Penyelenggara Syariah Kemenag Asahan Tetap Ingatkan Fungsi dan Tugas Nazhir Wakaf

Penyelenggara Syariah Kemenag Asahan Tetap Ingatkan Fungsi dan Tugas Nazhir Wakaf Penyelenggara Syariah H. Dahmul, MA dan Ka. KUA Kecamatan Air Joman H. Ibrahim Margolang, MA foto bersama dengan para pewakif, nadzir wakaf saat usai sosialisasi wakaf di KUA Kecamatan Air Joman

Kisaran ( Inhum ). Saat suatu Akta Ikrar Wakaf yang telah dibuat akan dihapuskan dan akan ditimbulkan Akta Ikrar Wakaf yang baru dengan tidak bersedianya nazhir wakaf mengelola tanah wakaf tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pewakif kembali merupakan suatu polemik di masyarakat setempat namun hal sedemikian harus dituntaskan secepatnya untuk menyelamatkan aset umat. Hal ini disampaikan Penyelenggara Syariah Kankemenag Asahan H. Dahmul, S. Ag, MA saat berada di KUA Kecamatan Air Joman bersama dengan Ka. KUA Kecamatan Air Joman H. Ibrahim Margolang, MA, Staf Penyelenggara Syariah , para nazhir wakaf  serta pewakif , Selasa 20 Februari 2018.

Dahmul menyampaikan bahwa kepastian hukum dari suatu transaksi perwakafan merupakan suatu keniscayaan sebagai jaminan bahwa telah terjadi suatu  peristiwa hukum perwakafan. Diantara wujud kepastian hukum itu adalah adanya sebuah otentik yang bersifat tertulis. Posisi pencatatan ini lebih urgen dan bahkan lebih diprioritaskan daripada kesaksian. Dan dikatakan dalam UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf pasal 3 dijelaskan bahwa wakaf yang telah diikrarkan tidak dapat dibatalkan.

“ Maka berhati-hati bilamana ada kasus dalam penghapusan Akta Ikrar Wakaf," tegasnya.

Disampaikan juga bahwa dalam penyelamataan aset umat perlu segera ditindaklanjuti secepatnya. Jangan sampai aset umat yang sudah ada diambil alih oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Untuk itu bilamana ada tanah wakaf yang belum disertifikatkan wakaf maka nazhir wakaf harus giat untuk membantu dalam proses pensertifikatan tanah wakaf sampai selesainya di Badan pertanahan Nasional.

Dikesempatan yang sama Kepala KUA Kecamatan Air Joman mengatakan bahwa sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar wakaf ( PPAIW ) diberikan tugas dan kewenangan yang sah menurut hukum untuk membuat AIW  yang merupakan bukti pernyataan kehendak wakif untuk mewakafkan herta benda miliknya guna dikelola nadzir ( pengelola wakaf ) sesuai dengan peruntukan harta benda wakaf yang dituangkan dalam bentuk “akta”.

Kepala KUA mengharapkan agar nazhir wakaf harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga dapat bersama menyelamatkan aset umat. Bilamana ada benturan tentang pengelolaan tanah wakaf bisa menanyakan tentang solusinya kepada PPAIW atau Penyelenggara Syariah di Kankemenag Asahan.

“ Saya berharap selagi saya sebagai PPAIW di Kecamatan Air Joman ini diharapkan bantuan para nadzir wakaf untuk bersama mencari tanah wakaf mana yang belum selesai proses akta ikrar wakafnya maupun pensertifikatannya," imbuhya.

Pertemuan itu membawa suatu penambahan wawasan tentang tugas dan fungsi nazhir wakaf dan dengan ikrar bersama berjanji  segera menyelamatkan aset umat yang belum terikrar maupun dalam bentuk pensertifikatan. (sm)

67 DIBACA

Calon Jemaah Haji Sergai Mulai Mengurus Paspor

KPRI Kemenag Deli Serdang Gelar RAT

Kemenag Asahan Raih Penghargaan Terbaik Satu Pengelolaan BMN Tahun 2017

Setiap Hal Menyangkut Kepegawaian Harus Diselesaikan dengan Baik

Buku Nikah Merupakan Bukti Pernikahan Sah