Nilai-Nilai Spiritual dalam Pelaksanaan MTQ Nasional XXVII di Sumatera Utara

Nilai-Nilai Spiritual dalam Pelaksanaan MTQ Nasional XXVII di Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan event akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVII yangdijadwalkan akan digelar pada tanggal 6 s/d 12 Oktober 2018. Momentum ini merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara, sebab sudah 47 tahun berlalu provinsi Sumatera Utara tidak mendapat kesempatan menjadi ‘tuan rumah’, terhitung sejak kali terakhir menjadi tuan rumah MTQ Nasional IIIpada tahun 1971.

MTQ Nasional yang akan digelar pada bulan Oktober 2018 tersebut mengambil tema “MTQ Mewujudkan Revolusi Mental Menuju Insan yang Qur’ani.”Tema ini relevan dengan harapan Pemerintah RI yang saat ini sedang gencarnya menggaungkan gerakan revolusi mental. Dalam konteks nasional, revolusi mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang bernyala-nyala, sebagaimana yang pernah diamanatkan Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956.

Bila revolusi di zaman kemerdekaan dimaknai dengan suatu perjuangan fisik, perang melawan penjajah dan sekutunya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kini setelah 72 tahun Indonesia merdeka, perjuangan itu belum berakhir. Seluruh warga negara Indonesia harus melakukan revolusi, namun tidak lagi dalam bentuk mengangkat senjata, tetapi revolusi dalam arti membangun jiwa bangsa.

Gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa Indonesiayang saat ini tengah menghadapi tiga problema pokok bangsa, yakni merosotnya wibawa negara, merebaknya intoleransi, dan melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik revolusi mental itu direalisasikan untuk melahirkan manusia Indonesia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong-royong.Jika setiap warga negara Indonesia memiliki integritas yang tinggi terhadap bangsanya, maka wibawa negara akan bangkit dan segala bentuk praktik intoleransi akan lenyap. Demikian pula dengan semangat kerja keras dan gotong royong yang kuat, peningkatan perekonomian bangsa Indonesia akan maju dan mengantarkan bangsa ini menjadi negara yang bermartabat.

Upaya Pemerintah RI untuk sukses mengimplementasikan gerakan revolusi mental di tengah-tengah mayarakat Indonesia tentu saja tidak dapat melepaskan Al-Qur’an sebagai pedoman dan tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai bangsa yang religius, pengejewantahan nilai-nilai ajaran Al-Qur’an dalam praktik kehidupan sehari-hari merupakan kontribusi yang sangat berharga untuk mewujudkan segala kebaikan dalam pembangunan bangsa tercinta ini.

Hal demikian dapat diyakini kebenarannya, karena ajaran Al-Qur’an tidak ada yang bertentangan dengan fitrah manusia, logis dan rasional, serta  bila benar-benar diamalkan dapat mewujudkan rahmatan lil ‘alamin, yakni kebaikan yang tidak hanya diraih bagi penganut ajaran Islam saja, tetapi juga bagi seluruh umat manusia di dunia yang tidak menganut agama Islam sekalipun, karena ajaran Al-Qur’an sangat menjunjung tinggi toleransi, kebaikan, dan kedamaian. Dengan demikian tema MTQ Nasional XXVII dipandang tepat, jika pelaksanaan MTQ diorientasikan untuk menggugah masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Sumatera Utara khususnya, agar mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Al-Qur’an guna mewujudkan revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara, menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ Nasional bukanlah pekerjaan yang mudah tanpa perencanaan dan persiapan yang matang. Banyak energi pemikiran, perhatian, tenaga, dan biaya yang terkuras selama persiapan event akbar ini, terlebih-lebih lagi nanti tatkala di hari-hari penyelenggaraannya. Meskipun demikian, banyak pula hikmah kebaikan dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Adapun nilai-nilai spiritual yang dapat dimaknai sebagai pembelajaran yang berharga dari pelaksanaan MTQ Nasional di Sumatera Utara, antara lain sebagai berikut:

1. Memberikan amanah kepada pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara untuk dapat menyelenggarakan MTQ Nasional dengan tertib dan lancar. Ini merupakan suatu kehormatan bagi umat Islam di Sumatera Utara, sehingga seluruh lapisan masyarakat Muslim diharapkan dapat mendukung pelaksanaan MTQ tersebut agar berlangsung dengan sukses. Dukungan itu sekurang-kurangnya ikut serta memelihara keamanan dan kondusifitas lingkungan selama pelaksanaan MTQ berlangsung.

2. Memotivasi masyarakat Sumatera Utara untuk semakin cinta terhadap Al-Qur’an. Berbagai event yang terkait dengan Al-Qur’an diselenggarakan, mulai dari bidang tilawah al-Qur’an, tahfiz al-Qur’an, tafsir al-Qur’an, fahm al-Qur’an, syarh al-Qur’an, khatt al-Qur’an, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Kesemua ini tentunya dapat memotivasi masyarakat Muslim di Sumatera Utara untuk meningkatkan prestasi maksimal dalam setiap cabang yang diperlombakan. Aspek lain yang lebih penting dari hal itu adalah menyadarkan masyarakat Sumatera Utara agar menjadi ahlul Qur’an, yakni golongan orang-orang yang gemar membaca, menghafal, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an dalam kehidupan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang-orang yang tergolong ahlul Qur’an dikukuhkan sebagai ‘Keluarga Allah’. Sebutan ‘Keluarga Allah’ memiliki makna bahwa telah terjalin hubungan dekat secara emosional dengan Allah swt. Bila hubungan emosional masyarakat Sumatera Utara sudah dekat dengan Allah swt. lewat kebiasaan membaca, menghafal, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur’an, maka Allah senantiasa memberikan rahmat dan perlindungannya bagi masyarakat Sumatera Utara.

3. Kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional juga merupakan tantangan bagi pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara dalam membesarkan syi’ar Islam di Nusantara. Pemerintah dan masyarakat Muslim Sumatera Utara harus berupaya menjadi penyelenggara MTQ Nasional terbaikdari berbagai event tahunan yang sebelumnya sudah pernah berlangsung di berbagai provinsi di Indonesia. Setidak-tidaknya mampu sejajar dengan provinsi-provinsi lain yang telah memanajerial dan memberi pelayanan yang baik terhadap para peserta MTQNasionalyang hadir dari berbagai provinsi di wilayah nusantara.

4. Upaya maksimal untuk menyemarakkan pelaksanaan MTQ Nasional merupakan pahala besar bagi segenap pihak penyelenggara dan bahagian dari jihad fi sabilillah. Memberikan perhatian yang besar terhadap kalam ilahi (Al-Qur’an) tentu saja akan melahirkan keberkahan dan ridha dari Allah swt. apabila didasari niat ikhlas dan kesungguhan kerja panitia atas dasar lillah (karena Allah). Di samping itu pula, melaksanakan kegiatan MTQ merupakan salah satu wujud dari membiasakan tradisi yang baik, tentu saja hal ini akan dibalas oleh Allah swt. di akhirat dengan pahala kebajikan bagi panitia yang menyelenggarakannya dan mengalir pula bagi panitia tersebut pahala dari panitia-panitia yang melaksanakan pada masa-masa berikutnya, sebagaimana bunyi hadis Rasulullah saw.: “Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya, dan pahala orang-orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka (yang mencontoh itu) sedikitpun...” (HR. Muslim).

5. MTQ Nasional merupakan salah satu ajang  fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Ini merupakan salah satu bentuk dari ajaran Allah dalam Al-Qur’an(QS. Al-Baqarah:148). Salah satu tujuan berlomba-lomba dalam kebaikan adalah untuk meraih kualitas menjadi khaira ummah (umat terbaik) yang dapat menjadi teladan dan panutan bagi masyarakat di sekitarnya dan dunia pada umumnya. Jika peserta MTQ dari kontingen Sumatera Utara berkualitas dan berhasil keluar sebagai “Juara Umum”, maka nama baik Sumatera Utara tentunya dapat menjadi teladan dan panutan bagi provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.

Penutup

Pelaksanaan MTQ Nasional XXVII yang tidak lama lagi akan digelardi Sumatera Utara dengan menempatkan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang sebagai arena pelaksanaannya, akan menjadi perhelatan akbar dengan hadir-hadirnya para peserta terbaik utusan dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Mereka yang hadir di ajang perhelatan akbar ini umumnya bertujuan untuk turut membesarkan syi’ar Islam dengan menggaungkan kebesaran Al-Qur’an dalam rangka fastabiqul khairat. Sebagai tuan rumah, masyarakat Sumatera Utara khususnya yang berdomisili di Kota Medan diharapkan dapat mendukung kegiatan ini agar dapat terselenggara dengan tertib, aman, dan lancar.

Oleh: Dr. Mohammad Al Farabi, M.Ag

(Staf pada Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara)

196 DIBACA

LKBB Awali Matsama Hari Ketiga

Jika Administrasi Kelas Tidak Lengkap, Suasana Ruang Kelas Tidak Efektif

Kegiatan MATSAMA MAN 2 Tanjung Pura Resmi Dimulai

BK adalah Tempat Curhat, Mencari Solusi yang Tepat

Matsama MAN 1 Tapanuli Tengah