Teror Bom Bukan Bagian dari Ajaran Agama

Teror Bom Bukan Bagian dari Ajaran Agama

Samosir (Inhum). Serangkaian peristiwa nasional akhir-akhir ini menggugah perasaan dan bahan renungan bersama. Menyikapi teror bom yang telah terjadi sangat mungkin membuat resah seluruh penduduk dan warga negara kita termasuk di Kabupaten Samosir. Teror bom yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya dan Sidoarjo merupakan bentuk kriminal yang tidak bisa kita ditolelir.

Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir melalui Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan masyarakat merasa perlu untuk mengadakan silaturahmi bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga tokoh adat di Aula Kantor Kesbangpol pada tanggal 15 Mei 2018 dalam rangka memberikan sikap dan masukan kepada aparat dan pemerintah tentang kondisi bangsa saat ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Samosir Tawar Tua Simbolon dalam sambutannya menyatakan bahwa apa yang terjadi saat ini berupa bom bunuh diri bukanlah bagian dari ajaran agama manapun dan sangat bertentangan dengan inti utama kepercayaan, karena tidak ada ajaran agama manapun yang menyuruh dan memerintahkan kita untuk membunuh dan melukai orang tanpa jalan yang sah.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Samosir Rosyadi Lubis yang juga tokoh MUI Samosir menegaskan bahwa segala macam bentuk teror apalagi teror bom sangat bertentangan dengan ajaran agama.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kasi Intel Polres Samosir mewakili Polres Samosir, Pabung(perwira penghubung) kodim 0210 Tapanuli Utara, Ketua FKTM, FKUB, FKDM, FPK, KNPI dan para jurnalis yang ada di Samosir. (PCS)

23 DIBACA

Pendidikan Agama, Pendidikan Kelas Utama

Tim Safari Ramadan MAN Sibolga Mulai Bergerak Malam Ini

Intinya Lelah Luar Biasa, Ketinggalan Tarawih Malam Pertama

Mandi Limau, Tradisi Lama Jelang Ramadan Tiba

Persiapan Penilaian Akhir Semester Genap 99.99 Persen