Pengawas Pendidikan Agama Katolik Yang Profesional

Pengawas Pendidikan Agama Katolik Yang Profesional Pembimas Katolik Dra. Yulia Sinurat, M.Pd serta Kakan Kemenag Kota Pematang Siantar Drs.H. Abdurrahman, MA berfoto bersama peserta Pembinaan Pengawas Pendidikan Agama Katolik di Siantar Hotel, 14 Mei 2018

Siantar (inhum). Pengawas Pendidikan Agama Katolik merupakan orang yang bertugas untuk mengawasi, mengevaluasi proses belajar mengajar yang sudah dilakukan oleh guru agama Katolik. Menjadi seorang pengawas tidak hanya sebuah kewajiban saja, tetapi bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidik dan peserta didik melalui program dan monitoring. (Senin, 14 Mei 2018)

Pengawas pendidikan Agama Katolik yang berjumlah 55 orang hadir dalam acara pembinaan pengawas pendidikan Agama Katolik yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara yang bertempat di Siantar Hotel, Kota Pematang Siantar. Kegiatan sendiri berlangsung mulai tanggal 14 s.d 16 Mei 2018.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Dra. Yulia Sinurat, M.Pd dan Kakan Kemenag Kota Pematang Siantar H. Drs. Abdurrahman, MA.

Abdurrahman menyampaikan bahwa siswa yang berprestasi berasal dari guru yang berkualitas, dan guru yang berkualitas berasal dari pengawas yang berkualitas dan professional. Maka dari itu, beliau mengharapkan pengawas harus selalu selangkah didepan para guru, sehingga nantinya dapat menerapkan metode dan program yang tepat dan terbaru.

“Saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pembinaan ini dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh dapat di aplikasikan di daerah kepengawasan masing-masing”, tutup beliau.

Pembimas Katolik Yulia Sinurat menyampaikan rasa bangganya dapat bertemu kembali bersama seluruh pengawas pendidikan Agama Katolik. Beliau berharap pertemuan ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus menimba ilmu demi peningkatan kompetensi diri. “Perbaharui diri dan selalulah berinovasi sehingga kualitas pendidikan Agama Katolik dapat terjaga dan meningkat”, tegas beliau.

Pengoptimalan potensi diri, dan peningkatan kompetensi diri dapat dilakukan melalui banyak cara, salah satunya adalah mengikuti kegiatan pembinaan ini, oleh karena itu beliau berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan denganbaik dan serius, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diaplikasikan di wilayah masing-masing.

 “Mari melakukan tugas dengan sebaik-baiknya dan se-profesional mungkin agar kualitas pendidikan Agama Katolik dapat meningkat lagi”, tutup beliau. (R3)

41 DIBACA

Istiqamah dalam Hijrahmu Ramadan Menantimu

Memberi Maaf Itu Lebih Dekat Kepada Takwa

MTsN Dolok Masihul Laksanakan MGMP

MAN 2 Model Medan Raih Peringkat Ketiga Kontributor Penulis Berita Situs Kemenag Sumut

Ini Hanya Yang Terbanyak, Tak Kurang Tak Lebih