Kakankemenag Asahan Kukuhkan Majelis Zikir Al Ikhlas

Kakankemenag Asahan Kukuhkan Majelis Zikir Al Ikhlas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah, M.Pd saat menyampaikan ceramahnya di Majelis Dzikir Al Ikhlas Kisaran Timur

Kisaran ( inhum ). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah, M. Pd mengukuhkan Majelis Zikir Al Ikhlas didampingi Penyelenggara Syariah H. Dahmul, MA dan Kepala KUA Kecamatan Kisaran Timur H. Faisal saddat Harahap, M.Hum di Masjid Siti Jubaidah Kisaran Timur, Senin 12 Februari 2018.

Majelis Zikir Al-Ikhlas merupakan perkumpulan pengajian/perwiritan kaum ibu yang bergerak dalam bidang keagamaan, pendidikan dan sosial yang yang dibina langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. Zulkhaidir Pinayungan, S. Ag, S. PdI , H. Raja Dedi Hermansyah, MM, MA  dan Asri, S. Sos, S. Pd.I.

Hayatsyah mengukuhkan Majelis Zikir Al-Ikhlas dengan harapan agar seterusnya perwiritan atau pengajian kaum ibu dapat selalu melaksanakan kegiatannya dengan baik sesuai dengan syariat Islam dan dapat sepenuhnya bersama-sama menjadi wanita muslimah yang baik , baik dari segi tingkah laku maupun tutur kata dan bahasa, dapat menjadi ibu yang baik buat anak-anak dan istri yang shaleha selalu mendampingi suami serta selalu menjaga kehormatan keluarga.

Pengukuhan yang dihadiri  521 orang ibu-ibu perwiritan dari beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Kisaran Timur sehingga pengurus yang ada didalamnya pun dari berbagai perwiritan. Terpilih sebagai ketua Hj. Sri rezeki, S.Pd, Wakil Ketua Hj. Hamidah, S. Pd, Sekretaris Suherna, SE , Bendahara Zuriah, S.Sos dan Koordiantor pengajian /humas , Hj. Asmanidar.

Hayatsyah juga didaulat menyampaikan ceramah keIslamannya dan mengatakan bahwa selalulah berdzikir dalam kondisi apapun karena dzikir dapat membuat hati tenang dan bahagia. Ada 73 manfaat dan khasiat dzikir bagi manusia teapi salah satunya adalah pembuka rezeki dan melapangkan hati . Dzikir merupakan suatu doa yang memfokuskan hanya kepada Allah , mengingat asma Allah, sehingga kita yang senantiasa melakukan dzikir akan mendapat ridha akhirat dan duniawi dari Allah SWT. Jika muslim lalai akan berdzikir Allah tidak mengatakan hal tersebut dosa namun kaum-kaum itulah yang merugi.

Disampaikannya juga bahwa orang yang mencintai sesuatu akan banyak mengingatnya, dan orang yang banyak mengingat sesuatu pasti akan mencintainya. Begitu halnya dengan orang yang berdzikir kepada Allah. Apabila seorang muslim sampai pada derajat suka berdzikir maka ia tidak akan melalukan perbuatan lain selain dzikir kepada Allah.

Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah [2] : 152 yang artinya Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.

Subhanallah, bagaimana kalau Allah yang mengingat diri kita yang dhoif ini, atau ibaratkan seorang kepada desa selalu diingat oleh seorang president pasti kepala desa ini akan selalu diperhatikan dan semua permintaannya langsung dikabulkan. Nah bagaimana kalau yang mengingat kita adalah Allah Ta’ala ? Tak dapat dibayangkan bagaimana syukurnya dicintai Allah, dan hal yang sedemikianlah yang kita harapkan dan inginkan, ucapnya.

"Bahkan saat kita usai melaksanakan shalatpun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir kepada-NYA. Untuk itu marilah kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk senantiasa berdzikir kepada Allah karena manfaatnya sangat luar biasa dan amalannya sangat mudah diamalkan," akhirnya.

Sebelum acara ditutup Hayatsyah meminta kepada seluruh Majelis Dzikir Al Ikhlas agar bersama membacakan doa Al Fatiha untuk dihadiahkan kepada umat muslim di Palestina. "Semoga apa yang terjadi saat ini segera berakhir dengan kedamaian," ungkapnya. ( sm )

86 DIBACA

Piala Bergilir Tiap Bulan di MTsN Aek Natas

Kinerja Kita Semakin Terlihat dengan Adanya Laporan dan Berkas Pendukung

Pengelolaan Zakat yang Baik Mempercepat Upaya Pengentasan Kemiskinan

Kasat Lantas Polres Dairi Sebagai Pembina Upacara di MIN Sidikalang

Guru Harus Mengupdate Kompetensi Diri