Menunggu Kedatangan Yesus Kedua Kali

Menunggu Kedatangan Yesus Kedua Kali

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberi tumpangan!" (Roma 12:11-13).

 

Sebelum kenaikan Yesus Kristus, Ia menasihati murid-murid-Nya tentang cara mereka menunggu kedatangan-Nya kedua kali. Mereka diajarkan untuk menunjukkan kasih, perhatian, dan menghormati satu sama lain sementara menunggu; mereka perlu tetap waspada, bersedia lebih awal, dan bertanggung jawab atas kondisi rohani mereka sendiri. Mereka menggunakan talenta yang ada, menghormati karakter Allah yang pengasih, dan memperhatikan “yang paling hina ini.” 

Kerinduan Allah adalah bahwa “setiap orang” akan “ berbalik dan bertobat” (2 Ptr. 3:9). Meskipun kita tidak dapat melakukan pekerjaan Roh Kudus dalam membawa orang-orang bertobat, kita dipanggil untuk menjangkau mereka dengan pekabaran keselamatan, yang, jika diterima, akan menuntun kepada pertobatan.

Sebagai anggota jemaat, harus berada dalam sikap pertobatan. Pertobatan adalah bagian dari proses kebangunan dan pembaruan. Kebangunan berarti hidup kembali, diperbarui, dipulihkan. Pembaruan berarti dibentuk kembali, diperbarui—menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:17). “Sebuah kebangunan kesalehan yang benar bagi kita adalah kebutuhan yang terbesar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita. Mencarinya haruslah menjadi pekerjaan kita yang pertama.”—Ellen G. White, Selected Messages, jld. l, hlm. 121.

Ayat-ayat “bagaimana kita harus menunggu” menggambarkan kondisi dan hasil dari kebangunan dan pembaruan. Sebagai contoh, kesepuluh gadis perlu dibangunkan, dibangunkan dari tidur (Mat. 25:1-13). Gadis-gadis yang bodoh perlu untuk meningkatkan kapasitas mereka untuk Roh Kudus dalam hidup mereka.

Ketika merendahkan diri sendiri, mati bagi diri sendiri, berdoa tanpa mementingkan diri, mempelajari Firman Allah, dan penuh kasih membagikannya kepada Orang lain dalam perkataan dan perbuatan kasih, kita meningkatkan kapasitas kita akan kepenuhan Roh Kudus dalam kuasa hujan akhir.

Ketika kita dipenuhi dengan Roh Kudus kita akan diperbarui menjadi murid-murid yang bersemangat, berpusat pada misi dan pelayanan.Kita membutuhkan kebangunan dan pembaruan di dalam doa-doa kita, dalam pendalaman Alkitab, dan dalam fokus kita untuk meminta Roh Kudus dalam kelimpahan hujan akhir.

Tetapi sebagai sebuah gereja, kita juga membutuhkan kebangunan dan pembaruan dalam sikap dan metode kita. Kita membutuhkan kebangunan dan pembaruan dalam sikap dan tindakan kita terhadap sesama.

“Sekarang ini dunia memerlukan sesuatu yang dibutuhkan sembilan belas abad yang lalu, yaitu penyataan Kristus. Pekerjaan besar reformasi dituntut, dan hanya melalui anugerah Kristuslah dapat dilaksanakan pekerjaan pemulihan jasmani, pikiran dan rohani ini.”—Ellen G. White, Hidup yang Terbaik, hlm. 137.

Sebagaimana telah kita lihat, pertanian bukan hanya sekadar sebuah peristiwa; itu adalah sebuah proses kesabaran. Itu adalah sebuah siklus secara teratur yang berulang dengan tahapan dan pekerjaan yang berbeda untuk orang yang berbeda pada waktu yang berbeda-beda. Kita harus terbuka untuk pimpinan Roh Kudus dan pemeliharaan Allah dalam hal bagaimana kita bisa digunakan oleh Tuhan dalam proses menyiapkan tanah, menanam benih, dan menuai hasil panen.

Faktanya adalah, kita tidak tahu hati manusia. Kita tidak tahu bagaimana Roh Kudus telah bekerja di dalam hidup mereka. Kita mungkin melihat orang beragama dan berpikir bahwa mereka mempunyai jalan panjang sebelum siap dituai ketika, dalam kenyataannya, semua yang mereka butuhkan adalah seseorang untuk mendesak mereka untuk membuat komitmen kepada Yesus. Ada peperangan bagi hati dan pikiran setiap manusia, dan Tuhan memanggil kita, untuk menolong manusia memilih-Nya.

Tidak mungkin kita semua melakukan tugas yang sama, tetapi pekerjaan itu masih merupakan bagian penting dari proses jangkauan keluar dan memenangkan jiwa. Dan meskipun kita digunakan oleh Allah dalam kapasitas yang berbeda, pada akhirnya adalah Allah sendiri yang bisa membawa perubahan jiwa.

Yesus menyatakan kepada kita apa yang akan menjadi tanda-tanda akhir zaman sebelum kedatangan-Nya kembali. Perang, kabar tentang perang, wabah penyakit, dll. Jika manusia sering menggunakan alasan jahat untuk menolak Allah, mereka pasti memiliki banyak alasan sekarang, dan mereka akan memiliki lebih banyak alasan sementara kita lebih dekat kepada akhir zaman. Dengan demikian, itu akan menjadi lebih penting bagi umat Allah, mereka yang mengaku sebagai pengikut-Nya, untuk memantulkan karakter-Nya kepada dunia dan menolong manusia memperoleh gambaran yang lebih baik seperti apakah Allah itu.

Sementara kita-menunggu kedatangan Yesus kedua kali, Ia mengharapkan anggota-anggota gereja-Nya mengkhotbahkan dan menghidupkan seluruh Injil; menginvestasikan diri sendiri dan sumber daya yang ada dalam pekerjaan-Nya; untuk mengasihi, menghormati, peduli kepada orang lain; dan membuka hidup kita kepada Roh Kudus dalam kepenuhan-Nya. Itu adalah satu kesaksian yang semua argumen di dunia tidak bisa sanggah.

Oleh : Dra. Bertha Gultom

Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi

 

51 DIBACA

Makna Dasar Idul Fitri

Ayo Berangkat!

Siswa MAN 2 Tanjung Pura Ikuti Upacara Harlah Pancasila

Kepala MAN 2 Berangkatkan Tim Safari Ramadan

Tim Road to dakwah Tobasa Safari Ramadan di Desa Simare Mare Jae