Haji Adalah Ibadah, Jaga Akhlak dan Perbuatan

Haji Adalah Ibadah, Jaga Akhlak dan Perbuatan

Panyabungan (Inhum). Haji bukanlah hanya bepergian naik pesawat dari bandara Indonesia yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Embarkasi menuju bandara Amir Muhammad Madinah bagi gelombang pertama, maupun Bandara King Abdul Azis Jeddah bagi gelombang kedua, pesiar, refreshing, shooping atau kegiatan rekreasi lain yang bisa seenaknya saja untuk bertindak dan berbuat.

Hal ini disampaikan oleh Kasubbag TU Kemenag Madina H. Irfansyah Nasution, S. Ag, MM pada saat menyampaikan bimbingan manasij haji, bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Kecamatan Lembah Sorik Marapi yang berjumlah 22 orang, di Aula Kantor Camat Lembah Sorik Marapi.

Kasubbag Tu mengatakan, haji merupakan bagian dari rukun Islam, haji adalah wajib bagi muslim yang mempunyai kesanggupan, haji merupakan sebuah pelaksanaan dari bberbagai rangkaian ibadah yang harus dilakukan, karenanya setiap jamaah haji diharuskan menjaga akhlak dan perbuatan, dan sangat dianjurkan untuk berakhlak yang baik, pra berangkat, selama di tanah suci dan pasca kembali ke tanah air.

Dilanjutkannya, pada hakikatnya orang yang sedang menunaikan ibadah haji, sedang menjalani penggemblengan akhlak, sehingga bila ia benar-benar menjalani ibadah ini dengan baik, niscaya akan ada perubahan pada kepribadian dan perilakunya.

“Ibadah haji yang pertama, berihram, maka ia tidak dibenarkan untuk berkata-kata jelek, berkata kata yang kotor, atau melakukan kezaliman terhadap orang lain, berbuat kerusakan, meninggalkan segala hal yang tidak berguna bagi dirinya, termasuk dalamnya perdebatan yang tidak bermanfaat, terlebih-lebih bila perdebatan tersebut hanya akan mendatangkan timbulnya hal yang tidak terpuji,” ujarnya.

Dia menyampaikan, kejahatan dan perbuatan yang tidak terpuji terjadi, disebabkan karena hawa nafsu yang tidak dikendalikan, dan kebodohan ketidaktahuan akan akibat perbuatan atau sifat tersebut.

“Untuk menghindari akhlak dan prilaku yang tidak baik tersebut, seorang calon jamaah haji harus dari sekarang untuk selalu berprilaku baik, berakhlakul karimah,” katanya.

Dia menjelaskan, Pertama, taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, yakni dengan memperbanyak dzikir dan ibadah kepada Allah Swt, kedua, tadabbur, yaitu mengambil hikmah dari seluruh peristiwa perjalanan hidupnya dan menjadikannya semakin taqwa kepada Allah SWT, ketiga, ta’awun, yakni mengembangkan saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

“Sifat yang harus diutamakan dalam berhaji adalah sifat qanaah, ikhlas, yaitu menerima segala sesuatu yang terjadi dan itu semuanya adalah merupakan ketentuan dari Allah dan diridhai-Nya, baik itu sesuai dengan keinginannya ataupun tidak, serta sabar dalam menjalaninya, sabar menerima sunnatullah, sabar menjalankan perintah Allah, sabar meninggalkan laranganNya, sabar menerima kawan sekamar, sabar berdesak desakan, sabar dalam antrian, dan sabar,” ungkapnya.

Dia mengingatkanh, buang jauh jauh dan hilangkan dalam hati sifat sombong, angkuh, dan takabbur dalam berhati, selalu bertawakkal kepada Allah SWT, dan perbanyak selalu beristigfar kepada Allah SWT, berzikir, Insya Allah perjalanan dan penunaian rangkaian ibadah haji akan lancar, baik, selamat dan selalu mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT, dan meraih haji mabrur. (ARH)

 

33 DIBACA

Jelang UN, Plt Kakanwil Minta Semua Pihak Tingkatkan Koordinasi

MAN 2 Model Medan Resmikan Gedung Aula Baru

Kemenag Asahan Ikut Andil dalam Aksi Kemanusian Palestina

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumut Kunjungi Madina Untuk Buka Unit Layanan Paspor

MAN 2 Model Medan Lokasi Helvetia Resmikan Gapura Baru