Rakor Penyuluh Asahan Tekankan Bina Masyarakat Jauhi Narkoba

Rakor Penyuluh Asahan Tekankan Bina  Masyarakat Jauhi Narkoba Penyuluh Agama Islam Kemenag Asahan berfoto bersama dengan pejabat yang berhadir di Masjid Al-Muhajirin BP. Mandoge usai rakor

Kisaran ( Inhum ). Rapat koordinasi Kelompok Kerja Penyuluh ( Pokjaluh ) Kemenag Asahan yang dihadiri 120 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS, 6 orang Penyuluh Agama Islam PNS membicarakan bagaimana membina kedepan generasi muda yang banyak sekali tergiur dengan hal-hal duniawi yang sifatnya negatif seperti narkoba, judi dan minuman keras.

Kegiatan rakor dihadiri oleh Kakankemenag Asahan Dr. H. Hayatsyah, M. Pd, Camat Kecamatan BP. Mandoge Jutawan Sinaga, Kapolsek BP. Mandoge AKP. Rudi Chandra, Kasi Penyelenggara Syariah H. Dahmul Daulay, S. Ag, MM, Ka. KUA BP. Mandoge Sumiadi, S. Ag, Kepala Desa dan staf Penyelenggara Syariah Kankemenag Asahan di Masjid Al Muhajirin Kecamatan BP. Mandoge Rabu 7 Februarai 2018.

Kapolsek BP. Mandoge dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian siap bersinergi dengan para penyuluh dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Bahaya narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu narkoba tersebut, oleh karena itulah berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Amat sangat berharap bersinergi memberantas narkoba dengan adanya pembinaan penyuluhan tentang narkoba dan menyampaikan hukumnya bila mengkonsumsi barang haram tersebut  yang ditinjau dari segi agama dan dari kepolisian akan menyampaikan undang-undang bagi pemakai atau penjual narkotika.

"Pemuda sebagai generasi muda harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan bila sudah terkena narkoba. Kalau dirata-ratakan usia sasaran narkoba adalah usia pelajar yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Untuk itu saya sangat mengharapkan sinergi kita dalam melindungi generasi muda harapan bangsa," ucapnya.

Camat BP. Mandoge sangat senang dengan adanya penyuluh agama Islam yang mempunyai gerakan membina generasi muda untuk menjauhi narkoba dan memberikan penyuluhan ynag positif untuk membangkitkan generasi muda sebagai penerus bangsa sehingga negara ini akan maju dengan pemikiran generasi muda yang positif dan selalu ingat pada Allah SWT. Dengan diisinya tentang iman dan taqwa pada generasi muda , Insya Allah terlepas dari jeratan narkoba .

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan pak Camat kepada penyuluh agama Islam karena telah bersedia dengan keikhlasan yang tak berkesudahan dalam membina masyarakat dengan memberikan penyuluhan keagamaan yang dapat menempel di hati dan dijalankan dengan sesungguhnya secara sadar dan ikhlas, sesuai dengan visi dan misi Pemkab Asahan menciptakan  masyarakat Asahan yang religius.

Hayatsyah dalam bimbingan dan arahannya menyampaikan bahwa penyuluh agama Islam yang berjumlah 120 orang ini sudah didaftarkan di Kementerian Agama Pusat artinya Penyuluh Agama Islam ini sudah mempunyai SK tugas dan wajib melaksanakan tugasnya di setiap kecamatan dengan mengisi laporan kegiatan  melalui E-PAI yang bisa dibuka dan dilihat se Indonesia bahkan dunia melalui internet.

Ditambahkannya bahwa dalam membantu masyarakat untuk memerangi narkoba maka penyuluh agama Islam siap membantu dengan penyuluhan keagamaan sehingga menguatkan iman dan taqwa masyarakat agar terhindar dari hal-hal negatif yang dilarang agama.

Satu hal yang sangat membuat saya bangga dengan penyuluh agama Islam bahwa mereka mau berkorban dengan suka rela membina masyarakat di desa binaan di Roworejo Kecamatan Tinggi Raja  yang tadinya awam tentang keagamaan dan saat ini telah mengerti akan Islam yang benar sesuai syariat.

“ Saya pribadi mendapatkan penghargaan dari ICMI Muda Award karena telah memberikan motivasi kepada penyuluh agama Islam untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan penyuluhan serta membina masyarakat sesuai dengan syariat Islam," ucapnya,

Dia mengatakan, sedih memang melihat Penyuluh Agama Islam Non PNS dengan gaji 500 ribu sebulan tapi harus bertugas ke daerah-daerah yang terpelosok untuk memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat setempat. Hujan panas dilalui bahkan menempuh perjalanan ke desa yang akan dibina hanya berjalan kaki karena tidak bisa dilalui dengan sepeda motor, namun semangat mereka kuat dan tetap bertugas sesuai dengan janji mereka kepada negara dan kepada Allah SWT. Semoga Allah melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya kepada Penyuluh Agama islam Non PNS Kabupaten Asahan dan semoga dapatlah suatu saat nanti diangkat menjadi PNS.

Tepuk tangan penyuluh menyertai dalam akhir bimbingan arahan Kakankemenag Asahan sekaligus dengan ucapan mereka ,’ Amiiin Ya Rabbal Alamiin ‘.  

Kegiatan rakor dilanjutkan dengan memberikan penyampaian tentang cara pembuatan laporan E-PAI oleh Penyelenggara Syariah H. Dahmul, S. Ag, MA sesuai dari arahan Kanwil Kemenagsu, dan ditekankannya bahwa laporan kegiatan Penyuluh Agama Islam Non PNS harus disampaikan secara manual juga secara E- PAI di tahun 2018 ini. (sm)

73 DIBACA

Siswi MTsN Aek Natas Rutin Minum Tablet Tambah Darah

Sampaikan Dakwah Lewat Lagu

Kakankemenag Monev Pelaksanaan Simulasi II UNBK MAN Binjai

MTsN Kabanjahe Masuk 8 Besar pada Masehi Futsal CUP IV 2018

Token Adalah Kode Akses Untuk Membuka Soal Ujian