Pengelolaan Zakat yang Baik Mempercepat Upaya Pengentasan Kemiskinan

Pengelolaan Zakat yang Baik Mempercepat Upaya Pengentasan Kemiskinan

Salak (Inhum). Pengelolaan zakat yang baik diyakini bisa mempercepat upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, dengan mewajibkan umat Islam membayar zakat akan mendorong peningkatan realisasi potensi penghimpunan zakat  yang akurat.

Hal itu disampaikan Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Dairi Malindung Capah pada acara Rapat Koordinasi di Kankemenag Pakpak Bharat , Senin 12 Februairi 2018. Tampil dalam rapat tersebut Kepala Subbag Tata Usaha yang terpilih sebagai pengawas UPZ, hadir  juga Kepala KUA Kecamatan Kerajaan sebagai narasumber tentang pembahasan UPZ.

“Dengan pengelolaan zakat baik dan transparn maka jumlah pengumpulan zakat akan meningkat drastis. Dengan demikian, tingkat kemiskinan akan dapat teratasi dengan perlahan dan berkesinamhungan ,” ujarnya.

Sementara itu Riswan Gajah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat kaum Dhuafa, itulah alasan kita  mengundang para  Kepala KUA, yang kita ketahui sebagai ujung tombak komunikasi dengan masyarakat.

Riswan memaparkan, bila pengumpulan  zakat yang transparan, lembaga terkait seperti BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) bisa lebih fokus dalam mengentaskan kemiskinan dan mencapai tujuan keadilan sosial. Sehingga ketimpangan di masyarakat bisa dikurangi. “Pengelolan zakat yang baik dapat dilakukan secara integratif dengan didukung manajemen dan kebijakannya dilakukan secara modern berdasarkan prinsip keikhlasan memberi kewajiban zakatnya,” ucapnya.

Sementara Menurut Irwan Sidebang, karena zakat bersifat sosial dan menyangkut akumulasi harta yang terkait masalah kewajiban zakatnya  harus dilaksanakan dengan kesadartan yang tinggi karena terkait dengan hak orang lain dan sirkulasi harta,  zakat bukan bersifat kedermawanan biasa.

“Zakat mengandung makna ibadah sosial, yaitu dipahami sebagai keseimbangan antara yang kaya dan miskin, penghapusan monopoli orang-orang kaya, perlindungan si miskin, pemerataan harta, hubungan mutualisma dan kesetaraan kaya-miskin,” ujarnya..

Dia mengatakanm, tugas kita bersama adalah bagaimana membesarkan Baznas Kabupaten Pakpak Bharat dan bagaimana kita mampu meyakinkan masyarakat, kuncinya pengelolaan UPZ harus dilakukan transparan. (jjb)

95 DIBACA

Kasat Lantas Polres Dairi Sebagai Pembina Upacara di MIN Sidikalang

Guru Harus Mengupdate Kompetensi Diri

OSIS MAN Binjai Galakkan Kembali Program Senam Pagi

Persami PIK-R MAN Binjai Harus Mampu Ciptakan Konselor Berkompeten

Prof. H. Mohd. Hatta Sambangi MAN Binjai