Wakapolres Madina Lepas Keberangkatan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Ikuti Silaturrahmi di Mapolda

Wakapolres Madina Lepas Keberangkatan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Ikuti Silaturrahmi di Mapolda

Panyabungan (Inhum). Wakapolres Mandailing Natal Kompol Tongku Bosar Pane lepas keberangkatan 30 orang tokoh agama dan tokoh masyarakat Mandailing Natal di Mapolres Mandailing Natal Panyabungan, untuk mengikuti kegiatan Silaturrahmi FKPD Sumatera Utara di Mapoldasu, Rabu 7 Maret 2018.

Kompol Tongku Bosar Pane pada saat melepas rombongan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah berkenan dan bersedia meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan silaturrrahmi yang akan digelar esok hari, Kamis 8 Maret 2018 yang bertempat di Mapoldasu, yang akan diikuti oleh seluruh perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten / kota se-Propinsi Sumatera Utara.

Ditambahkannya tujuannya dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam rangka menjalin silaturrahmi yang baik antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dari seluruh Kab/Kota dalam rangka mengokohkan toleransi dan kerukunan umat beragama dan menciptakan stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat yang kondusif pada persiapan, pelaksanaan dan pasca pesta demokrasi pilkada di Sumatera Utara.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Drs. H. Muksin Batubara, M.Pd yang dijumpai perilis berita ditempat terpisah menyampaikan bahwa ketiga puluh tokoh agama dan masyarakat ini terdiri dari unsur Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ormas Keagamaan dan Tokoh Agama Islam, Kristen dan Katholik, Tokoh Adat dan Masyarakat Mandailing Natal.

Ketiga puluh tokoh agama dan masyarakat Mandailing Natal ini, diharapkan setelah mengikuti kegiatan silaturrahmi  dapat memberikan pencerahan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat Bumi Gordang Sambilan agar jadi pemilih yang cerdas dan baik, dengan menggunakan hak pilih dengan baik dan hormati hak pilih orang lain, menghindari poltik uang dan politik yang bernuansa SARA serta bijak ketika menerima berita baik dari media sosial terutama berita hoax atau berita yang tidak mengandung kebenaran atau ujaran kebencian, terangnya.

"Keberagaman dan kebhinnekaan merupakan kekayaan dan kekuatan modal bagi negara dalam membangun bangsa ini, kebhinnekaan harus kita jadikan sebagai rahmat, jangan kita jadikan sebagai pemicu perpecahan, mari kita jalin persatuan dan kebersamaan," tegasnya.

Persatuan itu akan membuat kita kuat dan kokoh, sedangkan kebersamaan itu akan membawa kita semakin indah dalam hidup ini, tandas Muksin Batubara (ARH)

8841 DIBACA

Madrasah, Hebat dan Bermartabat

Fasilitasi Seluruh Harapan dan Keinginan Siswa

Simulasi UAMBN-BK Hari Ketiga Berjalan Sesuai Rencana

Pelatihan Dakwah, Belajar Menyampaikan Ceramah

Apresiasi Untuk Duta Madrasah