Kamis, 29 September 2016, 14:17

Hadapi Apapun Yang Terjadi

He who inflicts punishment on those who are harmless and who offend no one speedily comes to one of these ten states; to grievous bodily pain, to disaster, to bodily injury, to serious illness, to loss of mind, will he come To oppression by the king, to grave accusation, to loss of relatives, to destruction of wealth, (will he come) Or his house will be burnt up with fire, and that unwise one will pass to hell in the world to come Orang yang menganiaya mereka yang tak mencelakai, dan menjatuhkan hukuman terhadap mereka yang tidak bersalah, niscaya akan segera mendapat salah satu dari sepuluh akibat sebagai berikut : .....Menerima penderitaan jasmaniah yang berat, mengalami kemerosotan, tercelakai jasmaninya, menderita sakit keras, sakit jiwa...Ditindak raja, mendapat tuduhan berat, kehilangan sanak keluarga, harta bendanya habis ludes....Atau rumahnya musnah terbakar api, dan setelah meninggal dunia, orang dungu itu niscaya akan masuk neraka. DANDA VAGGA X : 137, 138, 139, 140.

Seorang guru mendatangi muridnya yang wajahnya sering terlihat murung. "Kenapa kamu selalu murung, anak ku? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? sang Guru bertanya. "Guru, belakangan ini hidup saya penuh dengan masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah yang datang seperti nya tidak ada habis habisnya," jawab sang murid. Sang Guru tertawa sejenak. "Anak ku, pergilah ambilkan segelas air dan dua genggam garam dan kemudian Bawa kemari. Biar kuperbaiki dan kusembuhkan kesedihanmu itu." Si murid dengan penuh semangat melaksanakan permintaan gurunya. Sesaat kemudian, dia kembali dengan membawa segelas air dan dua genggam garam sebagaimana yang diminta guru nya. "Ambil segenggam garam ini dan masukkan ke segelas air," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kamu minum airnya sedikit demi sedikit." Si murid melakukannya. Wajahnya meringis karena keasinan air tersebut. "Bagaimana rasanya...?" tanya Sang Guru. "Asin dan perutku menjadi mual" jawab Si murid. Sang Guru sambil tersenyum, mengatakan, "Sekarang kamu ikut saya" Sang Guru membawa murid nya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa dan tebarkan ke danau" Si murid segera menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau. Rasa asin di mulut nya masih belum hilang. "Sekarang, coba kamu minum air di danau" kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk diduduki. Dengan menangkupkan kedua belah tangannya, Si murid mengambil air di danau. Setelah itu, air tersebut dia minum. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir ke tenggorokkannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya...?" "Segar, segar sekali" kata si murid sambil mengelap bibirnya.

"Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi...?" "Tidak sama sekali" kata Si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikan murid nya meminum air danau sampai puas. "Nak" kata Sang Guru (setelah muridnya selesai minum). "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus dialami sepanjang kehidupan ini, tidaklah terlepas sebagai hasil / akibat dari perbuatan yang telah diperbuat, baik yang sekarang ini maupun yang lalu. Kwantitas dan kwalitas nya APAKAH akan semakin meningkat atau tidak keesokan harinya atau lusa, sangatlah ditentukan oleh APA yang diperbuat disaat ini. Jika semuanya dihadapi dan disikapi dengan KESABARAN, CINTA KASIH dan BIJJAKSANA maka KEBAHAGIAANLAH buah / akibatnya.

Jangan sekali kali lari dari realita atau menggunakan KEKERASAN sebagai kompensasinya. Tidak satupun makhluk yang pantas di AGUNG kan atau di CELA atas kondisi yang dialami. YO DHAMMAM DESESI ADIKALYANAM MAJJHEKALYANAM PARIYOSANAKALYANAM TI : Dhamma itu indah pada awalnya, indah pada pertengahannya dan indah pada akhirnya. Sabbe satta sabba dukkha pamuccantu Sabbe satta bhavantu sukhitata : Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita dan semoga semuanya senantiasa berbahagia,...sadhu,...sadhu,...sadhu,...

Penulis : Pdt. DM. Peter Lim, S.Ag, MBA, M.Sc(Penyuluh Agama Buddha Kotamadya Medan)

Berita Lainnya
Kamis, 29 September 2016, 14:30

MENJAWAB TANTANGAN HIDUP DENGAN KISAH MAHABHARATA

Kamis, 29 September 2016, 14:24

MENGINGAT KEMBALI ASAL USUL PERAYAAN ASADHA PUJA

Kamis, 29 September 2016, 14:13

AKTUALISASI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA