PAIH Kemenag Asahan Ikuti Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Muslim

PAIH Kemenag Asahan Ikuti Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Muslim Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah, M. Pd saat membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Program Pemberdayaan Ekonomi Muslim Menuju Wirausaha Mandiri

Kisaran ( Inhum ). Lima puluh orang Penyuluh Agama Islam Honorer ( PAIH ) Kementerian Agama Kabupaten Asahan mengikuti kegiatan sosialisasi Program Pemberdayaan Ekonomi Muslim Menuju Wirausaha Mandiri di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Asahan, Kamis 8 Maret 2018.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah, M.Pd di dampingi Penyelenggara Syariah H. Dahmul, S.Ag, MA menyampaikan bahwa kegiatan  wirausawan muslim Indonesia dengan melibatkan penyuluh agama Islam honorer merupakan suatu yang inovasi sekali dikarenakan bahwa penyuluh agama Islam honorer yang hanya berpenghasilan lima ratus ribu rupiah perbulan akan dapat menambah pendapatannya bila mampu mengembangkan usaha muslim ini nantinya karena penyuluh mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha.

"Maka dengarkan segala apa yang disampaikan pemateri tentang sosialisasi ini, semoga Penyuluh Agama Islam Honorer Kemenag Asahan mampu menjadi wirausahawan muslim dengan integritas yang tinggi dan bertanggung jawab penuh dalam mendorong lahirnya produk-produk Islami kebutuhan masyarakat Indonesia," harapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Perkumpulan Wirausaha Muslim  Sumatera  Utara H. Anwar Megaton, SH mengawali materinya dengan memperkenalkan  Perkumpulan Wirausaha Muslim Indonesia ( PWMI ) yang merupakan wadah perkumpulan yang dibentuk atas kesamaaan visi anggota untuk melahirkan dan mengembangkan bisnis usaha di atas konsep bisnis dan dagang Islam yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW untuk menciptakan dan mendorong ekonomi masyarakat Indonesia yang kuat dan mandiri.

Untuk itu dengan semangat ukhuwah, PWMI berupaya menjadi wadah silaturahmi  secara profesional ikut berperan aktif dalam pemberdayaan umat menuju masyarakat muslim Indonesia yang kuat, mandiri dan memiliki peranan.

"Dari pengantar tentang apa itu PWMI maka kami mengharapkan penyuluh agama Islam ini mampu menyampaikan apa yang kami utarakan kepada masyarakat karena yang kami butuhkan adalah imam atau manager bukan makmum yang sudah biasa jualan artinya bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan bisa membina pedagang, itulah yang kami butuhkan," imbuhnya.

Semua ini dilakukan untuk mengoptimalkan ekonomi umat maka perlu diselaraskan  segala upaya yang ada dengan mendorong usaha industri muslim, mengembangkan distribusi dan penjualan barang yang syar’i serta menyebarluaskan semangat ukhuwah islamiyah baik sebagai produsen maupun konsumen.

Setelah menyampaikan materinya, Anwar  dengan tim memberikan quiz yang harus dijawab peserta kegiatan, bilamana  hasilnya nanti mengarah kepada kelulusan , maka seluruh peserta kegiatan akan di diklatkan di Medan tentang kewirausaan mandiri sehingga akan menjadi wirausahawan muslim mandiri yang akan memperkenalkan kepada masyarakat produk-produk syar’i yang halal dan multiguna. (sm)

115 DIBACA

UNBK Diambang Pintu, Pertarungan Sesungguhnya Akan Tiba

MAN Sibolga Tuan Rumah KSM Tingkat Kota

Guru Harus Terus Menerus Menggali Kelebihan

Bersiap Siap Hadapi Gladi Bersih UNBK 2018

Jangan Salah Pilih, Ini 10 Ciri Teman Yang Buruk