Selasa,2018-07-10,10:56:46

Kematian Kristus yang Memerdekakan Kita

Kematian Kristus yang Memerdekakan Kita

Kemerdekaan sejatinya diperoleh melalui pengorbanan dan curahan darah. Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan para pendahulu-pendahulu kita yang mati demi terbebasnya bangsa Indonesia dari kolonialisme. Sama dengan itu, kita juga dibebaskan dari belenggu dosa karena Kristus rela menderita bahkan mati. Kemerdekaan kita dari belenggu dosa, semata-mata adalah hasil anugerah Tuhan bagi kita secara cuma-cuma.

Hidup dalam kemerdekaan memberi banyak kenyamanan. Apalagi di dalam dunia globalisasi saat ini. Globalisasi dan teknologi telah memberi akses ke suatu produk yang disebut “kebebasan” yang lebih besar untuk memilih. Kebebasan memberi wadah dan kepuasan bagi manusia untuk menyalurkan daya cipta, rasa dan karsanya.

Tetapi, “kebebasan” dapat berubah menjadi “kebablasan” apabila, dalam hubungan sosial, kebebasan yang ada tidak menghormati kebebasan orang lain. Kebebasan manusia yang merupakan suatu potensi, justru akan menjadi “kelemahan” apabila tidak dibatasi. Oleh karenanya, kebebasan saya harus dibatasi oleh kebebasan Anda, dan sebaliknya.

Puji syukur kepada ALLAH! ALLAH kita yang “mengosongkan diri” dan menyangkal diri-Nya bersedia turun ke dunia mengambil rupa seorang manusia. Tidak ada jalan lain bagi manusia untuk diperdamaikan dengan Pencipta-Nya selain berdasarkan inisiatif perdamaian yang datang sendiri dari ALLAH. Dosa manusia yang membuat manusia gagal memenuhi standar ALLAH, telah membuat manusia seteru ALLAH. Dosa manusia telah menciptakan suatu jurang antara ALLAH dan manusia yang tidak terseberangi oleh manusia.

Semua manusia karena dosanya pasti mengalami maut (Roma 3:23 dan 6:23). Memang, hanya manusia sajalah yang mengalami kematian (untuk kemudian dihakimi). Karenanya, agar Kristus dapat mengalahkan maut, Kristus harus menjadi manusia sehingga Kristus dapat mati, dan kemudian bangkit (Ibrani 2:14). Kematian Kristus adalah kematian yang menelan kematian (Yesaya 25:8). Kebangkitan Kristus merupakan kemenangan-Nya atas kuasa maut. 1 Korintus 15:17: “jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”

Kemerdekaan yang dibawa oleh Kristus adalah kemerdekaan yang sejati karena telah menaklukkan sekali dan untuk selama-lamanya “musuh” terbesar dan terakhir manusia, yakni dosa dan kematian.Kehidupan kita saat ini menjadi relevan bagi kehidupan setelah kematian karena sudah ada Kristus yang menjembatani kehidupan saat ini dan kehidupan setelah kematian. Tanpa Kristus, hidup kita sekarang tidak akan membawa nilai tambah apa-apa bagi kehidupan setelah kematian karena sebaik-baiknya, sesaleh-salehnya dan sesuci-sucinya kita hidup di dunia ini, semuanya tidak mempunyai nilai apa-apa dan tidak dapat memuaskan standar kesempurnaan ALLAH untuk berdamai dengan ALLAH.

Memang, selama kita hidup selama itu pula cobaan menanti kita. Tingkat kualitas cobaan tersebut akan setara dengan potensi kegunaan kita bagi Kristus. Makin tinggi potensi kita, makin besar ancaman yang kita bawa atas rencana jahat iblis atas dunia ini. Dengan demikian, akan makin gencar pula serangan iblis bagi kita. Perjuangan iman ini memang tidak mudah karena perjuangan tersebut adalah perjuangan melawan roh-roh di angkasa, yakni kuasa si jahat (Efesus 6:12).

Dengan mengendalikan pikiran dan pola pikir, Iblis akan menguasasi kita. Ia akan menggerogoti pikiran kita dengan suara-suara yang mematahkan semangat dan iman kita, dan berusaha mengalihkan fokus hidup dari iman kepada Kristus kepada keadaan di depan mata dengan segala kemustahilan secara manusia.

Sebagaimana Petrus yang tenggelam setelah melepaskan fokusnya dari Kristus, demikian juga kita akan ditaklukkan ketika kita justru fokus pada keadaan kita, kelemahan, kekuatiran kita atau “angin kencang” lain yang mengancam kita. Diperlukan mental rohani yang harus selalu fokus dari waktu ke waktu untuk pada Kristus semata.Hanya hidup yang fokus pada Kristus membuat kita benar-benar merdeka dari beban hidup yang tidak perlu.

Pada titik ini kita mengalami kemerdekaan sejati, dan hidup terasa jauh lebih ringan dan dapat dinikmati dalam damai Kristus.Ketika Petrus diangkat kembali oleh Yesus setelah mulai tenggelam, saya yakin Petrus menyambut uluran tangan Yesus dengan kedua tangan Petrus, tidak dengan satu tangan saja. Artinya, ketika kita datang kepada dan bergantung pada Kristus untuk hal keselamatan, mari kita datang dengan seluruh keberadaan kita. Jangan biarkan satu tangan kita ada di tangan Kristus, tapi tangan yang satu lagi masih memegang sesuatu yang lain.

Pembebasan oleh Kristus telah bekerja (work in) dalam diri kita. Menindak-lanjuti hal itu, kita harus mengerjakan (work out) kemerdekaan dan keselamatan kekal yang telah kita terima (Filipi 2:12). Kristus telah mendamaikan (a) kita dengan ALLAH sehingga kita tidak perlu lagi mengalami sendiri murka ALLAH, dan (b) kita dengan diri kita sendiri.

Kini, yang harus kita kerjakan adalah membawa pendamaian dengan ALLAH melalui Kristus, kepada sesama kita. Artinya, kita akan hidup dalam kedamaian dengan orang lain, kita mendamaikan orang lain dengan sesamanya, dan yang paling penting dan mendesak adalah kita mendamaikan sesama kita dengan ALLAH.

Kemerdekaan yang ALLAH berikan sebagai anugerah-Nya bukan merupakan alasan bagi kita untuk berbuat dosa, tetapi sebaliknya, justru menjadi kekuatan bagi kita untuk melawan godaan dosa, dan bahkan untuk meneruskan kemerdekaan tersebut ke orang lain. Kita akan sungguh-sungguh merdeka bila kita sudah mampu mengalahkan dan mengalihkan perhatian kita atas kenikmatan semu dunia ini, dan memasangkan pada kaki kita kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (Efesus 6:15).

Oleh : Dra. Bertha Gultom

Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi

 

9 DIBACA
Selasa,2018-07-10,10:54:27

KEJAHATAN NARKOBA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Selasa,2018-07-10,10:04:39

RA Ibnu Sina Samosir Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru

Selasa,2018-07-10,10:01:39

Berbaik Sangka Akan Melahirkan Kebaikan

Selasa,2018-07-10,09:44:10

Pemkab Batu Bara Gelar Manasik Haji

Selasa,2018-07-10,09:11:41

Daftar Ulang Peserta Didik Baru MTsN Kabanajahe