Nikmatnya Rasa Bersyukur

Nikmatnya Rasa Bersyukur WKM III Humas MAN Sibolga Khairuman Lubis

Sibolga (Inhum). Mengapa manusia sering lupa ?, sebab manusia memiliki musuh terbesar dalam kehidupannya, yaitu syetan laknatullah. Syetan telah berjanji kepada Allah SWT untuk menggoda dan menyesatkan manusia agar jauh dari jalan yang benar. Pernyataan setan yang mendurhakai Allah ini menegaskan pentingnya manfaat bersyukur kepada Allah seperti tercantum dalam Al-Quran Surat Al A’raf ayat 8.

Demikian disampaikan oleh WKM III Humas MAN Sibolga Khairuman Lubis dalam kegiatan rutin apel pagi Jumat, 9 Maret 2018. Khairuman mengatakan, dalam Surat Al A’raf ayat 8 ini dijelaskan, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Allah berfirman, ‘Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya.

“Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus, dengan berbagai macam bentuk lahir dan batin. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan sesuatupun oleh Allah.  Disebabkan ia tidak bersyukur kepada Allah dan tidak merasakan bahwa Allah telah memberi kepadanya sangat banyak dari permintaannya,” demikian kata Khairuman Lubis.

Lebih lanjut Khairuman mengatakan, realisasi rasa syukur kepada Allah tersebut, bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia, tapi dengan demikian akan mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Sang Maha Pencipta, dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah.  Ini adalah salah satu dari hikmah keutamaan serta tujuan manfaat kita bersyukur kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah merenung sejenak tentang bagaimana betapa banyaknya rezki lahir batin yang kita terima dari Allah swt. Berapa banyak ribuan jutaan milyaran sudah tiupan napas udara yang kita hirup.

“Berapa banyak langkah kaki yang kita gunakan untuk berjalan, berapa banyak energi otak yang kita pakai, dan sebagainya. Sungguh banyak sekali nikmat Allah Ta'ala yang kita terima, sehingga saking banyaknya, kita pun tak sanggup untuk bisa menghitungnya, lantas apa yang dapat membuat kita terhalang untuk tetap bersyukur kepada-Nya”, tegas Khairuman Lubis. (SDP)

70 DIBACA

Empat Orang Yang Tak Disentuh Api Neraka

PAIH Kemenag Asahan Ikuti Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Muslim

UNBK Diambang Pintu, Pertarungan Sesungguhnya Akan Tiba

MAN Sibolga Tuan Rumah KSM Tingkat Kota

Guru Harus Terus Menerus Menggali Kelebihan