Tiga Model Manusia Saat Berjumpa Ramadan

Tiga Model Manusia Saat Berjumpa Ramadan Foto : WKM humas MAN Kabanjahe beserta Siswa dan Kenaziran Masjid Agung Kabupaten Karo

Kabanjahe (Inhum). WKM IV Humas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabanjahe menginformasikan bahwa pada malam ke 23 ini Tim Syafari Ramadhan MAN Kabanjahe akan berjalan menuju masjid Agung Kabupaten Karo, menjadi Nurul Falah kabanjahe dan masjid Nurul Ikhlas Ketaren Kabanjahe.

Kepada Inhum Kamis 07 Juni 2018 Ahmad menuturkan malam ini Tim akan masuk untuk mengisi malam qiyamurramadan, sebagai penceramah di masjid Agung Kabupaten Karo adalah Ahamad Yani dan bilalnya adalah Bayu yang merupakan siswa jurusan keagamaan. dan di masjid Nurul falah dan masjid Nurul ikhlas masing-masing adalah Sofian Selian dan Humam Hadi.

Inhum menginformasikan bahwa memasuki malam-malam di penghujung bulan ramadan ini, para jamaah khususnya jamaah masjid Agung tetap ramai baik jamaah laki-lai mapun jamaah perempuan. hadir sekitar 400 jamaah yang mengikuti pelaksanaan qiyamuramadan di masjid ini.

Lebih lanjut inhum menginformasikan dalam ceramahnya Ahmad menjelaskan tiga model manusia yang bertemu dan berjumpa dengan bulan ramadan. Tigo model ini merupakan pengejawantahan dari kisah Sultan Iskandar Zulkarnain saat membawa pasukannya menyeberangi sungai menuju satu daerah yang dikuasai oleh orang-orang jahat. Kisah ini dibuat di dalam karya Buya Hamka yang berjudul "Tasawuf Modern".

"Ada tiga model manusia yang berjumpa dan bertemu dengan bulan ramadan. Model yang pertama adalah manusia yang tidak mengambil sesuatu pun di dalam bulan ramadan, dia tidak berpuasa, dia tidak solat, dia tidak berzakat, dia tidak tilawah Alquran semua perintah Allah tidak ada yang dia kerjakan dan laksanakan, model ini merupakan model orang yang celaka."

"model yang kedua adalah orang yang berjumpa dan bertemu dengan bulan ramadan, namun mereka hanya mengambil dan melaksanakan ibadah ramadan alakadarnya saja, di awal ramadan mereka begitu semangatnya, tapi di akhir ramadan semangatnya mulai memudar", jelasnya.

"Model yang ketiga adalah manusia yang bertemu dan berjumpa dengan ramadan, dia berusaha untuk semaksimal mungkin untuk mengambil semua ibadah-ibadah di bulan ramadan, mengambil semua keutamaan bulan ramadan dan berupaya dengan sekuat tenaga menajaga puasa, solat, tilawah, sedekah dan ibadah lainnya dengan sungguh-sungguh semata-mata mengharapkan rahmat dan ridha Allah SWT. Ia juga berupaya untuk menjadikan ramadan yang dilaluinya sebagai ramadan yang terbaik yang pernah ia lakukan. model ketiga inilah yang mendapatkan prsdikat ketakwaan, tutupnya. 

Senada dengan itu, Kepala MAN Kabanjahe Drs. Hotman Efend Tanjung, MMPd  meminta agar semua siswa yang mendapat tugas sebagai tim syafari ramadan dapat menjalankan semua aktifitas dengan sebaik baiknya, menjalankan kegiatan dengan sepenuh hati, ikhlas semata-mata untuk mencari ridha Ilahi, harapnya (ays)

28 DIBACA

Persiapan Maksimal Akan Mencapai Keberhasilan Gemilang

Orang Beriman Akan Berupaya Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah

Puasa adalah Wasilah Menuju Taqwa

MIN Dolok Masihul Kunjungi Lokasi Pengembangan Tanaman Hidroponik PT.Socfindo Martebing

Ada Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan