.Si

 

636 DIBACA
Sabtu,2017-06-10,21:14:47

Mempererat Silaturrahim dengan Safari Ramadan

Sabtu,2017-06-10,19:35:15

MAN 3 Medan Gelar Pesantren Kilat Ramadan

Sabtu,2017-06-10,19:30:36

MAN 3 Medan Gelar Pesantren Kilat Ramadan

Sabtu,2017-06-10,19:24:12

Siswi MAN Gunungsitoli Utusan Sumut Lomba PTQ Nasional RRI

Sabtu,2017-06-10,18:17:41

Guru MAN Dolok Masihul Sibuk Mengerjakan DNS


0 Komentar :